Tampilkan postingan dengan label Highland. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Highland. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Mei 2013

Visit Genting Highland

Berada di dataran tinggi, diselimuti udara yang sejuk, ditemani kabut, jauh dari hiruk pikuk perkotaan, jauh dari tekanan pekerjaan atau sekolah, ah...pokoknya jauh dari STRESS!!! Disini tersedia berbagai macam pilihan untuk bersenang-senang, melepas penat, menjauh dari sesuatu yang tak mengenakkan, atau bahkan hanya untuk berjalan-jalan saja. Yap! Tempat yang saya maksud ini adalah Genting Highland, yang terletak di Pahang, Malaysia. Tempat ini cukup terkenal di negara saya, Indonesia, mungkin karena bagian dari Resort World.

Genting Highland
Saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Genting Highland pada saat saya pergi ke Malaysia di awal tahun ini, tepatnya setelah saya pulang dari Penang. Karena saya turis disini (yap! saya turis Indonesia), maka saya memutuskan untuk membeli tiket bis di Terminal Puduraya seharga RM 15,2 yang sudah termasuk bis ekspres Puduraya-Genting PP dan skyway PP. Entahlah, saya hanya ingin berjalan-jalan kali ini, tidak berminat menghabiskan waktu seharian untuk bermain-main. Kalau niatnya pengen main ato nyobain yang seru-seru, sebaiknya membeli tiket seharga RM 58 yang sudah termasuk bis ekspres PP, skyway PP dan tiket terusan outdoor thema park.
Pada saat itu, saya mendapat jadwal keberangkatan bis pada jam 10.00 dan kembali pada jam 16.00. Tepat jam 10.00, bis berwarna merah datang menjemput penumpangnya. Bisnya nyaman sekali, sehingga sepanjang perjalanan 70 persennya saya habiskan untuk tidur. Perjalanan dari Puduraya ke Genting memiliki durasi 1,5 hingga 2 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan, saya disuguhi pemandangan bukit keren di kanan-kiri jalan (semacam membelah bukit), pepohonan rimbun, lembah, dan tentu saja kabut! Sesampainya di skyway station, saya dan penumpang lainnya langsung menuju ke atas untuk naik gondola. Setiap gondola bisa diisi sampai 8 penumpang, dengan durasi perjalanan 15 sampai 20 menit. Informasi yang saya dapat, gondola ini memiliki jalur terpanjang di Asia Tenggara, dan tercepat di dunia.

Skyway and fog
Tepat pada jam 12.00, saya resmi menginjak Genting Highland, udaranya dingin dan berkabut pada saat itu. Genting memiliki banyak tempat menarik, seperti casino, hotel, shopping mall, dan area bermain di indoor & outdoor theme park. Disini terdapat banyak wahana yang bervariasi, dan beberapa cukup menantang. Di dalam indoor theme park juga banyak yang menarik untuk dibuat narsis-narsisan :p Cukup menyenangkan berada disini, bye STRESS for a while!

Suasana di indoor theme park
Narcism :p
Mini Liberty
Flying coaster @ outdoor theme park
Kalo kalian ada waktu untuk berkunjung ke Kuala Lumpur, sempetin deh kesini dan main seharian dengan wahana yang mirip di DUFAN, gak bakalan nyesel kok :)

