Jumat, 28 Juni 2013

Museum Tsunami Aceh

Masih ingat bencana tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004? Jangan ditanya, semua orang pasti tahu akan bencana dengan skala internasional tersebut, bencana yang melumpuhkan kota Banda Aceh dan sekitarnya. Untuk mengenang tragedi tersebut, maka dibangunlah Museum Tsunami Aceh yang diresmikan pada tanggal 23 Februari 2008 oleh Presiden SBY. Museum ini merupakan rancangan dari M. Ridwan Kamil, seorang dosen teknik arsitektur ITB dan baru saja terpilih menjadi walikota Bandung periode 2013-2018. Museum Tsunami Aceh terletak di Jalan Iskandar Muda (dekat dengan Blang Padang), memiliki luas 2.500 meter persegi dan terdiri dari 4 lantai. Museum ini juga berfungsi sebagai pendidikan mengenai antisipasi bencana tsunami.
Saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Museum Tsunami ini pada saat traveling ke Aceh sebulan yang lalu, dan ini adalah salah satu bangunan museum favorit saya :) Ah...andai banyak museum di Indonesia yang memiliki bangunan yang unik, tiap bulan saya pasti nge-trip ke museum.

Tampak Depan
Note it!
Setelah masuk kedalam museum, pertama-tama kita akan melalui Lorong Tsunami (Tsunami Alley), sebuah lorong sempit dan tinggi menjulang serta terdapat efek air berjatuhan melalui dinding dan juga suara gemuruh air. Yang membuat saya merinding pada saat melewati lorong ini adalah rekaman ayat suci Al-Quran yang dilantunkan oleh seseorang, sehingga membuat saya berpikir mungkin seperti inilah keadaan pada saat bencana tsunami terjadi, ketakutan, bahkan lebih parah dari ini, Allahu Akbar...

Lorong Tsunami
Setelah keluar dari Lorong Tsunami, saya sampai di Memorial Hall, dimana terdapat puluhan standing screen yang memperlihatkan puluhan slide foto keadaan pasca tsunami di Aceh. Disini terdapat banyak layar kok, jadi tidak perlu berebut dengan pengunjung lain untuk melihat foto-foto kerusakan dan kesedihan di Aceh pasca tsunami. Ruangan ini dikelilingi oleh kaca sebagai dindingnya, dan penerangannya juga remang-remang.

Selanjutnya.....menuju Sumur Doa, tempat ini berbentuk seperti cerobong, dimana di dindingnya terdapat nama-nama korban tsunami yang berhasil dikenali. Di ujung atap ruangan ini (ketinggiannya sekitar 30 meter), terdapat tulisan kaligrafi Allah. Saya sempat mendengar dari seseorang (yang mungkin seorang guide), bahwa didalam sini menggambarkan hubungan manusia dengan Allah, dan setiap manusia pasti akan kembali kepada-Nya.

Nama-nama korban tsunami
Setelah saya keluar dari Sumur Doa, saya melewati semacam lorong gelap yang berliku dan jalannya cenderung tidak rata (kadang menanjak). Di ujung lorong ini, terdapat jembatan yang dinamakan Jembatan Harapan. Di sepanjang jembatan ini, saya melihat banyak bendera dari berbagai negara yang membantu Aceh pasca tragedi tsunami. 

Jembatan Harapan & Cerobong
Hal yang saya lakukan selanjutnya adalah berkeliling museum sambil melihat foto-foto pasca tsunami, diorama, barang-barang peninggalan yang tersisa setelah tragedi tsunami, mencoba alat peraga yang berkaitan dengan gempa dan tsunami, dan sebagainya. Saya sempat menyaksikan video yang diputar pada ruangan semacam bioskop mini, video ini menayangkan kejadian pada saat tsunami berlangsung dan juga kondisi pasca tsunami (rekonstruksi Aceh).

Helikopter yang hancur akibat diterjang tsunami
Banyak hal yang bisa dilakukan di museum ini, dan juga banyak pengetahuan yang kita dapat mengenai bencana, terutama gempa dan tsunami. Menurut saya, museum ini sangat menarik secara keseluruhan, dan harus dikunjungi apabila berhasil sampai di Banda Aceh!!!

