Kamis, 15 September 2011

LOMBOK hypnotyze me!!! (Part 2)

sweep panorama TANJUNG AAN

Hari 5 – 11 September 2011
Hari kelima saya mengunjungi daerah Lombok Tengah, untuk berpantai ria di Pantai Tanjung Aan yang menurut saya adalah pantai paling bagus pemandangannya, Pantai Kuta dan Pantai Mawun yang sepi sehingga sangat tenang disini, serta melihat sebentar desa sasak yang kebetulan satu arah dengan Kuta.

Tanjung Aan







Kuta





Mawun




 

Hari 6 – 12 September 2011
Kami mengunjugi Sekotong, daerah pantai yang cantik, dan ditengah laut terdapat Gili Nanggu dan 3 Gili lainnya.terlihat dari jauh, pasirnya putih, belum ada bangunan dan pastinya sangat tenang berada disana. Prediksi kasar saya, beberapa tahun ke depan ke 4 Gili di kawasan Sekotong bakalan banyak dikunjungi turis mancanegara. Sayangnya kami tidak sempat mengunjungi 4 Gili tersebut.



Malamnya, kami menghabiskan malam terakhir kami di Pulau Lombok dengan bersantai di Malimbu, kawasan Senggigi. Sambil makan jagung bakar, saya teringat pengalaman selama di Lombok, AMAZING!!! Jadi berat hati untuk pulang :(

Hari 7 – 13 September 2011
Pagi2 sekali kami harus bangun pagi untuk kembali ke Surabaya menggunakan penerbangan paling pagi dari Lion Air. Sumpah… rasanya berat sekali untuk pulang ke rumah, Lombok terlalu indah :(
Suatu saat, saya akan pergi ke Lombok lagi, JANJI…

Rabu, 14 September 2011

LOMBOK hypnotize me!!! (Part 1)


Gili Trawangan's view

LOMBOK…
saya selalu ingin kesini, dan akhirnya pada tanggal 7-13 September 2011 sampailah juga saya disini.
kesan pertama yang saya dapat, pulau ini hampir mirip dengan pulau dewata, tapi ada sesuatu di pulau ini yang tidak dimiliki oleh pulau dewata, yaitu kebudayaan islam dan hindu yang hidup dalam kerukunan, dan salah satunya tercermin dalam bangunan pura dan masjid.
tapi,  sebenarnya tujuan saya kesini adalah untuk mengunjungi pantai-pantainya, karena saya sangat suka pantai. Dan keeksotikan pulau ini jugalah yang membuat saya ingin kesini. Awalnya saya kesini sebagai solo traveler, dan sama sekali tidak tahu apa yang harus saya lakukan disana, akan menginap dimana, dan lain-lainnya. Inilah cerita perjalanan saya selama seminggu di pulau lombok…


Hari 1 – 7 september 2011
Sekitar jam 10, saya tiba di bandara selaparang, kota mataram, di pulau lombok dengan menaiki pesawat LION AIR (yang sebenarnya dioperasikan oleh WINGS AIR) dengan pesawat yang lebih kecil daripada pesawat yang saya naiki biasanya. Hampir saja saya ketinggalan pesawat di bandara internasional juanda karena macet.
sesampainya di bandara selaparang, saya dijemput oleh Wayan, seorang teman baru yang baru saya kenal lewat sms sehari sebelum saya berangkat ke lombok, dia sangat baik sekali hingga mau menjemput saya di bandara. Lalu saya diantar kerumahnya untuk beristirahat, ternyata wayan seorang hindu, terlihat dari rumahnya yang memiliki pura untuk tempat bersembahyang dan juga persinggahan nenek moyang (katanya). Orangtuanya adalah orang bali, dan sangat mencintai adat dan kebudayaan mereka, terlihat dari cara mereka menceritakan mengenai adat serta kebudayaan Bali. Keluarga Wayan sangat ramah dan baik terhadap saya, saya langsung berpikir, “betapa beruntungnya saya :)
sorenya, sekitar jam 6 (yang menurut saya terlihat seperti jam 5 di pulau jawa) saya diajak wayan untuk jalan2 di sekitar Senggigi hingga Malimbu. Karena pada hari itu bertepatan dengan hari raya ketupat, maka jalan menuju kesana dan jalan di sekitar senggigi sangat padat dan macet. Ternyata penduduk lokal lebih banyak yang merayakan hari raya ketupat di Senggigi, dan selalu setiap tahun seperti ini.
pemandangan malam di Malimbu sangatlah bagus, dan dari Malimbu, saya bisa melihat Gili Trawangan juga :) Lalu, saya diajak makan malam di sebuah tempat makan yang menjual makanan khas Lombok, yaitu Ayam goreng Taliwang & Plecing Kangkung... Yummy...