Selasa, 12 Maret 2013

Camping at Mt. Panderman


Persami? Yap perkemahan sabtu minggu yang awalnya iseng digagas oleh teman saya, akhirnya terealisasi juga. Kali ini pesertanya dari BPI Regional Surabaya dan Malang, saya malah ga nyangka yang ikutan banyak banget. Persami yang diadakan pada tanggal 1-2 Desember 2012 ini tidak ada maksud apa-apa kok, tujuan utamanya adalah menjalin silaturahmi, gak tau lagi kalo peserta lainnya punya tujuan tersendiri, ya...itu urusan mereka lah :D
Saya berangkat dari Surabaya sekitar jam 5 sore naik motornya Deny (nebeng Deny lebih tepatnya), barengan dengan teman-teman lainnya yang juga naik motor. Entah kenapa perjalanan saat itu terasa lama, mungkin karena macet, menunggu teman lain, makan malam dan belanja keperluan terlebih dahulu. Sekitar jam 9 malam, sampailah kami semua di tempat parkir atau area terakhir yang bisa dilalui motor. Sebelumnya beberapa dari kami sempat jalan kaki melewati jalan menanjak, karena motornya ga kuat berat dan ga kuat nanjak. Di parkiran motor ini sudah banyak yang menunggu kami, dan Om Danny (pentolan bedebahpacker) sempat marah-marah karena kami lama :D Setelah kami semua berkumpul, kami berdoa dan membagi tenda untuk dibawa ke atas, setelah itu kami hiking menuju camping ground \(´`)/
Sekitar jam 11 malam kami sampai di camping ground, dan para cowo langsung mendirikan tenda. Ternyata sudah banyak teman-teman yang datang lebih awal dan juga mendirikan tenda terlebih dahulu. Okeh, malam baru saja dimulai \(´`)/ Saya bergabung dengan teman-teman membuat lingkaran dan ngobrol bersama, tetapi tetap saja Om Danny paling dominan cerewetnya diantara kami semua, hahaha. Sekitar jam 1 pagi, saya memilih untuk beristirahat di tenda, walaupun hanya tidur ga sampe sejam.
Keramaian di malam itu
Ketika langit mulai terang, banyak diantara kami yang hiking menuju puncak Panderman, tetapi sebelum berangkat, kami foto-foto terlebih dahulu (tetep narsisnya :D).

Good Morning, Panderman!


Setelah kami semua sampai di camping ground (lagi), kamipun sarapan, bersih-bersih sampah dan juga membongkar tenda. Setelah itu setengah ato bahkan 3/4 dari kami memutuskan untuk turun terlebih dahulu. Di tengah perjalanan, sambil menunggu yang masih diatas, kami malah asik main UNO saking lamanya menunggu. Dan ternyata yang ditunggu sudah sampai dibawah -,- entah lewat mana. Setelah kami sampai dibawah, kami pun berpamitan, dan saling berpisah. Walaupun acara camping bersama ini bagi saya kurang berkesan, tapi lumayan merefresh otak saya :) Itung-itung juga latihan buat naik Gunung Semeru dan juga olah raga malam :D
Saya, Deny, NK, Rini dan Zulmy barengan saat pulang menuju Surabaya, kami memutuskan untuk mampir sebentar ke koperasi susu di Kota Batu untuk makan siang dan minum susu aneka rasa tentunya!
Setelah kami berlima puas makan dan minum susu, kami pun pulang ke Surabaya. Sayangnya 15 menit setelah kami memulai perjalanan, hujan deras pun turun, dan hujan menemani kami sampai Kota Sidoarjo. Yah...semoga ada berkah dibalik trip ini :)
narsis dikit :)
Zulmy - Me - Rini - Deny - NK

Rabu, 06 Maret 2013

Long Journey to DIENG Plateau

Pertama-tama, saya tidak pernah menyangka bakalan pergi kesini, karena saya tidak terlalu suka pergi ke kawasan dataran tinggi. Tapi setelah perjalanan ini usai, pemikiran saya tentang liburan ke dataran tinggi mulai berubah, bahkan saya ketagihan. Saya biasa mendengar kawasan ini dengan sebutan DIENG PLATEAU, denger dari namanya aja uda keren, ditambah saya browsing tentang kawasan ini dan foto-fotonya terpampang indah sekali di layar laptop saya :D
Saya pergi kesini bersama dengan 13 orang teman saya dari BPI Surabaya, Kami terdiri dari 8 cewe dan 6 cowo, gak imbang sih benernya, tapi tetep fun kok :) Sebenarnya, ada beberapa dari mereka yang tidak saya kenal, tapi santailah, seiring dengan waktu kami pasti akan berteman, bahkan bersaudara . Kami ber14 melakukan perjalanan panjang ini dari tanggal 5 hingga 8 April 2012, Ini dia ceritanya.....

5 April 2012
Kami semua sepakat berkumpul di ruang tunggu baru Terminal Purabaya (Bungurasih), pada jam 9 malam, tetapi entah kenapa malam itu jalanan menuju terminal sangatlah macet, maka kami semua baru berkumpul jam 10 malam. Malam itu, bis jurusan Semarang tumben-tumbenan sepi, padahal yang mau ke Semarang banyak banget lho! Dan akhirnya, setelah bersabar cukup lama, kami baru naik bis Widji pada jam (hampir) 12 malam (what? ini kan uda tengah malam banget :|), bis ekonomi seharga Rp 36.000 itu seolah-olah menjadi harapan terakhir kami, padahal kami berencana untuk naik bis patas, supaya bisa beristirahat. 

