Sabtu, 22 Oktober 2011

Goa Gong


Saya masih bersemangat menulis blog mengenai wisata andalan Pacitan lho... Kali ini saya akan share mengenai Goa Gong yang katanya Goa dengan Stalaktit dan Stalagmit terindah di Asia Tenggara :)


Goa Gong terletak di Desa Bomo,  Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur; sekitar 30 km dari kota Pacitan. Untuk mencapai Gua Gong, dapat menggunakan dua jalur. Jalur pertama adalah jalur yang melalui Pracimantoro, Wonosari, Gunung Kidul. Sedangkan jalur yang kedua dari Kota Pacitan. Goa ini merupakan goa horizontal dengan panjang sekitar 256 meter. Di dalam goa itu terdapat stalaktit, batuan kapur berbentuk kerucut di langit-langit gua, dan stalagmit, batuan kapur yang berdiri tegak di dasar berusia ratusan tahun. Dinamakan Goa Gong karena menurut cerita yang beredar, dari dalam goa ini sering terdengar bunyi-bunyian yang menyerupai suara gong. Proses ditemukannya Gua Gong sendiri terjadi secara tidak sengaja. Alkisah, pada suatu ketika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga di Dusun Pule terjadi kekeringan. Air sangat sulit untuk diperoleh. Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo berinisiatif untuk mencari air ke dalam gua yang ada di tempat itu. Dengan menggunakan obor yang terbuat dari daun kelapa kering yang diikat, mereka mecoba menelusuri lorong-lorong gua. Setelah menghabiskan tujuh ikat obor, mereka menemukan beberapa sendang dan mandi di dalamnya. Penemuan itu terjadi sekitar tahun 1930.

Ini adalah beberapa jepretan dari digicam saya.....







Me & Gong Cave.....



Jumat, 21 Oktober 2011

Goa Tabuhan

Kali ini saya akan menulis sedikit cerita perjalanan saya di Kota Pacitan, yang terletak di selatan Jawa Timur. Saya ke Pacitan menaiki bis Aneka Jaya seharga Rp 40.000 dari terminal Bungurasih yang berangkat sekitar jam 10 malam, bersama 19 teman-teman Backpacker Regional Surabaya. Kami berdua puluh sampai di terminal Pacitan sekitar jam 4 pagi, dan langsung saja beberapa dari kami melanjutkan tidur dengan selonjoran di kursi-kursi panjang terminal. Sambil menunggu jam 7 pagi, kami semua mengisi waktu dengan bercanda, sarapan pecel pincuk, serta ada beberapa dari kami yang mandi :p Akhirnya jam 7 pagi tiba, dan kami segera naik ke angkutan yang telah di sewa dan di nego semurah-murahnya :p Goa Tabuhan merupakan tujuan pertama saya dan teman-teman BPI Surabaya pada saat mbolang ke Pacitan 14-16 Oktober 2011.
Goa Tabuhan terletak di Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur; sekitar 40 km dari kota Pacitan. Dari luar, Goa ini terlihat sangat besar, tetapi jika masuk kedalam, goa ini ternyata kecil dan menyempit :p

Berikut adalah hasil jepretan dari digicam saya.....

Goa Tabuhan
Me & Tabuhan Cave

Halaman Goa yang sangat asri :)