Selasa, 18 Juni 2013

Kulineran di Sabang

Saya suka sekali mencoba hal-hal baru, apalagi mencoba makanan khas daerah yang belum pernah saya kunjungi. Mumpung saya bisa menginjakkan kaki di Pulau Weh, atau yang biasa disebut Kota Sabang, pastinya saya menyempatkan untuk mencicipi kuliner khas pulau yang letaknya di ujung barat Indonesia ini. Inilah beberapa kuliner khas yang saya nikmati, cekidot.....

1. Sate Gurita
Kalau biasanya saya suka menikmati daging gurita didalam takoyaki, sushi, dan olahan masakan jepang lainnya, kali ini saya mencoba menikmati gurita dengan cara di sate. Yap! sate gurita adalah kuliner terkenal di Sabang, tekstur daging gurita yang kenyal membuat sate ini unik. Pada saat itu saya mencoba sate gurita yang terdapat di PUJASERA (PUsat JAjanan SElera RAkyat), ada 2 pilihan yaitu bumbu kacang atau bumbu padang, saya memilih bumbu padang. Rasanya cukup unik, tapi pas dengan lidah saya, dan yang pasti bikin nagih (apalagi kalau satenya dibumbu kacang).

Sate Gurita bumbu padang Rp 10.000

2. Mi Jalak
Mumpung lagi di Sabang, saya menyempatkan diri mampir ke Kedai Pulau Baru, yang terletak di Jalan Perdagangan 29, Kota Sabang, untuk mencicipi kuliner khas yang hanya ada ditempat ini, yaitu Mi Jalak. Mi Jalak merupakan mi berkuah bening yang dicampur dengan toge dan diatasnya ditaburi potongan daging ikan dan juga seledri. Rasanya unik dan porsinya mengenyangkan! Oiya, kita juga bisa minta ditambahkan telur setengah matang lho, yang pastinya rasanya lebih unik lagi :p


Seporsi Mi Jalak Rp 10.000

3. Mi Sedap
Mi Sedap (teman saya menyebutnya begitu) adalah versi lainnya dari Mi Jalak, tetapi dihidangkan tanpa kuah (versi saya sih). Saya menikmati mi ini di Kedai Mie Sedap yang terletak di Jalan Perdagangan 48, Kota Sabang. Rasanya enak dan (lagi-lagi) porsinya mengenyangkan (versi saya).
Seporsi Mi Sedap Rp 10.000

4. Rujak Buah
Sama seperti rujak buah pada umumnya, tapi rasanya segerr dan bikin nagih. Gimana ga nagih, pada saat itu saya makan rujak sambil menikmati Pantai Anoi Itam, hehehe. Siraman bumbu rujak yang berisi kacang uleg bercampur gula merahnya cukup banyak, ditambah taburan kacangnya ngebuat saya ngiler waktu nulis postingan ini (lebay!). Rujak ini saya nobatkan sebagai kuliner faforit saya di Sabang!
Rujak Buah Rp 6.000

5. Salak Sabang
Apa yang membedakan Salak Sabang dengan dengan salak lainnya? menurut saya, Salak Sabang memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan salak lainnya, tetapi rasanya manis. Salak ini banyak dijual di Pelabuhan Balohan, teman saya sempat beli sekilo, dan saya ikutan makan dan keterusan, hehehe :p

6. Mangga Sabang
Saya menemukan ada mangga sebesar ini ya di Sabang, gendut banget mangganya :p Yang saya tau, mangga gendut ini dijual di warung-warung di sekitar Pantai Pasir Putih. 
Giant Mango :p

Itulah beberapa makanan khas yang sempat saya coba selama di Sabang, sayangnya saya belum nyobain Bakpia Sabang dan Mi Kepiting :( Yah, semoga suatu saat saya bisa kembali menginjakkan kaki lagi di Sabang, Aamiin.

Senin, 17 Juni 2013

Around Weh Island

I've always traveling and having experience with different cultures and different people - Laurel Clark
My dreams come true! Yap, menginjakkan kaki di pulau paling barat Indonesia adalah salah satu impian saya, dan akhirnya saya bisa mewujudkannya dibulan Mei kemarin. Saya sangat menyukai pulau ini, banyak yang masih alami disini, pantainya, hutannya, aahhh...alamnya masih alami. Suasananya juga enak, sejuk pas lewat hutan, (kotanya) gak terlalu rame bahkan cenderung sepi di beberapa tempat. Suka banget sama pulau ini, doh! mendadak pengen kesini lagi :(