6 April 2012
Sekitar jam setengah 8 pagi, kami baru sampai di Terminal Terboyo, Semarang. Saya baru pertama kali kesini, jujur terminalnya kemproh, apalagi kamar mandinya :| Sebelum lanjut menuju Wonosobo, kami sarapan terlebih dahulu di warung sekitar, saya memesan soto ayam yang rasanya gak banget, kuahnya gak berwarna dan gak berasa, semoga soto-soto di Semarang tidak seburuk soto terminal ini :|
Kami naik bis ekonomi jurusan Wonosobo pada jam 9 pagi, harga tiket bisnya Rp 20.000. Dan pada siang itu, jalanan menuju Wonosobo macet sekali (elus dada aja dari semalam karena kena macet), kan kami baru sampai di Terminal Wonosobo pada jam 2 lebih (padahal harusnya 3 jam perjalanan lho). Saya menyempatkan untuk mandi di terminal ini, saking gerahnya, dan setelah sejam disini akhirnya kami ditemani Pak Didik, guide yang kami sewa selama disini, menaiki bis kecil menuju ke pemandian air panas ..... (saya lupa namanya :D). Disini para cewe mengantri mandi air hangat, dan para cowo kegirangan di kolam air hangat, hahaha...
Setelah berendam air hangat
Setelah puas berhangat-hangat dan berendam-rendam, dan badan terasa segar, kami melanjutkan perjalanan ke Telaga Menjer. Pemandangan disini cukup indah, sayangnya kami datang dikala senja, jadi beberapa bagian danau sudah tertutup kabut :( Tapi, itu tidak mengurangi antusiasme kami untuk foto narsis-narsisan disini.
Telaga Menjer
Ditemani oleh kabut dibelakang
Menjelang maghrib, kami naik kedalam bis untuk menuju penginapan di Matahari home stay. Yak, karena kami berada di ketinggian 2100 MDPL, maka makin malam makin mantap dinginnya, serius deh duingin banget!
Oiya, kami sempat mampir ke tempat pembuatan carica, manisan khas Dieng. Katanya sih terbuat dari pepaya khas Dieng, per botol selai dijual Rp 10.000, rasanya manis-manis enak kok, bikin nagih.
Malam ini kami harus beristirahat lebih awal, karena besok pagi-pagi sekali kami akan melihat sunrise yang (katanya) bagus banget di Desa Sikunir, Desa paling tinggi di Jawa Tengah.

7 April 2012
Sekitar jam 3 pagi kami bangun, hal pertama yang saya rasakan ketika bangun tidur adalah kedinginan, gila! padahal saya uda pakai jaket khas pendaki gunung, kaos kaki ditambah selimutan lagi, masih aja dingin. Tapi setelah tubuh saya beradaptasi dengan sang hawa dingin, lama-lama saya terbiasa :D Setelah sholat subuh, kami menuju ke Puncak Sikunir. Karena kami ingin melihat sunrise secara langsung, maka kami harus naik menanjak ke bagian atas dengan lama pendakian 30 menit. Jujur, saya merasa cepat lelah sekali, karena dingin - makin ke atas, oksigen makin berkurang = ngos-ngosan - jarang olah raga - nanjaknya mantap cuy! Dan akhirnya...kami sampai juga di puncak Sikunir, bertepatan dengan matahari yang bersiap untuk keluar.
Beautiful Sunrise
us :*
Telaga Cebong, terletak di Desa Sikunir
Pemandangannya Subhanallah!!!
Selanjutnya, kami menuju ke Kawah Sikidang, pemandangan keren banget disini, ditemani dengan asap belerang dimana-mana, so...kalo kesini prepare masker deh buat yang ga betah sama bau belerang. Disini beberapa teman saya sempat melumuri wajah mereka dengan sulfur, katanya sih bagus buat kulit, tapi saya tidak ikut melakukannya :D
Me & Sikidang Crater
Tujuan kami selanjutnya adalah Telaga Merdada, disini kami kami sempat mengobrol dengan warga sekitar mengenai anak rambut gimbal, saya cukup tertarik dengan topik satu ini. Disini kita bisa menyewa perahu untuk berkeliling telaga. Kami menghabiskan waktu disini dengan foto-foto, duduk selonjoran dan juga makan siang.
Siang itu di Telaga Merdada
Bersama cowo-cowo kece :D
Setelah perut kami kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke Sumur Jalatunda dan juga Kawah Sileri yang lagi-lagi saya disuguhi pemandangan indah kawasan Dieng :)
Sumur Jalatunda
Indahnya Kawah Sileri
Sweep Panorama Kawah Sileri
Wisata di kawasan Dieng seakan gak ada habisnya, selanjutnya kami menuju ke komplek Candi Arjuna, dimana terdapat beberapa bangunan bersejarah dan terdapat kawasan untuk bersepeda.
Cold in here!
Rada berkabut :(
Sebagai penutup acara eksplor Dieng kali ini, kami diantarkan ke Telaga 3 Warna yang merupakan most wanted wisata Dieng. Lagi-lagi kami harus naik keatas untuk mengetahui perbedaan warnanya, waktu itu saya melihat warna hijau-biru-kuning, tetapi kata guide kami, di waktu yang berbeda akan timbul warna yang berbeda pula.
View dari atas
Barengan bu guru Trin Mahera
Photo by Mehdia
Sebenernya, seharian ini kami belum mandi lho :D maka kami harus mandi. Kami mandi di pemandian air hangat yang kemarin kami datangi, Segar rasanya badannya ini setelah mandi, siap untuk diajak eksplor lagi :D
Sebelum benar-benar meninggalkan Wonosobo, kami sempatkan untuk mencicipi kuliner khas daerah ini, yaitu mi ongklok. Rasanya memang enak, bikin nagih deh, bahkan kami malah mendapatkan resepnya.
Penampakan mi ongklok *By Mehdia*
Dengan badan yang terasa segar dan perut kenyang, kami siap untuk melanjutkan perjalanan menuju Jogjakarta, karena kami berencana pulang ke Surabaya via Jogja dengan kereta Sritanjung.
Sekitar jam 9 malam, sampailah kami di Kota Jogja, dan kami disambut hangat oleh teman-teman BPI Jogja di Pendopo Dalem.

