Kamis, 07 Maret 2013

Me and My Blog :)

Hallo...
Postingan saya kali ini mengenai sejarah saya nge-blog! Random banget ya postingan kali ini, dibandingkan postingan sebelumnya tentang catatan perjalanan saya. Saya pertama kali menulis blog sewaktu kuliah semester awal, sekitar tahun 2006an, waktu itu saya menggunakan blogger.com atau sekarang lebih dikenal dengan blogspot.com. Tujuan awal saya menulis blog adalah sebagai sarana curhat, pengingat dan juga berbagi cerita mengenai hal-hal yang terjadi pada saya. Blog saya yang pertama dulu berisikan curhatan, cita-cita, masalah kuliah dan percintaan (ceilah...), hobi baru yang sedang saya tekuni, teman-teman dekat saya, kuliner, liburan / travelling, serta musik dan film favorit. Isinya random banget kan? hahaha. Tapi sayangnya, blog yang ini sekarang udah ga bisa di buka lagi, karena pada tahun 2011 ada yang iseng banget ngutak-atik email saya. Alhasil akun twitter, blogspot, myspace, dan couchsurfing saya tidak selamat :( Saya terpaksa membuat akun twitter dan blogspot baru, dan blog NUQEE HANASHI ini lah akun baru saya dan blog yang masih saya pakai sampai sekarang. Sebenarnya, amat sangat disayangkan mengenai errornya blog pertama saya, mengingat disitu banyak cerita dan tulisan yang bersejarah buat saya. Dan juga, di blog pertama saya, tampilannya cukup keren (bangga), karena saya meminta tolong kepada seorang teman yang jago web desain, untuk merombak tampilannya, dan hasilnya memuaskan, keren banget! Tapi sayang sekarang udah da bisa di akses sama sekali :(
Di blog yang baru ini (sebenarnya baru aktif di awal tahun 2012), saya lebih fokus untuk menceritakan tentang perjalanan saya ke suatu tempat baru, mengenai tempat keren (yang masih berhubungan dengan alam), beberapa kejadian menarik dalam hidup saya, serta hal-hal menyenangkan yang ingin saya tulis (masih seputar travelling dan friendship kok). Disini saya belajar untuk mendesain tampilan blog secara amatir menggunakan sarana yang ada di blogspot, yah! cukup memuaskanlah versi saya :D 
Semoga blog saya yang ini, bisa tetap eksis, dalam artian semoga saya bisa rajin posting dan juga semoga saya diberikan kesehatan dan rezeki supaya cita-cita saya mengeksplor Indonesia tetap berlanjut. Aamiin. Dengan makin banyaknya tempat yang saya kunjungi, maka saya akan punya banyak bahan pula untuk menulis blog :D
Oiya, saya juga punya media lain untuk berbagi, saya menggunakan tumblr.com, blog pribadi ini berisikan hal-hal random yang menarik bagi saya. Silahkan klik NUQEEpedia untuk mengetahui isinya :)


Rabu, 06 Maret 2013

Long Journey to DIENG Plateau

Pertama-tama, saya tidak pernah menyangka bakalan pergi kesini, karena saya tidak terlalu suka pergi ke kawasan dataran tinggi. Tapi setelah perjalanan ini usai, pemikiran saya tentang liburan ke dataran tinggi mulai berubah, bahkan saya ketagihan. Saya biasa mendengar kawasan ini dengan sebutan DIENG PLATEAU, denger dari namanya aja uda keren, ditambah saya browsing tentang kawasan ini dan foto-fotonya terpampang indah sekali di layar laptop saya :D
Saya pergi kesini bersama dengan 13 orang teman saya dari BPI Surabaya, Kami terdiri dari 8 cewe dan 6 cowo, gak imbang sih benernya, tapi tetep fun kok :) Sebenarnya, ada beberapa dari mereka yang tidak saya kenal, tapi santailah, seiring dengan waktu kami pasti akan berteman, bahkan bersaudara . Kami ber14 melakukan perjalanan panjang ini dari tanggal 5 hingga 8 April 2012, Ini dia ceritanya.....