Hari 2 – 8 September 2011
Dihari kedua saya hanya berkeliling kota Mataram dan Lombok Barat, dengan menaiki sepeda motor wayan (tapi sebelumnya saya harus mengantarnya ke kantor dahulu). Sebelum jalan-jalan, saya mampir ke Mataram Mall dahulu, yang merupakan satu-satunya mall di Pulau Lombok untuk sarapan di KFC :D
setelah kenyang sambil numpang hot spot internet gratis, saya berangkat menuju rute pertama saya ke Pura Lingsar, lalu menembus daerah Lombok Barat menuju Suranadi, dan akhirnya kembali ke kota mataram untuk mengunjungi taman air Narmada. Narmada merupakan tempat yang bagus dan sejuk, saya memutuskan untuk berlama-lama dan beristirahat disini
:) setelah sekitar 2 jam saya di Narmada, saya kembali melanjutkan perjalanan ke Pura Meru dan Pura Mayura. Sejujurnya, saya tidat terlalu tertarik dengan pura-pura disana, jadi saya tidak banyak berkomentar mengenai pura-pura ini. Lain orang lain ketertarikan :)

Pura Lingsar
Pura Suranadi
Pura di Narmada
NARMADA
Pura Meru
 

Malamnya wayan mengajak saya jalan lagi untuk membeli oleh-oleh. Saya ingin membeli kaos saja untuk teman dan saudara terdekat saya, dan diajaklah saya ke daerah Cakranegara, yang lokasinya bersebelahan dengan Mataram Mall. Saya mendapat harga IDR 20k untuk 1 kaos dengan bahan kaos yang lumayan bagus. Cukup murah menurut saya, tapi memang nego harga sangat diperlukan dalam kemurahan kaos tersebut, hahaha....
setelah membeli oleh-oleh saya diajak makan malam, dan kali ini saya ditraktir :)


Hari 3 – 9 Septermber 2011

saya dihubungi oleh teman saya yang baru saja turun dari gunung Rinjani untuk rencana hari itu pergi ke Gili Trawangan. Langsung saja saya berkemas dan menghubungi wayan tentang bagaimana transportasi menuju Gili trawangan. Karena, transportasi di mataram ini terbilang sulit bagi saya :(
aah… lagi-lagi wayan dan temannya, Hadi mengantar saya sampai mendapatkan Engkel untuk menuju daerah Pemenang (Engkel di Lombok, merupakan kendaraan Bison yang jorok dan kebanyakan selalu kelebihan muatan). Dan lagi-lagi saya berpikir, “beruntungnya saya… baru pertama solo traveler, sudah mendapat teman baru yang baik sekali :)”
perjalanan dari kota mataram menuju Pemenang sekitar satu jam melewati Pusuk. Dan pada akhirnya saya tiba di Pemenang sekitar jam 2 WITA. Saya langsung bertemu teman saya, NK dan Taufiq yang merupakan teman Backpacker di Surabaya. Kami langsung belanja kebutuhan makanan dan minuman di Pemenang, karena takut kalau harga di Gili Trawangan lebih mahal, karena banyaknya turis disana.
setelah belanja, kami menaiki Cidomo menuju tempat penyebrangan Bangsal (Cidomo di Lombok, merupakan kereta kuda atau dokar, katanya sih singkatan dari cikar dokar mobil)
sesampainya di bangsal, saya langsung membeli tiket penyebrangan ke Gili Trawangan seharga IDR 10k. dan tidak menunggu lama, kami langsung menaiki kapal panjang menuju ke Trawangan. Perjalanan menaiki kapal ini sekitar 20 menit jika cuaca sedang baik, dan mungkin 30 menit jika cuaca sedang buruk.
saat menginjakkan kaki di Gili Trawangan, saya merasa tidak berada di Indonesia, karena banyak sekali turis asing yang berlalu lalang di sekitar sana. Keadaan pantainya sangat indah, dengan pasirnya yang putih dan air lautnya yang bewarna biru serta hijau, ini adalah salah satu surga indonesia, pantas saja sangat banyak turis asing berkeliaran di pulau :)
saya, NK dan Taufiq terlebih dahulu mencari penginapan murah, setelah setengan jam berjalan kaki, akhirnya kami mendapat penginapan murah di Lucky House seharga IDR 150k/kamar/malam dengan fasilitas kamar mandi dalam dan gratis teh/kopi di pagi hari, lumayan lah untuk backpacker seperti saya J sore harinya kami berjalan-jalan sambil menunggu sunset dengan menaiki sepeda yang kami sewa di penginapan seharga IDR 30k/sepeda, cukup murah bukan?
menjelang terbenamnya matahari, banyak sekali wisatawan yang memadati tempat ini, sunset view yang terletak di ujung pulau. Setelah kami mendapatkan sunset yang indah, kami kembali ke penginapan dengan menaiki sepeda sewaan untuk mandi dan makan malam.

My Fave Spot
waiting for sunset
sunset @ Gili Trawangan

sekitar jam 8 malam WITA, kami berjalan-jalan lagi untuk menikmati suasana malam ala turis asing, kami mampir di sebuah cafe yang menyediakan wifi gratis sambil menikmati pantai dan sejuknya angin pantai. Menjelang jam 10 malam WITA, kami bersepeda kembali menuju salah satu pub/cafe disana yang sedang mengadakan party. Yeah…saya hanya bertahan sebentar disana karena tidak terlalu suka keramaian dan hingar bingar disana. Setelah capek berjalan-jalan seharian, kamipun kembali ke penginapan untuk tidur.

Hari 4 – 10 September 2011
Di hari keempat ini, kami akan snorkling. Yeah… ini untuk kedua kalinya saya snorkling setelah snorkling pertama kali di Karimun Jawa. Ada 4 spot snorkling yang kami kunjungi, serta sejam beristirahat di Gili Air yang lebih sepi dari Gili Trawangan. Kami ikut paket snorkling ini seharga IDR 110k/orang.

The Tourist enjoy Gili Air
Beautifully Gili Air
Gili Meno

tepat jam 2 siang, kami menyeberang kembali ke Bangsal, untuk kembali ke Mataram. Disana kami menginap dirumah Rinja, yang lagi-lagi merupakan teman baru (host) kami.

Nyambung ke Part 2...