Ini adalah kesekian kalinya saya melakukan perjalanan bersama BPI Surabaya, perjalanan panjang yang sebelumnya saya rindu untuk melakukannya (lagi). Perjalanannya sudah pasti seru menuju ke Taman Nasional Merubetiri yang berada di Banyuwangi-Jember! Perjalanan menyenangkan ini menghabiskan 3 hari 3 malam bersama mereka yang notabene orang-orang gila dibidangnya masing-masing :D Dan lagi, kami bakalan camping! Kalau ada embel-embel camping, susah buat nolak sih! Oiya, Peserta trip kali ini adalah :
·
Saya sendiri - Om Danny - Ck Soen - Maya - Nani - Bu Guru - Oliv - Wolly - Andri - Gondrong - Deny Andrean - Deny Caem - Hamdan - Risky - Jatianto - Roni - Dimas - Bias - Dan 2 cewe yang saya lupa namanya (maafin saya yak!)
Perjalanan dimulai dari Stasiun Gubeng, kami sepakat untuk
bersama-sama naik kereta Sritanjung menuju Banyuwangi. 6 jam didalam kereta
terasa menyenangkan, ngobrol sama kenalan baru, share pengalaman, dan pastinya
konyol-konyolan di kereta. Hahaha.
Sesampainya di Banyuwangi, tepatnya kami turun di Stasiun
Kalisetail karena dekat dengan daerah Jajag, yaitu rumah Bu Guru (teman kami
yang tinggal di Banyuwangi), karena kami akan bermalam dirumahnya.
Besok paginya, kami berangkat menuju Taman Nasional Meru
Betiri dengan menyewa truk, perjalanan ditempuh dengan durasi 2 jam. FYI, akses menuju ke pantai-pantai di TN Merubetiri menurut saya belum bisa dijangkau oleh mobil biasa, karena harus melewati hutan (yang sudah pasti jalannya gak bagus) dan menyebrangi sungai, normalnya sih pakai mobil 4WD ato mobil yang rodanya gede dan kompatibel sama medan gitu. Itulah sebabnya kami sepakat untuk menyewa truk saja, karena kami ber20. Sesampainya di TN Meru Betiri, tempat pertama yang kami tuju adalah Benteng
Jepang dan Pantai Rejegwesi.
Selanjutnya kami menuju ke Teluk Hijau atau yang
biasa dikenal dengan Green Bay. Untuk menuju ke Green Bay, harus melewati
jalanan naik turun yang cukup menguras tenaga. Tapi percayalah…dibalik medan
yang cukup berat, terdapat view yang amazing! Dan itu berlaku di Green Bay :) Pantainya bagus
banget! Keren banget! Perpaduan pasir putih, air laut dengan beberapa gradasi
warna, dan untuk ukuran pantai selatan ombaknya tidak terlalu besar.
Penampakan Pantai Rejegwesi dari kejauhan |
Green Bay |
Favorit~ di Banyuwangi |
With BPI Surabaya |
Puas bersantai di Green Bay, kamipun melanjutkan perjalanan
ke Sukamade, semacam tempat penangkaran penyu hijau. Akses jalan menuju ke
Sukamade tidak bagus, kami benar-benar melintasi hutan dan sungai. Selama 1,5
jam kami digoyang diatas truk, rada pusing sih, tapi kalo dibuat seneng
perjalanannya tetap terasa seru. Yakin deh!!! Oiya, beberapa dari kami sempat
mengambil beberapa cengkeh pisang, pepaya, semangka dan beberapa buah kelapa
muda. Anggap saja alam menyediakannya untuk kami (padahal ngambil tanpa izin)
:D
Dan akhirnya…sampailah kami di Sukamade. Hal pertama yang
kami lakukan adalah makan siang dengan bekal seadanya, membelah semangka-kelapa
muda, kemudian mendirikan tenda di camping ground yang letaknya tak jauh dari
pos penangkaran.
Sore harinya saya beserta teman-teman bersiap-siap untuk
melepaskan tukik (bayi penyu) menuju laut. Saya pernah baca dimana gitu, hanya
ada beberapa penyu yang bertahan hidup hingga dewasa, dari puluhan bahkan
ratusan anak penyu yang dilepas ke lautan. Sisanya ada yang dimakan predator,
dan banyak faktor alam lainnya. Kasian ya :(
Turtle Race :D |
Beautiful sunset @ Sukamade |
Foto bareng wajib hukumnya :D |
Sekitar jam 10 malam, kami diajak oleh ranger Sukamade untuk
melihat langsung penyu bertelur di pantai. Sambil menunggu saat yang tepat,
kami dilarang berisik dan menyalakan senter, persis kaya lagi mengintai musuh
gitulah. Setelah setengah jam menunggu sambil tiduran di pasir, kamipun
mendatangi si ibu penyu yang lagi asik bertelur. First time in my life!
Penyunya besar banget, proses bertelurnya juga terbilang lancar.
Hello...ibu penyu~ |
Setelah puas foto-foto bareng ibu penyu, kamipun kembali ke
camping ground. Saat perjalanan kembali, kami melihat beberapa ibu penyu yang
akan bertelur berjalan di pasir. Ada 1 atau 2 penyu yang mungkin merasa
terganggu dengan tamu-tamu di Sukamade, sehingga penyu tersebut memilih untuk
kembali ke laut. Hal tersebut sangat tidak bagus, karena nantinya penyu
tersebut akan mengeluarkan telurnya di dalam laut, yang sudah pasti telurnya
tidak akan selamat. Jadi intinya, jangan mengganggu ibu penyu yang akan
bertelur ya! Dengan begitu kita sudah ikut serta menjaga kelestarian penyu :)
Keesokan harinya kami kembali ke rumah bu guru lagi,
ditengah perjalanan beberapa dari kami sempat mandi di sungai, saya sih cukup
main air :D Oiya, setelah itu kami kulineran ayam pedas khas Banyuwangi, kemudian lanjut ke Red Island yang lumayan hits dikalangan para penggila surfing.
Malamnya kami pulang ke Surabaya naik kereta Mutiara Timur,
tak lama setelah duduk di dalam kereta kami langsung terlelap kedinginan hingga
sampai di Stasiun Gubeng. Sampai ketemu di trip selanjutnya ya temen-temen BPI
Surabaya.
Saat saya ke Taman Nasional Meru Betiri (Sukamade), pengalaman yang berkesan saat ke pantai Sukamade dini hari dan memantau Penyu Hijau saat bertelur. Awesome!
BalasHapussama!
Hapusapalagi kemaren pertama kali buat saya ngeliat penyu bertelur :D