5 April 2012
Kami semua sepakat berkumpul di ruang tunggu baru Terminal Purabaya (Bungurasih), pada jam 9 malam, tetapi entah kenapa malam itu jalanan menuju terminal sangatlah macet, maka kami semua baru berkumpul jam 10 malam. Malam itu, bis jurusan Semarang tumben-tumbenan sepi, padahal yang mau ke Semarang banyak banget lho! Dan akhirnya, setelah bersabar cukup lama, kami baru naik bis Widji pada jam (hampir) 12 malam (what? ini kan uda tengah malam banget :|), bis ekonomi seharga Rp 36.000 itu seolah-olah menjadi harapan terakhir kami, padahal kami berencana untuk naik bis patas, supaya bisa beristirahat. 

6 April 2012
Sekitar jam setengah 8 pagi, kami baru sampai di Terminal Terboyo, Semarang. Saya baru pertama kali kesini, jujur terminalnya kemproh, apalagi kamar mandinya :| Sebelum lanjut menuju Wonosobo, kami sarapan terlebih dahulu di warung sekitar, saya memesan soto ayam yang rasanya gak banget, kuahnya gak berwarna dan gak berasa, semoga soto-soto di Semarang tidak seburuk soto terminal ini :|
Kami naik bis ekonomi jurusan Wonosobo pada jam 9 pagi, harga tiket bisnya Rp 20.000. Dan pada siang itu, jalanan menuju Wonosobo macet sekali (elus dada aja dari semalam karena kena macet), kan kami baru sampai di Terminal Wonosobo pada jam 2 lebih (padahal harusnya 3 jam perjalanan lho). Saya menyempatkan untuk mandi di terminal ini, saking gerahnya, dan setelah sejam disini akhirnya kami ditemani Pak Didik, guide yang kami sewa selama disini, menaiki bis kecil menuju ke pemandian air panas ..... (saya lupa namanya :D). Disini para cewe mengantri mandi air hangat, dan para cowo kegirangan di kolam air hangat, hahaha...
Setelah berendam air hangat
Setelah puas berhangat-hangat dan berendam-rendam, dan badan terasa segar, kami melanjutkan perjalanan ke Telaga Menjer. Pemandangan disini cukup indah, sayangnya kami datang dikala senja, jadi beberapa bagian danau sudah tertutup kabut :( Tapi, itu tidak mengurangi antusiasme kami untuk foto narsis-narsisan disini.
Telaga Menjer
Ditemani oleh kabut dibelakang
Menjelang maghrib, kami naik kedalam bis untuk menuju penginapan di Matahari home stay. Yak, karena kami berada di ketinggian 2100 MDPL, maka makin malam makin mantap dinginnya, serius deh duingin banget!
Oiya, kami sempat mampir ke tempat pembuatan carica, manisan khas Dieng. Katanya sih terbuat dari pepaya khas Dieng, per botol selai dijual Rp 10.000, rasanya manis-manis enak kok, bikin nagih.
Malam ini kami harus beristirahat lebih awal, karena besok pagi-pagi sekali kami akan melihat sunrise yang (katanya) bagus banget di Desa Sikunir, Desa paling tinggi di Jawa Tengah.

