Tampilkan postingan dengan label Backpacker Indonesia-Regional Surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Backpacker Indonesia-Regional Surabaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Mei 2014

Another FUN trip at MERUBETIRI National Park



Ini adalah kesekian kalinya saya melakukan perjalanan bersama BPI Surabaya, perjalanan panjang yang sebelumnya saya rindu untuk melakukannya (lagi). Perjalanannya sudah pasti seru menuju ke Taman Nasional Merubetiri yang berada di Banyuwangi-Jember! Perjalanan menyenangkan ini menghabiskan 3 hari 3 malam bersama mereka yang notabene orang-orang gila dibidangnya masing-masing :D Dan lagi, kami bakalan camping! Kalau ada embel-embel camping, susah buat nolak sih! Oiya, Peserta trip kali ini adalah :

·         Saya sendiriOm Danny - Ck Soen - Maya - Nani - Bu Guru - Oliv - Wolly - Andri - Gondrong - Deny Andrean - Deny Caem - Hamdan - Risky - Jatianto - Roni - Dimas - Bias - Dan 2 cewe yang saya lupa namanya (maafin saya yak!)

Perjalanan dimulai dari Stasiun Gubeng, kami sepakat untuk bersama-sama naik kereta Sritanjung menuju Banyuwangi. 6 jam didalam kereta terasa menyenangkan, ngobrol sama kenalan baru, share pengalaman, dan pastinya konyol-konyolan di kereta. Hahaha.
Sesampainya di Banyuwangi, tepatnya kami turun di Stasiun Kalisetail karena dekat dengan daerah Jajag, yaitu rumah Bu Guru (teman kami yang tinggal di Banyuwangi), karena kami akan bermalam dirumahnya.
                                                                                                                                
Besok paginya, kami berangkat menuju Taman Nasional Meru Betiri dengan menyewa truk, perjalanan ditempuh dengan durasi 2 jam. FYI, akses menuju ke pantai-pantai di TN Merubetiri menurut saya belum bisa dijangkau oleh mobil biasa, karena harus melewati hutan (yang sudah pasti jalannya gak bagus) dan menyebrangi sungai, normalnya sih pakai mobil 4WD ato mobil yang rodanya gede dan kompatibel sama medan gitu. Itulah sebabnya kami sepakat untuk menyewa truk saja, karena kami ber20. Sesampainya di TN Meru Betiri, tempat pertama yang kami tuju adalah Benteng Jepang dan Pantai Rejegwesi. 


Penampakan Pantai Rejegwesi dari kejauhan
Selanjutnya kami menuju ke Teluk Hijau atau yang biasa dikenal dengan Green Bay. Untuk menuju ke Green Bay, harus melewati jalanan naik turun yang cukup menguras tenaga. Tapi percayalah…dibalik medan yang cukup berat, terdapat view yang amazing! Dan itu berlaku di Green Bay :) Pantainya bagus banget! Keren banget! Perpaduan pasir putih, air laut dengan beberapa gradasi warna, dan untuk ukuran pantai selatan ombaknya tidak terlalu besar.

Green Bay
Favorit~ di Banyuwangi
With BPI Surabaya
Puas bersantai di Green Bay, kamipun melanjutkan perjalanan ke Sukamade, semacam tempat penangkaran penyu hijau. Akses jalan menuju ke Sukamade tidak bagus, kami benar-benar melintasi hutan dan sungai. Selama 1,5 jam kami digoyang diatas truk, rada pusing sih, tapi kalo dibuat seneng perjalanannya tetap terasa seru. Yakin deh!!! Oiya, beberapa dari kami sempat mengambil beberapa cengkeh pisang, pepaya, semangka dan beberapa buah kelapa muda. Anggap saja alam menyediakannya untuk kami (padahal ngambil tanpa izin) :D
Dan akhirnya…sampailah kami di Sukamade. Hal pertama yang kami lakukan adalah makan siang dengan bekal seadanya, membelah semangka-kelapa muda, kemudian mendirikan tenda di camping ground yang letaknya tak jauh dari pos penangkaran.