Selasa, 18 Oktober 2011

Pantai Srau

Masih tulisan mengenai wisata di Pacitan, ini merupakan tujuan terakhir kami di Pacitan setelah Pantai Klayar. Okay, langsung share aja ya :)
Pantai Srau terletak di Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dan tersembunyi di balik deretan perbukitan 25 km sebelah barat kota Pacitan. Pantai Srau adalah salah satu surga bagi para surfer. Letaknya yang cukup jauh dari pusat kota membuat pantai indah ini belum terlalu ramai dengan pengunjung.
Pantai ini memiliki 3 surf spots dengan ombak yang cukup menantang bagi peselancar yang sudah cukup handal. Spot pertama terletak di belakang portal tiket sehingga sering disebut sebagai The Portal. Spot kedua adalah Pancingan, berada di bawah bukit karang sebelah barat pantai yang sering dipakai mangkal oleh para nelayan pemancing ikan. Sementara spot ketiga adalah Pandan, berada di balik bukit karang ini.
Pantai Srau memiliki memiliki tipe ombak reef break, artinya ombak tercipta karena gelombang air laut membentur karang. Dasar pantainya pun didominasi oleh batu karang, sehingga peselancar harus lebih berhati-hati. Bulan November hingga Februari adalah waktu yang terbaik untuk surfing dan mengejar barrel di Pantai Srau. Katanya sih, di pantai ini juga bisa snorkeling, tapi kemaren saya belom sempat snorkeling disini :D
Ini dia hasil foto2 saya selama di Srau dengan IPod 4 saya, harap maklum gambarnya ga setajam kamera digital saya yang masih oke selama di Klayar :) Sorry atas ke-BLUR-annya yaaa...

view Pantai Srau (sorry, its from my IPod camera :( blur)
ombaknya gak seganas Klayar kok :)
Me & Srau Beach
sepi banget pantainya
spot favorit :*
:)
PANTAI SRAU

Senin, 17 Oktober 2011

Pantai Klayar


Pada Tanggal 14-16 Oktober kemarin, saya dan 19 orang teman saya dari Backpacker Indonesia-Regional Surabaya mengunjugi Kabupaten Pacitan, yang terkenal dengan kota kelahiran Presiden SBY :D Kami be-20 berangkat dari Surabaya jam setengah 11 malam dengan bis Aneka Jaya (IDR 40Ribu), dan sampai di Kota Pacitan sekitar Jam 4 pagi (menjelang subuh), berarti durasi perjalanan Surabaya-Pacitan sekitar 6 Jam. Dan kembali ke Surabaya Jam 2 siang, dengan bis Aneka Jaya lagi sehingga sampai di Surabaya sekitar Jam 8 malam. Kami (BPI Surabaya) mengunjungi 4 wisata, diantaranya 2 wisata goa dan 2 wisata pantai. Tetapi...yang ingin saya share lebih dulu adalah Pantai Klayar, yang merupakan tujuan wisata ketiga. Why? Karena tempat ini keren banget!!! Dan sangat berkesan buat saya dan sebagian besar teman-teman saya.


Pantai Klayar berada di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur atau berada sekitar 35 km ke arah barat Kota Pacitan. Pantai berpasir putih ini memiliki keistimewaan di antara celah karang dan deburan ombak yang melambai yang bisa berbunyi seperti seruling, dan terlihat seperti air mancur alam. Air mancur ini terjadi karena gelombang tekanan udara di laut yang menghantam batu batuan berongga. ketinggian air mancur yang dapat mencapai sekitar 10 meter dan bisa menghasilkan gerimis. 
Pantai ini masih sangat sepi. Jika datang bukan pada hari libur, Anda hanya akan menemukan beberapa nelayan yang sedang memancing. Hamparan pasir putih membentang dengan ombak sejernih kristal memecah di bibir pantai, diapit bukit karang di kanan dan kirinya. Anda bisa naik ke bukit karang di sebelah kanan dan menikmati pemandangan landscape Klayar yang indah dari sebuah gardu pandang. Di ujung timur Anda akan disapa oleh sebuah laguna yang jelita. Diapit 2 gugusan batu karang, laguna ini terlihat indah dengan gulungan ombak jernih yang menghantam dinding karang dan kemudian memecah dan berputar di hamparan pasir putih. Laguna kecil ini memang mempesona dan membuat betah berlama-lama duduk santai memandangnya. Ombak berkali-kali menghempas batu karang dengan kuatnya dan menimbulkan efek air terjun di dindingnya dengan buih-buih putih yang cantik.