7 April 2012
Sekitar jam 3 pagi kami bangun, hal pertama yang saya rasakan ketika bangun tidur adalah kedinginan, gila! padahal saya uda pakai jaket khas pendaki gunung, kaos kaki ditambah selimutan lagi, masih aja dingin. Tapi setelah tubuh saya beradaptasi dengan sang hawa dingin, lama-lama saya terbiasa :D Setelah sholat subuh, kami menuju ke Puncak Sikunir. Karena kami ingin melihat sunrise secara langsung, maka kami harus naik menanjak ke bagian atas dengan lama pendakian 30 menit. Jujur, saya merasa cepat lelah sekali, karena dingin - makin ke atas, oksigen makin berkurang = ngos-ngosan - jarang olah raga - nanjaknya mantap cuy! Dan akhirnya...kami sampai juga di puncak Sikunir, bertepatan dengan matahari yang bersiap untuk keluar.
Beautiful Sunrise
us :*
Telaga Cebong, terletak di Desa Sikunir
Pemandangannya Subhanallah!!!
Selanjutnya, kami menuju ke Kawah Sikidang, pemandangan keren banget disini, ditemani dengan asap belerang dimana-mana, so...kalo kesini prepare masker deh buat yang ga betah sama bau belerang. Disini beberapa teman saya sempat melumuri wajah mereka dengan sulfur, katanya sih bagus buat kulit, tapi saya tidak ikut melakukannya :D
Me & Sikidang Crater
Tujuan kami selanjutnya adalah Telaga Merdada, disini kami kami sempat mengobrol dengan warga sekitar mengenai anak rambut gimbal, saya cukup tertarik dengan topik satu ini. Disini kita bisa menyewa perahu untuk berkeliling telaga. Kami menghabiskan waktu disini dengan foto-foto, duduk selonjoran dan juga makan siang.
Siang itu di Telaga Merdada
Bersama cowo-cowo kece :D
Setelah perut kami kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke Sumur Jalatunda dan juga Kawah Sileri yang lagi-lagi saya disuguhi pemandangan indah kawasan Dieng :)
Sumur Jalatunda
Indahnya Kawah Sileri
Sweep Panorama Kawah Sileri
Wisata di kawasan Dieng seakan gak ada habisnya, selanjutnya kami menuju ke komplek Candi Arjuna, dimana terdapat beberapa bangunan bersejarah dan terdapat kawasan untuk bersepeda.
Cold in here!
Rada berkabut :(
Sebagai penutup acara eksplor Dieng kali ini, kami diantarkan ke Telaga 3 Warna yang merupakan most wanted wisata Dieng. Lagi-lagi kami harus naik keatas untuk mengetahui perbedaan warnanya, waktu itu saya melihat warna hijau-biru-kuning, tetapi kata guide kami, di waktu yang berbeda akan timbul warna yang berbeda pula.
View dari atas
Barengan bu guru Trin Mahera
Photo by Mehdia
Sebenernya, seharian ini kami belum mandi lho :D maka kami harus mandi. Kami mandi di pemandian air hangat yang kemarin kami datangi, Segar rasanya badannya ini setelah mandi, siap untuk diajak eksplor lagi :D
Sebelum benar-benar meninggalkan Wonosobo, kami sempatkan untuk mencicipi kuliner khas daerah ini, yaitu mi ongklok. Rasanya memang enak, bikin nagih deh, bahkan kami malah mendapatkan resepnya.
Penampakan mi ongklok *By Mehdia*
Dengan badan yang terasa segar dan perut kenyang, kami siap untuk melanjutkan perjalanan menuju Jogjakarta, karena kami berencana pulang ke Surabaya via Jogja dengan kereta Sritanjung.
Sekitar jam 9 malam, sampailah kami di Kota Jogja, dan kami disambut hangat oleh teman-teman BPI Jogja di Pendopo Dalem.

Bersama kawan-kawan BPI Jogja
8 April 2012
Jam 7 pagi sampailah kami di Stasiun Lempuyangan, diantarkan oleh teman-teman BPI Jogja, bahkan ditungguin pula sampai kami masuk ke dalam. Kereta kami baru berangkat sekitar jam 8 lebih, dan kami akan menempuh perjalanan selama 6 jam. Tau apa yang terjadi? Selama 6 jam di dalam kereta kami banyak melakukan hal-hal konyol, dan membuat keramaian, bahkan kami sempat dimarahin oleh anak kecil karena terlalu ramai :D

Selesai sudah perjalanan panjang selama 4 hari ini, ucapan terima kasih untuk ke 13 teman saya (Deny, Danang, Hamdan, Ian, Gondrong,  Zainal, Penny, Evi, Rizka, Ndip, Nani, Mehdia dan Trin Mahera) yang saling menjaga dan mengingatkan. Terima kasih untuk teman-teman BPI Jogja atas keramahannya, khususnya Mas Oki yang rumahnya diinapin sama kita :) Dan terima kasih untuk Dieng, alammu sungguh menakjubkan!!!

Senin, 04 Maret 2013

On My Way to Home (Flores Trip Part 4)


Postingan ini merupakan postingan terakhir saya selama 10 hari di Flores. Untuk postingan sebelumnya, silahkan klik link dibawah ini untuk mengetahui cerita seru saya selama di Flores :D

Flores Trip part 1 - T.N Komodo
Flores Trip part 2 - Kelimutu
Flores Trip part 3 - Bena Village