Bersama kawan-kawan BPI Jogja
8 April 2012
Jam 7 pagi sampailah kami di Stasiun Lempuyangan, diantarkan oleh teman-teman BPI Jogja, bahkan ditungguin pula sampai kami masuk ke dalam. Kereta kami baru berangkat sekitar jam 8 lebih, dan kami akan menempuh perjalanan selama 6 jam. Tau apa yang terjadi? Selama 6 jam di dalam kereta kami banyak melakukan hal-hal konyol, dan membuat keramaian, bahkan kami sempat dimarahin oleh anak kecil karena terlalu ramai :D

Selesai sudah perjalanan panjang selama 4 hari ini, ucapan terima kasih untuk ke 13 teman saya (Deny, Danang, Hamdan, Ian, Gondrong,  Zainal, Penny, Evi, Rizka, Ndip, Nani, Mehdia dan Trin Mahera) yang saling menjaga dan mengingatkan. Terima kasih untuk teman-teman BPI Jogja atas keramahannya, khususnya Mas Oki yang rumahnya diinapin sama kita :) Dan terima kasih untuk Dieng, alammu sungguh menakjubkan!!!

Minggu, 03 Maret 2013

Mt. Kelud

Iseng! Saya ikutan trip ini karena iseng, serius iseng! Karena jenuh, uda sebulanan ga ngetrip Ҩ(° ̯˚)Ҩ Awalnya saya diajak oleh Pandu dan Oliv, hampir 2 bulan sebelum trip ini berlangsung, tapi belum saya iyakan, tapi ajakan itu datang lagi 2 minggu sebelum keberangkatan, dan karena saya benar-benar butuh refreshing, maka saya langsung iyakan :)
Kali ini saya melakukan perjalanan singkat dengan teman-teman kampus saya ke Kediri. Dan kali ini kami naik mobil Alex, karena Alex lah yang awalnya berinisiatif ke Kediri. Oiya teman seperjalanan saya kali ini adalah...