view Pantai Klayar dari bukit sebelah kanan
view dari bukit sebelah kanan
menyusuri pantai :)
spot favorit :*
sayang ga bisa nangkep fenomena seruling laut :(
waiting for sunset :*
sunset already comes, yaiyh...
ini view dari bukit sebelah kiri

Oiya...saya dan teman-teman bermalam di pantai ini, alias CAMPING 1 malam :D Pantai Klayar sudah tersedia fasilitas seperti kamar mandi, wc, warung dan terdapat pos polisi juga, hahaha. Nge-camp disini sangat menyenangkan, hanya terdengar deburan ombak yang sebenarnya terdengar menyeramkan, but its okay :)

Me & Klayar :*
This My Fave Beach on Pacitan!

Kamis, 15 September 2011

LOMBOK hypnotyze me!!! (Part 2)

sweep panorama TANJUNG AAN

Hari 5 – 11 September 2011
Hari kelima saya mengunjungi daerah Lombok Tengah, untuk berpantai ria di Pantai Tanjung Aan yang menurut saya adalah pantai paling bagus pemandangannya, Pantai Kuta dan Pantai Mawun yang sepi sehingga sangat tenang disini, serta melihat sebentar desa sasak yang kebetulan satu arah dengan Kuta.

Tanjung Aan







Kuta





Mawun




 

Hari 6 – 12 September 2011
Kami mengunjugi Sekotong, daerah pantai yang cantik, dan ditengah laut terdapat Gili Nanggu dan 3 Gili lainnya.terlihat dari jauh, pasirnya putih, belum ada bangunan dan pastinya sangat tenang berada disana. Prediksi kasar saya, beberapa tahun ke depan ke 4 Gili di kawasan Sekotong bakalan banyak dikunjungi turis mancanegara. Sayangnya kami tidak sempat mengunjungi 4 Gili tersebut.



Malamnya, kami menghabiskan malam terakhir kami di Pulau Lombok dengan bersantai di Malimbu, kawasan Senggigi. Sambil makan jagung bakar, saya teringat pengalaman selama di Lombok, AMAZING!!! Jadi berat hati untuk pulang :(

Hari 7 – 13 September 2011
Pagi2 sekali kami harus bangun pagi untuk kembali ke Surabaya menggunakan penerbangan paling pagi dari Lion Air. Sumpah… rasanya berat sekali untuk pulang ke rumah, Lombok terlalu indah :(
Suatu saat, saya akan pergi ke Lombok lagi, JANJI…

Rabu, 14 September 2011

LOMBOK hypnotize me!!! (Part 1)


Gili Trawangan's view

LOMBOK…
saya selalu ingin kesini, dan akhirnya pada tanggal 7-13 September 2011 sampailah juga saya disini.
kesan pertama yang saya dapat, pulau ini hampir mirip dengan pulau dewata, tapi ada sesuatu di pulau ini yang tidak dimiliki oleh pulau dewata, yaitu kebudayaan islam dan hindu yang hidup dalam kerukunan, dan salah satunya tercermin dalam bangunan pura dan masjid.
tapi,  sebenarnya tujuan saya kesini adalah untuk mengunjungi pantai-pantainya, karena saya sangat suka pantai. Dan keeksotikan pulau ini jugalah yang membuat saya ingin kesini. Awalnya saya kesini sebagai solo traveler, dan sama sekali tidak tahu apa yang harus saya lakukan disana, akan menginap dimana, dan lain-lainnya. Inilah cerita perjalanan saya selama seminggu di pulau lombok…