Gak terasa sudah 6 hari saya berada diluar rumah, sebenernya ga ada pengaruhnya sih, karena saya sudah terbiasa berada diluar rumah. Tahun 2012 ini, mobilitas saya cukup tinggi (ceilah...) mungkin akibat banyaknya tiket promo yang berhasil saya dapatkan, bertambahnya teman-teman yang sama-sama hobi traveling, ajakan untuk kesana kesini, serta banyak faktor lainnya. Tapi bagaimanapun, saya tetap merindukan kamar bertembok kuning super nyaman, kasur super nyaman ditambah bantal kesayangan saya dirumah. Saya adalah tipe orang yang bisa tidur dimanapun, bahkan tidur di terminal, bandara dan stasiun pun sudah pernah saya coba. Tapi, tetap saja ya, kalo ada yang nanya, "dimana tempat ternyaman untuk tidur?" Sudah pasti saya jawab "dirumah!".
Postingan saya kali ini adalah bagian terakhir dari Trip Flores, dimana saya akan share perjalanan panjang saya menuju Surabaya, rumah saya.

Sabtu, 17 November 2012
Pagi sekali, sekitar jam setengah 6 pagi, kami bersepuluh jalan kaki menuju pelabuhan untuk menaiki kapal menuju Sape. Semalam kami sepakat untuk membeli tiket bis "Langsung Indah" seharga Rp 340.000, mahal ya? Memang, karena sudah include 2x makan dan 3 tiket kapal ferry yaitu ferry Labuan bajo-Sape, ferry Pototano-Kayangan, dan juga ferry Lembar-Padang bay. Serta kami juga melintasi 4 pulau, yaitu Pulau Flores, Sumbawa, Lombok dan Bali.
Sekitar jam setengah 8 pagi, kapal ferry yang kami naiki meninggalkan Labuan bajo, setelah 6 hari di Flores, berat rasanya untuk meninggalkan pulau indah nan gersang ini :( Banyak sekali hal-hal menyenangkan yang terjadi disini, hal-hal yang (mungkin) akan saya ingat sepanjang hidup saya.
Sepanjang perjalanan menuju sape, banyak pemandangan keren yang terlihat, pulau-pulau kecil itu seakan memanggil saya untuk mampir, menyuruh saya untuk menginjakkan kaki diatasnya. Ah... Lain kali ya! Lain kali saya akan datang kesini, semoga diberi rezeki dan kesempatan oleh اللّÙ‡ُ, Aamiin. Sepanjang perjalanan saya mengisi waktu dengan telepon teman saya, ngobrol bareng Ramdan-Anggi-Diyan-Obet di bangku penumpang sambil main UNO, bengong ga jelas, makan mi rebus bareng Dimas, foto-foto, dan juga duduk di tangga kapal bareng Dimas sambil curcol sambil ngeliatin aktivitas awak kapal. Awalnya sih, saya mencoba untuk tidur selonjoran di bangku penumpang, tapi saya malah ga bisa tidur -,- Sekitar jam setengah 3, kapal ferry yang saya naiki merapat di Pelabuhan Sape \(´`)/ Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Pulau Sumbawa, kesan pertama adalah panas dan gersang! Dari pelabuhan ini, kami sudah dijemput oleh bis kecil untuk menuju kota Bima. Perjalanan dari pelabuhan ke Bima memakan waktu sekitar 1,5 - 2 jam, ditemani dengan pemandangan keren ala Afrika. Dan hampir jam setengah 5, kami sampai di Terminal Kota Bima. Saya langsung ikutan menyerbu tukang cilok yang baru datang, lumayanlah jajan kali ini ditraktir Suging :D Selanjutnya saya makan sepiring bertiga, lalu sholat Maghrib dan Isya di masjid seberang terminal. Jam 7 tet, bis meninggalkan terminal, yah setidaknya saya sudah pernah menginjakkan kaki di Kota Bima :D

Minggu, 18 November 2012
Jam 2 pagi saya dibangunkan oleh Dimas untuk makan sesi pertama. Dan jam 3 lebih saya dibangunkan lagi untuk turun dari kapal, nyenyak sekali tidur saya, sampai bis naik ke kapalpun saya tidak sadar. Diluar masih gelap sekali, dan saya naik ke atas kapal untuk pindah tidur :D Sekitar jam setengah 5 pagi saya sudah berada dalam bis lagi, dan saya sudah berada di Pelabuhan Kayangan, Pulau Lombok. Pemandangan diluar pas lagi sunrise, seneng ngeliatnya (з˘⌣˘`ε)