Sore harinya saya beserta teman-teman bersiap-siap untuk melepaskan tukik (bayi penyu) menuju laut. Saya pernah baca dimana gitu, hanya ada beberapa penyu yang bertahan hidup hingga dewasa, dari puluhan bahkan ratusan anak penyu yang dilepas ke lautan. Sisanya ada yang dimakan predator, dan banyak faktor alam lainnya. Kasian ya :(

Turtle Race :D
Beautiful sunset @ Sukamade
Foto bareng wajib hukumnya :D
Sekitar jam 10 malam, kami diajak oleh ranger Sukamade untuk melihat langsung penyu bertelur di pantai. Sambil menunggu saat yang tepat, kami dilarang berisik dan menyalakan senter, persis kaya lagi mengintai musuh gitulah. Setelah setengah jam menunggu sambil tiduran di pasir, kamipun mendatangi si ibu penyu yang lagi asik bertelur. First time in my life! Penyunya besar banget, proses bertelurnya juga terbilang lancar.


Hello...ibu penyu~
Setelah puas foto-foto bareng ibu penyu, kamipun kembali ke camping ground. Saat perjalanan kembali, kami melihat beberapa ibu penyu yang akan bertelur berjalan di pasir. Ada 1 atau 2 penyu yang mungkin merasa terganggu dengan tamu-tamu di Sukamade, sehingga penyu tersebut memilih untuk kembali ke laut. Hal tersebut sangat tidak bagus, karena nantinya penyu tersebut akan mengeluarkan telurnya di dalam laut, yang sudah pasti telurnya tidak akan selamat. Jadi intinya, jangan mengganggu ibu penyu yang akan bertelur ya! Dengan begitu kita sudah ikut serta menjaga kelestarian penyu :)

Keesokan harinya kami kembali ke rumah bu guru lagi, ditengah perjalanan beberapa dari kami sempat mandi di sungai, saya sih cukup main air :D Oiya, setelah itu kami kulineran ayam pedas khas Banyuwangi, kemudian lanjut ke Red Island yang lumayan hits dikalangan para penggila surfing.
Main air bentar :D
Mampir ke Red Island
Malamnya kami pulang ke Surabaya naik kereta Mutiara Timur, tak lama setelah duduk di dalam kereta kami langsung terlelap kedinginan hingga sampai di Stasiun Gubeng. Sampai ketemu di trip selanjutnya ya temen-temen BPI Surabaya.

Minggu, 14 Juli 2013

Blind Trip to PENANG

Kenapa saya sebut blind trip?
Karena awalnya saya dan 9 teman saya dari BPI-Regional Surabaya berencana terbang ke Malaysia untuk menjelajah pulau-pulau keren di Kuala Trengganu, tapi sayangnya cuaca sedang tidak bersahabat dengan kami, ombak sedang besar-besarnya dikala itu. POOR US!. Kami pasrah dan mengandalkan Peter untuk merancang itin baru, serta merelakan tiket pesawat PP Kuala Lumpur-Kuala Trengganu. Tetapi Peter dengan liciknya tidak memberi tahu itin yang dibuatnya, malah sok rahasia2an -,- Saya baru mengetahui bahwa tujuan kami ke Penang (baca: Pineng), saat saya berada di bandara Juanda, menjelang keberangkatan. OK, Let's Get Lost!!!

Amel-Eni-Bryan-Peter-Me-NK-Lulu-Meryske-Lilik-Mehdia
Dok. Mehdia

Kamis, 17 Januari 2013
Kami bersepuluh berangkat menuju Kuala Lumpur dengan hasil hunting tiket promo SUB-KUL PP seharga Rp 185.000 yang kami dapat dari jauh-jauh bulan. Saking lamanya jeda antara pembelian tiket dengan keberangkatan, saya sempat ragu untuk berangkat, tapi akhirnya saya angkat ransel juga.

Jumat, 18 Januari 2013
Pada jam 00.00 waktu KL, yang lebih cepat 1 jam dari Indonesia, sampailah kami di LCCT, Kuala Lumpur, ini adalah kali kedua saya menginjakkan kaki di bandara ini. Kami segera melangkahkan kaki menuju Food Garden untuk menunggu pagi sambil beristirahat. Disini tersedia fasilitas free wifi untuk 3 jam, lumayan lah untuk killing time.
Sekitar jam 05.30, kami menaiki bis menuju Puduraya dengan tarif 8 RM. Sesampainya di depan Terminal Pudu, dengan langit KL yang masih gelap (padahal sudah jam 7 pagi), kami menunggu dan mencari bis tujuan Penang diantara warga KL yang berlalu lalang menuju sekolah dan tempat kerjanya. 15 menit kemudian, kami mendapatkan bis tujuan Penang dengan tarif nego yang alot 35 RM. Menurut saya cukup mahal, Rp 115.000 untuk 4-5 jam perjalanan. Untung bis-nya executive class, nyaman banget, jadinya saya bisa tidur selama perjalanan.
Sesampainya di Penang, kami turun di Terminal Sungai Nibong, untuk selanjutnya naik bis 401 dengan tarif 2 RM menuju Lebuh Chulia. Kami berencana untuk menginap di sekitaran Lebuh Chulia, kami mendapat penginapan seharga 20 RM per orang, dengan kondisi 5 orang untuk 1 kamarnya (Family Room). Lumayan kok disini, wifi-nya kenceng sampai ke kamar.