How to get there?
Dari Banda Aceh, bisa pergi menuju Pelabuhan Ulee Lheue, dan menaiki kapal ferry (tarif ekonomi Rp 18.850 dan untuk motor Rp 23.700) ataupun kapal cepat (ekspress) (tarif ekonomi Rp 55.000, eksekutif Rp 65.000). Jadwal kapal menuju Pelabuhan Balohan (Weh) dan menuju Pelabuhan Ulee Lheue (Banda Aceh), sebagai berikut :

BBM teman tentang jadwal kapal
Selama berada disini, saya menginap dirumah Ka' Lisa, seorang teman yang baru saja saya kenal, yang menawari saya untuk menginap dirumahnya, LUCKY ME. Rumah ka' Lisa berada di sekitar pantai pasir putih, jauh dari kota Sabang, melewati jalan berliku, menanjak, hutan dimana-mana, dan saya bersyukur karena dengan begini saya jadi puas menikmati alamnya :) Lagi-lagi saya bisa bersosialisasi dengan warga lokal, kasih centang deh, karena tujuan saya terwujud :) Berikut adalah tempat-tempat keren di Pulau Weh yang sempat saya kunjungi.....

1. Gunung Berapi (Volcano)
Ga nyangka ternyata di Pulau Weh terdapat gunung berapi, letaknya di daerah Jaboi, jalurnya sih jarang dilewati orang, bahkan saya bilang sepi. Saya sempat bingung sewaktu tiba di lokasi, bingung dimana gunungnya, karena yang nampak adalah pemandangan seperti foto dibawah ini. Kemudian saya tersadar sendiri, mungkin inilah gunungnya, karena tidak ada lagi dataran yang lebih tinggi daripada ini. Yang membuat saya tidak betah berlama-lama disini adalah bau belerangnya yang menyengat.

Mungkin inilah gunungnya...
Belerang

2. Danau Aneuk Laot
Saya hanya melihat keindahan danau air tawar ini dari kejauhan, tidak sempat untuk mengunjunginya lebih dekat, danau ini berbatasan dengan laut. Nama Aneuk Laot diberikan karena pulau ini dikelilingi laut, tetapi kabarnya danau ini dapat mencukupi kebutuhan air bersih untuk masyarakat.

Danau Aneuk Laot
Keren :)

3. Pantai Kasih - Sabang Fair
Pantai ini terletak dekat dengan Sabang Fair, katanya sih tempat faforit untuk melihat sunset. Pantai ini juga berdekatan dengan Pantai Tapak Gajah dan Pantai Paradiso, saya sempat melewati pantai-pantai tersebut, terlihat masih natural. Kelar sunsetan, mampir ke Sabang Fair buat jajan kayanya okeh, karena di sekitar sini terdapat beberapa penjual jajanan.

Menunggu sunset
Gajadi sunsetan, mendung :(

4. Pantai Pasir Putih
Awalnya niat saya kesini adalah untuk snorkling, tetapi batal karena gerimis dan ombaknya lagi ga bagus. Alhasil saya cuma mampir bentar disini, dan melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya. Pantai Pasir Putih terlihat masih alami, sayangnya banyak kotoran yang alami  juga seperti ranting kayu, dedaunan dan tumbuhan laut.

Pantai pasir putih

5. Tugu Km 0
Sepertinya ini adalah tempat wajib yang harus dikunjungi apabila setiap orang bisa menginjakkan kaki di Pulau Weh. Terletak di Desa Iboih Ujong Ba'u, dekat dengan pantai Iboih, tetapi cukup jauh dengan Kota Sabang (mungkin sekitar 45 menit). Tugu ini adalah bangunan yang memiliki tinggi sekitar 22,5 meter dengan bentuk lingkaran. Must visit, sayangnya disini terdapat banyak coretan dari tangan-tangan usil -,- Oiya, dari sini, saya bisa melihat Laut Andaman dari kejauhan.
Saya sempat bertemu dengan pengendara motor gede, yang jauh-jauh ke Pulau Weh hanya untuk mengunjungi tugu yang merupakan penanda geografis wilayah paling barat di Indonesia ini, sore hari mereka sampai Pulau Weh, paginya langsung balik lagi ke Banda Aceh, ckckck gak capek apa?

Saya & Tugu KM 0
Berdiri tepat di titik KM 0 Indonesia *proud*

6. Pantai Iboih - Pulau Rubiah
Kedua tempat ini adalah tujuan faforit bagi siapapun yang ingin berlibur ke Pulau Weh, terutama bagi yang hobi snorkling, dan juga diving. Menurut saya pribadi, snorkling di Iboih memang keren, karena memiliki visibility yang bagus.