Ngeliat sunrise dari dalam bus
Sekitar jam 8 pagi, kami turun sebentar (3 jam) di terminal Mandalika, Mataram, untuk makan sesi kedua dan istirahat. Saya sempet ketemu Rinja disini, selalu ya, kalo lagi di Lombok pasti si Rinja selalu nemenin, makasih ya, nja (з˘⌣˘`ε)
Jam 11 teng, bis kami melanjutkan perjalanan, dan sekitar jam 1 siang, bis sudah berada di dalam kapal ferry. Kapal ferry kali ini adalah kapal ferry paling bagus yang pernah saya naikin, buatan Jepang! Kamar mandinya bersih banget, lobinya keren, interiornya juga keren :D Selama 4 jam kami terombang ambing diatas kapal, ombaknya lagi tinggi nih, tapi tetep seru kok! Sekitar jam 7 malam, kami sampai di Terminal Ubung, Denpasar, dan langsung menuju ke kawasan Kuta untuk mencari penginapan, dan mungkin menikmati hingar bingar kawasan Kuta juga kali :D Oiya, kami menginap di Hotel Mahendra, dengan rate Rp 150ribu per kamar.

Senin, 19 November 2012
Karena saya tidur nyenyak semalaman, saya baru bangun jam 8 pagi, dan langsung sarapan roti di lobi (ˆڡˆ) Hari ini rencananya kami akan jalan-jalan di Bali, saya dan dimas akan jalan ke Blue Point dan Dreamland, Anggi-Obet-Suging-Dedy-Tyo akan jalan ke Kintamani, Ramdan janjian dengan temannya dan Herman beristirahat di kamar.
Sekitar jam setengah 11, saya dan Dimas berangkat ke Blue Point naik motor sewaan. Kami berdua belum pernah kesini, jadinya kami bermodalkan gps dan nanya2 biar bisa sampe sini. Saya baru tau kalo pantai ini banyak dikunjungi oleh para surfer, karena sebelumnya saya juga belum browsing tentang Blue Point, hanya lihat-lihat foto teman saja. Lebih banyak turis asing yang kemari, daripada turis lokalnya, memang bagus sih pantainya, banyak batu-batu besar disekitarnya :)





Selanjutnya, kami berdua menuju Dreamland, ga susah kok kesini, karena Dimas sudah tau jalannya :p Garis pantainya panjang, jadinya bisa puas jalan-jalan sampai ujung \(´`)/ Oiya, kalo mau cari tempat yang tenang buat foto-foto, dalam artian ga banyak orang lewat (sepi), tinggal jalan aja ke ujung pantai. Sepi banget.....



Dan...jalan-jalan hari ini ditutup dengan sunset khas Pantai Kuta \(´`)/ Makasih buat cuaca bali yang cerah, makasih juga buat Dimas yang uda nemenin jalan ke Blue Point (з˘⌣˘`ε)
Sunset Kuta
Dimas & Me
Sekitar jam 8 malam, saya-Dimas-Ramdan meninggalkan penginapan, it mean besok malam sudah bisa tidur pulas lagi di kasur empukku \(´`)/ Kami naik bis jurusan jember dengan harga Rp 40ribu/orang (hasil nego antara Dimas dengan calo bis, harga awal sekitar Rp 60ribu), sebenernya tujuan kami naik bis ini hanya untuk menumpang sampai kapal ferry saja.

Selasa, 20 November 2012
Sekitar jam setengah 1 malam, kami sudah berada diatas kapal dan kapal telah meninggalkan Pelabuhan Gilimanuk untuk menuju Pulau Jawa. Ombak malam itu cukup besar, sampai saya bisa merasakannya. Suasana di kapal juga sepi sekali, untung dikanan kiri saya ada bodyguard yang bisa diandalkan selama 30 menit perjalanan diatas kapal :p Setelah turun kapal, kami bertiga makan soto terlebih dahulu didepan pelabuhan, lumayan enak (ˆڡˆ) Sekitar jam 3 pagi, kami sudah berada di Stasiun Banyuwangi Baru, sedangkan kereta yang akan kami naiki berangkat jam 7 pagi. Itu artinya masih ada 4 jam untuk beristirahat, dan Dimas langsung gelar SB buat ditiduri kami bertiga, lagi-lagi saya tidur di stasiun...
Jam 7 tet, kereta Sritanjung tujuan akhir Yogyakarta berangkat, kereta ini akan mengantarkan saya menuju Surabaya. Selama 7 jam perjalanan, kami bertiga hanya tidur, asik dengan gadget sendiri dan juga ngobrol :D Sesekali kami jajan dan membeli nasi bungkus di kereta.
Akhirnya...jam 2 siang, sampailah kami di stasiun gubeng, kami disambut dengan panas teriknya matahari Kota Surabaya. Entah kenapa, saya merasa berat mengakhiri ini semua :( Bagi saya, jika melakukan perjalanan terlalu lama, bagian terberat adalah berpisah dengan travelmate yang sudah menemani cukup lama. Dan juga, saya merasa akhir perjalanan kali ini tidak terlalu menyenangkan, ada yang belum terselesaikan, dan... ahh! Biar saya saja yang tau :) Terima kasih banyak kepada teman-teman Backpacker Regional Jabodetabek atas perjalanan yang menyenangkan ini, semoga kalian bisa kembali kompak seperti saat saya berkumpul dengan kalian sebelum lebaran kemarin :)