Hari 1 – 7 september 2011
Sekitar jam 10, saya tiba di bandara selaparang, kota mataram, di pulau lombok dengan menaiki pesawat LION AIR (yang sebenarnya dioperasikan oleh WINGS AIR) dengan pesawat yang lebih kecil daripada pesawat yang saya naiki biasanya. Hampir saja saya ketinggalan pesawat di bandara internasional juanda karena macet.
sesampainya di bandara selaparang, saya dijemput oleh Wayan, seorang teman baru yang baru saya kenal lewat sms sehari sebelum saya berangkat ke lombok, dia sangat baik sekali hingga mau menjemput saya di bandara. Lalu saya diantar kerumahnya untuk beristirahat, ternyata wayan seorang hindu, terlihat dari rumahnya yang memiliki pura untuk tempat bersembahyang dan juga persinggahan nenek moyang (katanya). Orangtuanya adalah orang bali, dan sangat mencintai adat dan kebudayaan mereka, terlihat dari cara mereka menceritakan mengenai adat serta kebudayaan Bali. Keluarga Wayan sangat ramah dan baik terhadap saya, saya langsung berpikir, “betapa beruntungnya saya :)
sorenya, sekitar jam 6 (yang menurut saya terlihat seperti jam 5 di pulau jawa) saya diajak wayan untuk jalan2 di sekitar Senggigi hingga Malimbu. Karena pada hari itu bertepatan dengan hari raya ketupat, maka jalan menuju kesana dan jalan di sekitar senggigi sangat padat dan macet. Ternyata penduduk lokal lebih banyak yang merayakan hari raya ketupat di Senggigi, dan selalu setiap tahun seperti ini.
pemandangan malam di Malimbu sangatlah bagus, dan dari Malimbu, saya bisa melihat Gili Trawangan juga :) Lalu, saya diajak makan malam di sebuah tempat makan yang menjual makanan khas Lombok, yaitu Ayam goreng Taliwang & Plecing Kangkung... Yummy...


Hari 2 – 8 September 2011
Dihari kedua saya hanya berkeliling kota Mataram dan Lombok Barat, dengan menaiki sepeda motor wayan (tapi sebelumnya saya harus mengantarnya ke kantor dahulu). Sebelum jalan-jalan, saya mampir ke Mataram Mall dahulu, yang merupakan satu-satunya mall di Pulau Lombok untuk sarapan di KFC :D
setelah kenyang sambil numpang hot spot internet gratis, saya berangkat menuju rute pertama saya ke Pura Lingsar, lalu menembus daerah Lombok Barat menuju Suranadi, dan akhirnya kembali ke kota mataram untuk mengunjungi taman air Narmada. Narmada merupakan tempat yang bagus dan sejuk, saya memutuskan untuk berlama-lama dan beristirahat disini
:) setelah sekitar 2 jam saya di Narmada, saya kembali melanjutkan perjalanan ke Pura Meru dan Pura Mayura. Sejujurnya, saya tidat terlalu tertarik dengan pura-pura disana, jadi saya tidak banyak berkomentar mengenai pura-pura ini. Lain orang lain ketertarikan :)

Pura Lingsar
Pura Suranadi
Pura di Narmada
NARMADA
Pura Meru
 

Malamnya wayan mengajak saya jalan lagi untuk membeli oleh-oleh. Saya ingin membeli kaos saja untuk teman dan saudara terdekat saya, dan diajaklah saya ke daerah Cakranegara, yang lokasinya bersebelahan dengan Mataram Mall. Saya mendapat harga IDR 20k untuk 1 kaos dengan bahan kaos yang lumayan bagus. Cukup murah menurut saya, tapi memang nego harga sangat diperlukan dalam kemurahan kaos tersebut, hahaha....
setelah membeli oleh-oleh saya diajak makan malam, dan kali ini saya ditraktir :)