Penginapannya!
Roommatenya!
Setelah cek in dan beres-beres, kami pun berangkat (lagi) menuju Komtar, semacam halte atau terminal yang letaknya dekat dengan mall. Kami menaiki bis 101 bertarif 2,7 RM menuju Pantai Batu Feringgi, yak...Peter, kami padamu!

Penampakan Batu Feringgi
us!


Malamnya, sebelum kembali ke penginapan, kami makan malam terlebih dahulu di sekitaran Lebuh Chulia, cukup banyak PKL yang berjualan dan banyak pula turis-turis yang berlalu lalang disini. Dalam perjalanan pulang, kami sempat melewati Love Lane, daerah yang terkenal akan banci-bancinya, sama aja dengan banci di Surabaya menurut saya, hahaha...

Malam itu, @ Lebuh Chulia
Oiya, kalo soal makanan seharian ini saya banyak makan di tempat yang penjualnya India, karena takut kena jebakan betmen makan B2. Maklum, saya menginap di daerah little india dan china town, dan hanya depot-depot masakan Indialah yang memasang label halal. Sekali makan saya hanya membayar 4-5,5 RM, tergantung lauk pauk yang kita pilih.

Sabtu, 19 Januari 2013
Pagi Pulau Pinang...
Kata Peter, hari ini kami akan berkeliling ke Han Jiang Temple, Mahariamman Temple, Old Church, Esplanade, bangunan-bangunan tua di Georgetown serta Kek Lok Si Temple. Woohoo...kemana-mana jalan kaki, sambil bawa ransel dan berpanas-panasan, karena di Penang memang panas. Seru dan capek jadi satu dalam perjalanan hari terakhir kami disini. Selanjutnya, biarkan foto-foto dibawah ini yang bercerita...


Sarapan di restoran masakan India
Han Jiang Temple
ini lho PETER
Mahariamman Temple
Narsis di Old Church
Esplanade
Narsis dalam bus :p
Kek Lok Si Temple
Awesome temple!!!
Sekitar jam 17.00 kami naik bus menuju ke Kuala Lumpur dengan tarif per orang 35 RM. Sebelumnya beberapa dari kami sempat survey di Komtar untuk mencari bis dan membandingkan tarif bis yang satu dengan lainnya. Lagi-lagi proses nego diperlukan agar kami bisa mendapat tarif semurah mungkin, dan 35 RM adalah tarif deal termurah antara kami dan pihak bis. Perjalanan kembali ke KL kali ini cukup lama, 5 jam lebih, karena lama berhenti di terminal dan pom Petronas, sepertinya sopir-sopir disini gampang lelah ya. Kami sampai di Terminal Puduraya pada jam 22.20, dan langsung jalan cepat untuk mengejar LRT di Plaza Rakyat, untuk menuju bukit bintang.

How's my blind trip? Not bad, really! Ternyata seru juga jalan seperti ini, tidak tau akan kemana, bagaimana caranya kesana, dan kami dengan instant-nya mempelajari itu semua. Disini peta, internet dan warga lokal sangat berperan besar dalam memberikan informasi kepada kami, jangan pernah takut bertanya disini, ga bisa ngomong bahasa inggris, ada yang bisa ngomong melayu kok, asal jangan bertanya ke orang-orang berwajah chinese ya, kebanyakan dari mereka hanya mengerti bahasa mandarin. Saya tidak kapok dan akan mencobanya lagi pada perjalanan yang lainnnya. See you on my next blind trip!!!