Pengeluaran :
Sabtu, 17 Nov 2012
Bis Langsung Indah                                         Rp  340.000
Brunch di kapal                                             Rp    35.000
Dinner                                                          Ditraktir :)
Air mineral                                                   Rp      4.000

Minggu, 18 Nov 2012
Air mineral                                                   Rp      5.000
Jajan di kapal menuju Bali                             Rp      5.000
Popmie & soft drink                                      Rp     20.000
Angkot Ubung-Kuta                                        Rp     10.000
Hotel                                                           Rp     50.000
Dinner di McD                                               Rp     22.000

Senin, 19 Nov 2012
Lunch                                                           Ditraktir :)
Es krim & CK                                                 Rp    20.000
Share cost Taxi                                             Rp    18.000
Bis menuju Gilimanuk                                     Rp    40.000
Late dinner soto                                            Rp    10.000

Minggu, 20 Nov 2012
Nasi kucing + jajan + air mineral                      Rp    10.000
Tiket kereta Sritanjung Rp 35.000                    Dibeli sebulan lalu

Total Pengeluaran selama 4 hari                   Rp  589.000

Minggu, 03 Maret 2013

Mt. Kelud

Iseng! Saya ikutan trip ini karena iseng, serius iseng! Karena jenuh, uda sebulanan ga ngetrip Ò¨(° ̯˚)Ò¨ Awalnya saya diajak oleh Pandu dan Oliv, hampir 2 bulan sebelum trip ini berlangsung, tapi belum saya iyakan, tapi ajakan itu datang lagi 2 minggu sebelum keberangkatan, dan karena saya benar-benar butuh refreshing, maka saya langsung iyakan :)
Kali ini saya melakukan perjalanan singkat dengan teman-teman kampus saya ke Kediri. Dan kali ini kami naik mobil Alex, karena Alex lah yang awalnya berinisiatif ke Kediri. Oiya teman seperjalanan saya kali ini adalah...

Jakaci - Oliv - Me - Ari

Pandu - Gerald - Alex

Day 1, 15 September 2012
Kami sepakat berkumpul dirumah Gerald pada jam 8 pagi, dan tak lama setelah itu Alex datang menjemput kami, kemudian dilanjutkan menjemput Ari (Pacar Alex), dan kamipun resmi berangkat jam 11 siang dari Surabaya. Dan, jam 2 siang sampailah kami di Kediri, kami langsung menuju daerah gereja Puhsarang untuk mencari penginapan. Kami mendapat penginapan seharga Rp 50.000 per kepala, lumayan murahlah karena terdapat kamar mandi dalam, AC plus breakfast roti dan teh. Setelah beristirahat sejenak, kamipun berangkat menuju Gunung Kelud \(´`)/ tetapi karena kami sudah kelaparan, kami memutuskan untuk makan siang dulu.
Sekitar jam 4 sore, kami sampai di Gunung Kelud. Begitu saya keluar mobil, udara dingin langsung melanda, kabut juga mulai tebal, jadinya jarak pandangnya ga bisa lega :(





Kami menaiki tangga demi tangga yang makin lama jaraknya makin tinggi demi menuju ke puncak. Proses menuju puncak termasuk proses yang lama sekali, karena teman saya sedikit-sedikit berhenti, kapan nyampenya oiy!!! Disamping sedikit-sedikit berhenti, juga sedikit-sedikit foto, sedikit-sedikit minum (́_̀)/|| Yasudah saya sabar kok!