Hari 3 – 9 Septermber 2011

saya dihubungi oleh teman saya yang baru saja turun dari gunung Rinjani untuk rencana hari itu pergi ke Gili Trawangan. Langsung saja saya berkemas dan menghubungi wayan tentang bagaimana transportasi menuju Gili trawangan. Karena, transportasi di mataram ini terbilang sulit bagi saya :(
aah… lagi-lagi wayan dan temannya, Hadi mengantar saya sampai mendapatkan Engkel untuk menuju daerah Pemenang (Engkel di Lombok, merupakan kendaraan Bison yang jorok dan kebanyakan selalu kelebihan muatan). Dan lagi-lagi saya berpikir, “beruntungnya saya… baru pertama solo traveler, sudah mendapat teman baru yang baik sekali :)”
perjalanan dari kota mataram menuju Pemenang sekitar satu jam melewati Pusuk. Dan pada akhirnya saya tiba di Pemenang sekitar jam 2 WITA. Saya langsung bertemu teman saya, NK dan Taufiq yang merupakan teman Backpacker di Surabaya. Kami langsung belanja kebutuhan makanan dan minuman di Pemenang, karena takut kalau harga di Gili Trawangan lebih mahal, karena banyaknya turis disana.
setelah belanja, kami menaiki Cidomo menuju tempat penyebrangan Bangsal (Cidomo di Lombok, merupakan kereta kuda atau dokar, katanya sih singkatan dari cikar dokar mobil)
sesampainya di bangsal, saya langsung membeli tiket penyebrangan ke Gili Trawangan seharga IDR 10k. dan tidak menunggu lama, kami langsung menaiki kapal panjang menuju ke Trawangan. Perjalanan menaiki kapal ini sekitar 20 menit jika cuaca sedang baik, dan mungkin 30 menit jika cuaca sedang buruk.
saat menginjakkan kaki di Gili Trawangan, saya merasa tidak berada di Indonesia, karena banyak sekali turis asing yang berlalu lalang di sekitar sana. Keadaan pantainya sangat indah, dengan pasirnya yang putih dan air lautnya yang bewarna biru serta hijau, ini adalah salah satu surga indonesia, pantas saja sangat banyak turis asing berkeliaran di pulau :)
saya, NK dan Taufiq terlebih dahulu mencari penginapan murah, setelah setengan jam berjalan kaki, akhirnya kami mendapat penginapan murah di Lucky House seharga IDR 150k/kamar/malam dengan fasilitas kamar mandi dalam dan gratis teh/kopi di pagi hari, lumayan lah untuk backpacker seperti saya J sore harinya kami berjalan-jalan sambil menunggu sunset dengan menaiki sepeda yang kami sewa di penginapan seharga IDR 30k/sepeda, cukup murah bukan?
menjelang terbenamnya matahari, banyak sekali wisatawan yang memadati tempat ini, sunset view yang terletak di ujung pulau. Setelah kami mendapatkan sunset yang indah, kami kembali ke penginapan dengan menaiki sepeda sewaan untuk mandi dan makan malam.

My Fave Spot
waiting for sunset
sunset @ Gili Trawangan

sekitar jam 8 malam WITA, kami berjalan-jalan lagi untuk menikmati suasana malam ala turis asing, kami mampir di sebuah cafe yang menyediakan wifi gratis sambil menikmati pantai dan sejuknya angin pantai. Menjelang jam 10 malam WITA, kami bersepeda kembali menuju salah satu pub/cafe disana yang sedang mengadakan party. Yeah…saya hanya bertahan sebentar disana karena tidak terlalu suka keramaian dan hingar bingar disana. Setelah capek berjalan-jalan seharian, kamipun kembali ke penginapan untuk tidur.

Hari 4 – 10 September 2011
Di hari keempat ini, kami akan snorkling. Yeah… ini untuk kedua kalinya saya snorkling setelah snorkling pertama kali di Karimun Jawa. Ada 4 spot snorkling yang kami kunjungi, serta sejam beristirahat di Gili Air yang lebih sepi dari Gili Trawangan. Kami ikut paket snorkling ini seharga IDR 110k/orang.

The Tourist enjoy Gili Air
Beautifully Gili Air
Gili Meno

tepat jam 2 siang, kami menyeberang kembali ke Bangsal, untuk kembali ke Mataram. Disana kami menginap dirumah Rinja, yang lagi-lagi merupakan teman baru (host) kami.

Nyambung ke Part 2...