Please, note it!
Bening bgt khan :p
Santai di Iboih *heaven*

7. Pantai Gapang
Pantai ini letaknya tak jauh dari Pantai Iboih, dan ini merupakan pantai favorit saya di Sabang. Kenapa? karena pantai ini sepi dan memiliki garis pantai yang panjang, dengan begitu saya bisa seharian disini sambil bermain ayunan yang terdapat pada beberapa pohon besar disekitar pantai *heaven*


Pantai Gapang
Santai...lagi di pantai :p
Me & the beach :)

8. Air Terjun Pria Laot
Ternyata ada juga air terjun di Pulau Weh ini, yap! namanya Air Terjun Pria Laut. Untuk menuju kesini, harusnya kendaraan berhenti di depan menara semacam PDAM-nya Sabang. Tetapi, saya dan teman-teman saya malah nekat untuk menaiki motor melintasi jalur sempit dan jembatan kecil, dan kemudian berhenti karena jalurnya tidak bisa dilewati akibat pohon tumbang, hehehe... Setelah beberapa meter meninggalkan motor, kami melewati (bahkan naik turun) batuan terjal, serta menyebrangi sungai, SERU!!!
Air terjun ini terletak di dalam hutan, suasananya hening sekali. Kami sempat putus asa, karena tidak kunjung menemukan air terjunnya, dan juga jalurnya membingungkan, tetapi kami tetap berjalan kedepan. Hingga akhirnya, kami menemukan air terjun kecil yang cukup memukau :)

Penampakan air terjunnya...

9. Pantai Anoi Itam
Pantai Anoi Itam memiliki pasir berwarna hitam, sesuai dengan namanya. Pemandangan disini juga tidak kalah bagusnya dengan pantai-pantai lain di Sabang. Katanya sih, pasir di pantai ini lebih berat daripada pasir hitam pada umumnya, ini dikarenakan pasirnya mengandung bahan tambang jenis nikel yang tinggi dalam komposisi mineral penyusunnya. Karena pada saat itu hujan turun, maka saya tidak sempat mengabadikan dalam kamera saya, tapi saya mengabadikannya melalui ingatan saya :)

10. Pantai Sumur Tiga
Letak pantai ini lumayan dekat dengan Pantai Anoi Itam, searah jalannya. Pantai ini memiliki pasir yang putih, ombak yang cukup besar dan garis pantai yang panjang. Banyak yang bilang, disinilah kita bisa melihat sunrise yang keren, karena letak Pantai Sumur Tiga (dan Pantai Anoi Itam) yang berada di timur. Sayangnya, saya belum sempat melihat sunrise keren itu T__T Maybe, next time yaaa... Aamiin!

11. Tugu Sabang - Merauke
Tugu ini terletak didepan kantor walikota Sabang, dinamakan Tugu Sabang Merauke karena memiliki kesamaan bentuk dengan tugu yang ada di Sota, Papua. Saya kemari pada malam hari, dan tidak sempat mengabadikan dengan kamera :(

12. Hotspring
Merupakan pemandian air panas yang eksotis, karena dari sini saya bisa melihat pemandangan laut.
Sambil berendam, sambil menikmati sepoi angin laut

Yakkk....acara keliling pulau selama 3 hari 2 malam dengan menaiki motor ini sangat seru! Walaupun cuaca pada saat itu tidak mendukung, karena mendung sepanjang hari dan kadang ditemani gerimis, serta saya belum mengunjungi semua tempat keren di Weh, saya tetap bersyukur dan senang. Bersyukur dan senang karena bisa tinggal dan ditemani jalan-jalan sama ka' Lisa, dibantu dan ditraktir sama bang Hijrah (owner PIYOH), bertemu dengan banyak orang baik dan banyak mendapat informasi serta pengalaman baru. 
Semua tempat yang telah saya kunjungi di pulau ini masih teringat jelas di memori saya, bahkan warna-warna cantik alamnya. Hanya mata saya yang menjadi saksi keindahan pulau ini, karena tidak semua keindahan bisa ditangkap jelas oleh kamera. Harapan saya masih sama dengan postingan sebelumnya, semoga saya bisa menginjakkan kaki lagi di pulau ini, Aamiin.....

Ngemperrr XD
See you again, Weh!