Akhirnya \(´`)/ sampai juga di atas, sayangnya sudah banyak tertutup kabut, jadinya ga bisa liat view 360 derajat T_T Pemandangan dibawah terlihat keren dari atas, dan di atas juga keren buat foto2 \(´`)/ Kamipun narsis-narsisan sampe langit mulai gelap.


Menjemput malam...
View jalanan berkelok2
US  *hug*
Ini dia anak tangga menuju Kelud (dilihat dari atas)
Oiya, kalo pengen tau lebih banyak mengenai Gunung kelud, buka tentang KELUD deh (ketauan banget lagi males ngetik :D)
Karena langit mulai gelap, kamipun turun kebawah. Ga seperti proses naik ke atas yang makan waktu lama, malah sebaliknya proses turun ini berjalan sangat lancar dan cepat :D Untuk menuju parkiran mobil, kami sempat melewati terowongan dan (lagi-lagi) kami foto bersama.


Dalam terowongan nih :)
Kami sempat beristirahat sebentar di dekat parkiran mobil sambil ngemil dan menikmati udara kelud yang semakin lama semakin dingin. Saya melihat beberapa keluarga mendirikan tenda di dekat situ, sepertinya wilayah ini bisa dijadikan camping ground, keren! Oiya fasilitas disini sudah lumayan lengkap lho, mushola, toilet bahkan pusat informasipun ada disini :)
Tepat jam 6 sore, kami meninggalkan kelud dan menuju ke kota, sekitar sejam perjalanan yang ditempuh untuk menuju kota. Sesampainya di kota, kamipun langsung memburu tempat makan yang sekiranya enak. Saya lupa nama tempatnya, tapi yang jelas nasi bakarnya yummy banget (ˆڡˆ)

Day 2, 16 September 2012
Di hari kedua ini, kami semua para wanita cantik terbangun pagi sekali, tetapi tetap saja, sepagi apapun kami bangun, kami semua mulai jalan jam setengah 11. Ini dikarenakan para lelaki harus menyaksikan anime Dragon Ball terlebih dahulu, WTH banget deh Ò¨(° ̯˚)Ò¨
Siang ini tujuan kami adalah air terjun Dhoho. Kali ini proses untuk menuju air terjun berbanding terbalik dengan proses menuju puncak kelud, kali ini kami cepat sekali untuk menuruni anak tangga menuju air terjun, tetapi sangat kepayahan saat naik ke atas, menuju parkir mobil. Hahahaha.....
Pada musim kemarau seperti saat ini, kami sangat tidak beruntung, pengennya sih melihat air terjun, yang ada hanya melihat cucuran air dari tebing tinggi, haish!
Alhasil kami hanya duduk-duduk saja
Capek naik keatas
Sekitar jam 2 siang kami meninggalkan kawasan air terjun Dhoho dan mencari makan siang di kota. Entah kenapa, untuk mencari tempat makan kami harus berputar beberapa kali, mungkin karena bingung mau makan apaan kali ya? Setelah beberapa putaran, Gerald yang saat itu menjadi sopir, memberhentikan mobil di depan restoran nasi padang, sipp! Saatnya makan siang \(´`)/
Setelah kenyang, kami sempatkan untuk mengunjungi Simpang gumul yang terkenal di Kediri, ini sih seperti alun-alun dengan bangunan ala Eropa, not bad lah!


Tepat jam setengah 5 sore, kami pulang ke Surabaya. Ah...lumayan lah perjalanan kali ini, lumayan mengusir penat. Berakhir sudah perjalanan kali ini, lumayan lah sedikit mengurangi penat dan stress :) 

Rabu, 27 Februari 2013

Pantai BAJUL CINA (Bajul Mati & Goa Cina)


Postingan trip kali ini sudah basi banget kali ya, karena trip ini dilakukan di bulan November 2011, dan saya baru mood buat posting sekarang :D Saya melakukan trip di tanggal cantik, yaitu 22 November 2011 alias 221112, dan sebenarnya saya baru nyadar kalo hari itu berada ditanggal cantik pada saat kepulangan saya ke Surabaya, hahaha
Untuk kali ini, saya melakukan one day trip bersama dengan keenam teman saya ke Pantai Bajul Mati dan Pantai Goa Cina yang berada di Malang selatan. Sebenarnya trip kali ini adalah trip dadakan yang baru direncakan sabtu malam dan keesokan minggunya langsung terealisasi. Gak susah buat nyari teman seru-seruan untuk trip ini, karena baru jam 8 malam saya sebar sms ke teman-teman terdekat saya dan beberapa teman yang belum pernah saya temui, dan beberapa dari mereka langsung mengiyakan! Mereka adalah...