Jumat, 12 April 2013

history trip in MOJOKERTO

Ini merupakan ONE DAY TRIP kesekian kalinya yang saya lakukan bersama dengan teman-teman BPI Regional Surabaya. Salah satu trip seharian dengan peserta terbanyak, hampir 40 orang, sampai-sampai kami dikira anak kuliahan yang lagi study tour (keren banget yak study tour ke tempat bersejarah :D). Kali ini, kami para backpacker kece nan enerjik melakukan perjalanan ke Mojokerto, di mana kami akan mengunjungi sisa-sisa kerajaan Majapahit. Kami sebagai backpacker, tentunya selalu menggunakan transportasi umum untuk menuju ke meeting point. Inilah cerita kami...

nih pesertanya...
Kami sepakat untuk berkumpul di ruang tunggu Terminal Bungurasih pada jam 7 pagi, dan karena kebiasaan beberapa teman yang datang terlambat, kami baru menaiki bis pada jam 8 pagi. Kami menaiki bis tujuan manapun yang melewati Mojokerto, kebanyakan dari kami menaiki bis jurusan Kediri. Sekitar 40 menit perjalanan, akhirnya kami turun di Trowulan, disinilah perjalanan bersejarah kami dimulai...

1. Candi Wringin Lawang
Candi Wringin Lawang terletak di Dukuh Wringinlawang, Desa Jati Pasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Konon dahulu di dekat candi terdapat pohon beringin yang besar sehingga candi ini dinamakan Wringin Lawang. Candi ini merupakan candi bentar, yaitu gapura tanpa atap. Candi bentar biasanya berfungsi sebagai gerbang terluar dari suatu kompleks bangunan. Dilihat dari bentuknya, gapura ini diduga merupakan gapura menuju salah satu kompleks bengunan yang berada di Kota Majapahit.
Tidak nampak ukiran atau relief di dinding candi, atap candi berbentuk piramida bersusun dengan puncak persegi, dan juga bentuk atap maupun hiasan pola piramida terbalik pada atap candi mirip dengan yang terdapat di candi Bajang Ratu.

Candi Wringin Lawang
Deny - Saya - Zulmy

2. Maha Vihara Mojopahit
Di vihara ini terdapat sleeping buddha statue terbesar di Indonesia, dan terbesar ke 3 di Asia setelah Thailand dan Nepal. Patung buddha tidur ini memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter. Patung ini dicat emas menggambarkan posisi wafatnya Siddharta Gautama, patung ini juga dibuat menghadap ke arah selatan yang dianggap kiblatnya umat buddha.
Selain patung buddha tidur, disini kita juga bisa melihat miniatur candi Borobudur, patung kera sakti, dan beberapa patung tokoh-tokoh dalam cerita Buddha lainnya. Di dinding belakang bangunan utama terdapat relief-relief besar yang menceritakan Buddha dan ajarannya.
Vihara
Sleeping Buddha Statue
Tampak samping

3. Candi Gentong
Candi Gentong terletak di Dukuh Jambu Mete, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Sebenarnya gentong adalah gedong, gedong artinya gedung atau bangunan, tetapi yang saya lihat disini hanyalah puing-puing, tanpa relief dan juga tanpa ukiran. Berdasarkan analisa carbon yang diteliti di Pusat Pengembangan dan Penelitian Geologi Bandung, diketahui candi ini dibangun pada tahun 1370. Dari data denah bangunan didukung dengan temuan-temuan arkeologis lainnya, candi ini dulu merupakan bangunan stupa yang cukup besar di bagian pusat, dan dikelilingi oleh stupa-stupa yang lebih kecil.

Area pintu masuk
Candi Gentong

4. Candi Brahu
Letaknya sangat dekat dengan candi Gentong, candi Brahu menghadap ke arah barat, berdenah dasar persegi panjang seluas 18 x 22,5 meter, dengan tinggi mencapai 20 meter. Berbeda dengan candi lainnya, bentuk tubuh candi Brahu tidak tegas persegi melainkan bersudut banyak, dan berlekuk. Diperkirakan candi ini didirikan pada abad 15 Masehi.
Disekitar kompleks candi pernah ditemukan benda-benda kuno seperti alat upacara dari logam, perhiasan, benda-benda dari emas dan arca-arca logam yang kesemuanya menunjukkan ciri-ciri ajaran buddha.