Jakaci - Oliv - Me - Ari

Pandu - Gerald - Alex

Day 1, 15 September 2012
Kami sepakat berkumpul dirumah Gerald pada jam 8 pagi, dan tak lama setelah itu Alex datang menjemput kami, kemudian dilanjutkan menjemput Ari (Pacar Alex), dan kamipun resmi berangkat jam 11 siang dari Surabaya. Dan, jam 2 siang sampailah kami di Kediri, kami langsung menuju daerah gereja Puhsarang untuk mencari penginapan. Kami mendapat penginapan seharga Rp 50.000 per kepala, lumayan murahlah karena terdapat kamar mandi dalam, AC plus breakfast roti dan teh. Setelah beristirahat sejenak, kamipun berangkat menuju Gunung Kelud \(´`)/ tetapi karena kami sudah kelaparan, kami memutuskan untuk makan siang dulu.
Sekitar jam 4 sore, kami sampai di Gunung Kelud. Begitu saya keluar mobil, udara dingin langsung melanda, kabut juga mulai tebal, jadinya jarak pandangnya ga bisa lega :(





Kami menaiki tangga demi tangga yang makin lama jaraknya makin tinggi demi menuju ke puncak. Proses menuju puncak termasuk proses yang lama sekali, karena teman saya sedikit-sedikit berhenti, kapan nyampenya oiy!!! Disamping sedikit-sedikit berhenti, juga sedikit-sedikit foto, sedikit-sedikit minum (́_̀)/|| Yasudah saya sabar kok!




Akhirnya \(´`)/ sampai juga di atas, sayangnya sudah banyak tertutup kabut, jadinya ga bisa liat view 360 derajat T_T Pemandangan dibawah terlihat keren dari atas, dan di atas juga keren buat foto2 \(´`)/ Kamipun narsis-narsisan sampe langit mulai gelap.


Menjemput malam...
View jalanan berkelok2
US  *hug*
Ini dia anak tangga menuju Kelud (dilihat dari atas)
Oiya, kalo pengen tau lebih banyak mengenai Gunung kelud, buka tentang KELUD deh (ketauan banget lagi males ngetik :D)
Karena langit mulai gelap, kamipun turun kebawah. Ga seperti proses naik ke atas yang makan waktu lama, malah sebaliknya proses turun ini berjalan sangat lancar dan cepat :D Untuk menuju parkiran mobil, kami sempat melewati terowongan dan (lagi-lagi) kami foto bersama.


Dalam terowongan nih :)
Kami sempat beristirahat sebentar di dekat parkiran mobil sambil ngemil dan menikmati udara kelud yang semakin lama semakin dingin. Saya melihat beberapa keluarga mendirikan tenda di dekat situ, sepertinya wilayah ini bisa dijadikan camping ground, keren! Oiya fasilitas disini sudah lumayan lengkap lho, mushola, toilet bahkan pusat informasipun ada disini :)
Tepat jam 6 sore, kami meninggalkan kelud dan menuju ke kota, sekitar sejam perjalanan yang ditempuh untuk menuju kota. Sesampainya di kota, kamipun langsung memburu tempat makan yang sekiranya enak. Saya lupa nama tempatnya, tapi yang jelas nasi bakarnya yummy banget (ˆڡˆ)

Day 2, 16 September 2012
Di hari kedua ini, kami semua para wanita cantik terbangun pagi sekali, tetapi tetap saja, sepagi apapun kami bangun, kami semua mulai jalan jam setengah 11. Ini dikarenakan para lelaki harus menyaksikan anime Dragon Ball terlebih dahulu, WTH banget deh Ҩ(° ̯˚
Siang ini tujuan kami adalah air terjun Dhoho. Kali ini proses untuk menuju air terjun berbanding terbalik dengan proses menuju puncak kelud, kali ini kami cepat sekali untuk menuruni anak tangga menuju air terjun, tetapi sangat kepayahan saat naik ke atas, menuju parkir mobil. Hahahaha.....
Pada musim kemarau seperti saat ini, kami sangat tidak beruntung, pengennya sih melihat air terjun, yang ada hanya melihat cucuran air dari tebing tinggi, haish!
Alhasil kami hanya duduk-duduk saja
Capek naik keatas
Sekitar jam 2 siang kami meninggalkan kawasan air terjun Dhoho dan mencari makan siang di kota. Entah kenapa, untuk mencari tempat makan kami harus berputar beberapa kali, mungkin karena bingung mau makan apaan kali ya? Setelah beberapa putaran, Gerald yang saat itu menjadi sopir, memberhentikan mobil di depan restoran nasi padang, sipp! Saatnya makan siang \(´`)/
Setelah kenyang, kami sempatkan untuk mengunjungi Simpang gumul yang terkenal di Kediri, ini sih seperti alun-alun dengan bangunan ala Eropa, not bad lah!


Tepat jam setengah 5 sore, kami pulang ke Surabaya. Ah...lumayan lah perjalanan kali ini, lumayan mengusir penat. Berakhir sudah perjalanan kali ini, lumayan lah sedikit mengurangi penat dan stress :)