Atas : Saya-Yudha-Oliv-Teman Yudha-Oik
Bawah : Mas Halim-Agung
 
Di hari minggu yang cerah bahkan cenderung panas, kami berenam sepakat berkumpul di Terminal Bungurasih jam 7 pagi. Kami semua datang on time :) dan langsung naik bis ekonomi tujuan Malang seharga Rp 10.000. Perjalanan selama kurang dari 2 jam ini kebanyakan saya isi dengan tidur, karena semalam saya insomnia *_* Sesampainya di Malang, kami dijemput oleh Mas Halim dan mobil elf sewaan seharga Rp 650.000 di Terminal Arjosari. Tepat jam setengah 11, kami bertujuh baru berangkat menuju ke destinasi pertama, yaitu Pantai Bajul Mati. Sepanjang 2 setengah jam perjalanan, kami disuguhi view ajib yang menyejukkan hati, ditambah dengan udara Malang yang menyejukkan raga :D
Sekitar jam 1 siang, sampailah kami di Pantai Bajul Mati. Pantai Bajul Mati terletak di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing, Kabupaten Malang. Garis pantainya lumayan bagus dipadu dengan ombak khas laut selatan. Cuaca siang itu sedang cerah sekali, alhasil kami benar-benar kepanasan disana :D untungnya saya membawa sunblock andalan.


Main ombak :)


Selanjutnya kami menuju ke Pantai Goa Cina, yang namanya sudah sering saya dengar di dunia perpantaian selatan jawa. Di tengah perjalanan, kami sempat berhenti di jembatan yang menurut kami unik, Katanya sih nama jembatan ini adalah Jembatan Bajul Mati. Kami sempat berfoto bersama bahkan beberapa juga narsis-narsisan secara individual (kali ini saya tidak termasuk dalam kategori ini). Sekitar setengah jam kami bersantai-santai di jembatan ini.

Ini dia jembatannya
Banyak view ajib, ini salah satunya...
US, minus Yudha
US *again*
:)
Mas Halim-Me-Oliv-Oik
Sekitar jam setengah 4 sore, kami sampai di Pantai Goa Cina yang ternyata tidak jauh dari pantai sebelumnya. Kami benar memiliki quality time disini, bermain pasir, berenang, menunggu sunset, foto-fotoan dan memanjat batu karang :D Oiya, ini beberapa penampakan Pantai Goa Cina dari sudut goa diseberang pantai...




Pantai Goa Cina terletak di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing, Kabupaten Malang. Lokasinya dekat dengan Pantai Sendang Biru. Alkisah, pantai ini terdapat banyak goa dan ditemukan oleh seorang pertapa keturunan Cina sekitar tahun 1950, nah...makanya dinamakan Pantai Goa Cina, simpel banget ya :p  Pantainya bersih dan masih alami, tapi sayangnya tidak boleh berenang terlalu jauh, karena arus bawah laut yang curam ala pantai selatan...

Sepertinya batu dibelakang adalah ikon pantai ini
Self timer XD
Mas Halim-Agung-Me
With Olive...
Diatas batu karang :)
Waiting for sunset
Foto sebelum pulang...
Karena matahari telah resmi tenggelam, maka kamipun meninggalkan pantai itu dengan rasa puas dan senang \(´`)/ Butuh waktu sekitar 2 jam untuk mencapai kota Malang. Oiya, kami sempat ditraktir makan sate oleh Mas Halim, makasih banyak ya, mas!
Sekitar jam setengah 10 malam, saya baru sampai di Terminal Arjosari, sayangnya kami harus menunggu kurang lebih sejam untuk bisa naik bis jurusan Surabaya. Sepertinya pada malam itu bis Malang-Surabaya sedang kosong, padahal banyak sekali calon penumpang yang menunggu. Kami berhasil naik bis patas saat itu, dan selama perjalanan saya tertidur karena seharian capek bersenang-senang :D
Terima kasih banyak untuk kalian berenam, terima kasih untuk 221112, dan terima kasih untuk Malang yang merupakan kota kedua saya. Semoga di lain hari kita bisa one day trip-an lagi ya, ke tempat baru yang lebih seru pastinya :)