Candi Brahu
Kami & Candi Brahu

5. Pendopo Agung
Pendopo Agung terletak di Dusun Nglinguk, Desa Trowulan, Mojokerto. Pendopo ini dibangun oleh Kodam V Brawijaya melalui yayasan Bina Mojopahit pada tahun 1964-1973, bangunan pendopo ini berdiri di atas situs yang di yakini sebagai tempat pembacaan Sumpah Palapa oleh Mahapatih Gajah Mada. Arsitektur bangunan ini berbentuk joglo, yang tiang utamanya beralaskan umpak batu peninggalan zaman Majapahit. Di kompleks ini bisa dijumpai beberapa situs peninggalan Majapahit antara lain patok batu yang diduga sebagai tempat mengikat gajah, pertapaan Raden Wijaya yang biasa disebut kubur panggung, dan lain-lainnya.
Saya dan teman-teman lumayan lama singgah disini, karena fasilitasnya cukup lengkap dan banyak warung di sekitar sini. Kami disini untuk makan siang, sholat, beristirahat sebentar, serta foto bersama (tetep eksisnya :p).

Patung Raja Brawijaya
Kubur Panggung

6. Candi Bajangratu
Candi Bajangratu terletak di Dukuh Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi ini masih menyimpan banyak hal yang belum diketahui secara pasti, baik mengenai tahun pembuatannya, fungsinya maupun segi-segi lainnya. Ketinggian candi ini mencapai 16,1 meter (hingga puncak atap), dan panjangnya 6,74 meter.
Nama bajangratu diduga ada hubungannya dengan Raja Jayanegara dari Majapahit, menurut kitab Pararaton dan cerita rakyat, Jayanegara dinobatkan tatkala masih berusia bajang atau masih kecil, sehingga gelar Ratu Bajang melekat padanya.

Candi Bajangratu
Tamannya luas banget

7. Candi Tikus
Candi Tikus terletak di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi ini memiliki ukuran 29,5x28,25 meter dan tinggi keseluruhan 5,2 meter. Ketika pertama kali ditemukan pada tahun 1914, candi ini merupakan sarang tikus yang akhirnya tikus-tikus tersebut menyerang lahan pertanian desa di sekitar candi, itulah sebabnya dinamakan Candi Tikus.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa candi ini merupakan replika dari Mahameru. Di tengah candi terdapat miniatur 4 buah candi kecil yang dianggap melambangkan Mahameru tempat para dewa bersemayam dan sumber segala kehidupan yang diwujudkan dalam bentuk air mengalir dari pancuran-pancuran yang terdapat di sepanjang kaki candi. Air ini dianggap sebagai air suci amerta, yaitu sumber segala kehidupan.


Candi Tikus
Lihat tulisan di belakang kami!

8. Museum Trowulan
Museum ini merupakan museum arkeologi yang dibangun untuk menyimpan berbagai artefak dan temuan arkeologi yang ditemukan di sekitar Trowulan. Tempat ini adalah salah satu lokasi bersejarah terpenting di Indonesia yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Majapahit, dan memiliki koleksi relik yang berasal dari masa Majapahit terlengkap di Indonesia. Kebanyakan dari koleksi museum berasal dari masa Kerajaan Majapahit, dan juga berbagai era sejarah di Jawa Timur, seperti masa Kerajaan Kahuripan, Kediri dan Singosari. Museum ini secara resmi dibuka pada tahun 1987, dan memiliki lahan seluas 57.625 meter persegi. Menurut saya pribadi, museum ini sangat menarik dan informasi yang disajikan cukup lengkap :)

Sumpah Palapa
Pintu masuk museum

9. Kolam Segaran
Kolam Segaran terletak sangat dekat dengan Museum Trowulan, ditemukan pada tahun 1926 dalam keadaan teruruk tanah. Pada tahun 1974 dimulai pelaksanaan pemugaran yang lebih terencana dan menyeluruh, yang memakan waktu 10 tahun. Kolam ini merupakan bangunan kolam kuno terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia, kolam yang luas keseluruhannya kurang lebih 6,5 hektar, membujur ke arah utara-selatan sepanjang 275 meter dengan lebar 175 meter. Sekeliling tepi kolam dilapisi dinding setebal 1,6 meter dengan kedalaman 2,88 meter.
Kolamnya luas banget 



10. Rumah Zainal
Zainal merupakan teman saya di BPI Surabaya, dia asli dari Mojokerto. Zainal mengajak saya dan teman-teman untuk mampir kerumahnya untuk beristirahat sebentar dan juga makan :D Ini dia penampakannya...

Beberapa menu yang sempat terfoto

Setelah kenyang dan beristirahat sebentar, kamipun berpamitan kepada Zainal dan orang tuanya, terima kasih banyak telah menjamu kami semua :) Sekitar jam 6 sore, kami mengakhiri trip bersejarah ini dan kembali menuju rumah masing-masing. Well, menurut saya one day trip kali ini cukup berkesan, karena jarang-jarang saya berkunjung ke tempat sejarah ditemani oleh teman-teman yang seru. Kapan-kapan kita agendakan trip bersejarah lagi ya, ke tempat lain tentunya :)

Selasa, 12 Maret 2013

Camping at Mt. Panderman


Persami? Yap perkemahan sabtu minggu yang awalnya iseng digagas oleh teman saya, akhirnya terealisasi juga. Kali ini pesertanya dari BPI Regional Surabaya dan Malang, saya malah ga nyangka yang ikutan banyak banget. Persami yang diadakan pada tanggal 1-2 Desember 2012 ini tidak ada maksud apa-apa kok, tujuan utamanya adalah menjalin silaturahmi, gak tau lagi kalo peserta lainnya punya tujuan tersendiri, ya...itu urusan mereka lah :D
Saya berangkat dari Surabaya sekitar jam 5 sore naik motornya Deny (nebeng Deny lebih tepatnya), barengan dengan teman-teman lainnya yang juga naik motor. Entah kenapa perjalanan saat itu terasa lama, mungkin karena macet, menunggu teman lain, makan malam dan belanja keperluan terlebih dahulu. Sekitar jam 9 malam, sampailah kami semua di tempat parkir atau area terakhir yang bisa dilalui motor. Sebelumnya beberapa dari kami sempat jalan kaki melewati jalan menanjak, karena motornya ga kuat berat dan ga kuat nanjak. Di parkiran motor ini sudah banyak yang menunggu kami, dan Om Danny (pentolan bedebahpacker) sempat marah-marah karena kami lama :D Setelah kami semua berkumpul, kami berdoa dan membagi tenda untuk dibawa ke atas, setelah itu kami hiking menuju camping ground \(´`)/
Sekitar jam 11 malam kami sampai di camping ground, dan para cowo langsung mendirikan tenda. Ternyata sudah banyak teman-teman yang datang lebih awal dan juga mendirikan tenda terlebih dahulu. Okeh, malam baru saja dimulai \(´`)/ Saya bergabung dengan teman-teman membuat lingkaran dan ngobrol bersama, tetapi tetap saja Om Danny paling dominan cerewetnya diantara kami semua, hahaha. Sekitar jam 1 pagi, saya memilih untuk beristirahat di tenda, walaupun hanya tidur ga sampe sejam.
Keramaian di malam itu
Ketika langit mulai terang, banyak diantara kami yang hiking menuju puncak Panderman, tetapi sebelum berangkat, kami foto-foto terlebih dahulu (tetep narsisnya :D).

Good Morning, Panderman!


Setelah kami semua sampai di camping ground (lagi), kamipun sarapan, bersih-bersih sampah dan juga membongkar tenda. Setelah itu setengah ato bahkan 3/4 dari kami memutuskan untuk turun terlebih dahulu. Di tengah perjalanan, sambil menunggu yang masih diatas, kami malah asik main UNO saking lamanya menunggu. Dan ternyata yang ditunggu sudah sampai dibawah -,- entah lewat mana. Setelah kami sampai dibawah, kami pun berpamitan, dan saling berpisah. Walaupun acara camping bersama ini bagi saya kurang berkesan, tapi lumayan merefresh otak saya :) Itung-itung juga latihan buat naik Gunung Semeru dan juga olah raga malam :D
Saya, Deny, NK, Rini dan Zulmy barengan saat pulang menuju Surabaya, kami memutuskan untuk mampir sebentar ke koperasi susu di Kota Batu untuk makan siang dan minum susu aneka rasa tentunya!
Setelah kami berlima puas makan dan minum susu, kami pun pulang ke Surabaya. Sayangnya 15 menit setelah kami memulai perjalanan, hujan deras pun turun, dan hujan menemani kami sampai Kota Sidoarjo. Yah...semoga ada berkah dibalik trip ini :)
narsis dikit :)
Zulmy - Me - Rini - Deny - NK