Tampilkan postingan dengan label Snorkling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Snorkling. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Mei 2014

The real vacation in Menjangan island : the best snorkeling spots (NuQee version)

Pulau Menjangan, sebuah pulau yang terletak di kawasan Taman Nasional Bali Barat ini underwaternya keren banget!!! 2 jempol deh pokoknya!!! Saya sudah lama mendengar banyak komentar positif tentang keindahan bawah laut pulau ini dari teman-teman saya, tapi baru punya kesempatan kesini bulan Januari kemaren.


Buat saya, ini benar-benar liburan. Setelah saya dinyatakan lulus dalam sidang skripsi, setelah saya melewati 1 bulan lebih untuk belajar (hapalan lebih tepatnya) demi hasil ujian sidang yang bagus, dan juga setelah melewati pressure menjelang sidang, akhirnya saya merasakan liburan yang sesungguhnya. Hahaha…
Saya kesini bersama 7 orang teman se-Gang saya, naik mobil dari Surabaya dengan rule share cost dan para lelaki gantian nyetir. Perjalanannya sih seru! Selama di mobil kami lebih banyak bercanda dan membicarakan hal-hal yang sekiranya seru, sehingga perjalanan berjam-jam yang melelahkan dengan rute Surabaya – Banyuwangi – Bali – Banyuwangi – Kediri – Surabaya terasa menyenangkan (elus-elus pantat).

ngantri naik kapal di pelabuhan Ketapang
Saya menuju Pulau Menjangan lewat Menjangan resort di banyu wedang, sekitar 30 menit dari pelabuhan Gilimanuk. Waktu itu saya sampai banyu wedang sekitar jam 10 pagi waktu Indonesia tengah, disambut oleh guide kami, bli Dika (085237055565). Kami buru-buru sarapan dan ganti baju, kemudian mengambil alat snorkling. Selanjutnya...kami berdelapan kaik kapal menuju ke Pulau Menjangan. Yay!!!
welcome...
diatas kapal
woohoo...
Sebelum memulai snorkling, bli Dika mengajari kami bagaimana cara untuk memakai alat snorkeling yang benar dan dasar-dasar snorkeling. Boring sebenernya, but for safety, you better pay attention!
kelar sesi singkat bersama bli Dika
SNORKELING TIME!!!
Wow...pemandangan bawah laut Menjangan memang indah banget. Kondisi laut yang tenang ditambah visibility-nya OKE banget, sekitar 20-30 meter (bahkan bisa lebih) kalo cuaca lagi bagus. Sekitar 30 meter dari bibir pantai yang kedalamannya cuma 1-2,5 meter, semakin ke tengah kedalamannya menjadi 30 meter lebih, semacam lereng (wall) menurun curam gitu deh. Tapi di wall inilah daya tariknya, banyak terdapat terumbu karang warna warni, berbagai jenis ikan, juga goa (mungkin semacam dinding yang menjorok ke dalam). Ikannya sih banyak banget jenisnya, sampe saya banyak yang gatau namanya. Yang sempat saya lihat, ada clownfish, lionfish, batfish, tigerfish (kaya kerapu raksasa, bibirnya lebar tapi mukanya serem), stonefish, jackfish, butterflyfish, angelfish, barakuda,  dan lain-lainnya yang saya gatau namanya. Ada juga ikan-ikan yang berkelompok, semacam schooling gitu deh, lucu ngeliatnya :D
Langsung liat foto-fotonya aja deh ya...
sea fans


schooling fish
emperor angelfish
menarik banget, tapi gatau namanya

clown fish

lion fish
Oiya, saya juga mencoba (semacam) free dive, walaupun cuma sebentar gara-gara gak kuat tahan nafas lama-lama. Sempet minta tolong sama bli dika buat ditarik masuk lebih dalam, lebih dari 5 meter, tapi yang ada telinga saya malah sakit karena belum terbiasa. Tapi saya gak kapok kok, setelah telinga saya enakan, saya minta ditarik ke dalam lagi. Hahaha. Rasanya ada sensasi tersendiri yang bikin nagih, selain itu saya harus mengatasi kepanikan saya dan membuat diri saya tenang agar bisa menahan nafas lebih lama :)

jempol...buat Menjangan
I can do it!
Snorkeling di Pulau Menjangan emang juara banget, 8/10 deh nilainya! Makhluk hidup di dalam lautnya beraneka ragam, warna warni, dan menarik. Ada keinginan diving disini juga, tapi someday lah, buat license dulu :D Sampai saat ini, saya sudah 2x mengunjungi pulau ini, dan kalo ada kesempatan lagi saya gak bakal nolak kesini lagi kok.

Cara yang saya tempuh untuk menuju ke Pulau Menjangan :
Dari Pelabuhan Gilimanuk, lurus saja sampai ketemu pertigaan (ada patung ditengah jalan). Lurus menuju Denpasar, sedangkan belok kiri menuju ke banyu wedang. Selanjutnya lurus saja, sampai masuk kawasan menjangan resort jalan agak melambat. Terakhir, lihat sebelah kiri jalan, jika melihat petunjuk arah ke hotel mimpi, maka belok kiri, disinilah biasanya guide akan menjemput. Waktu yang baik untuk snorkeling adalah pagi sampai siang hari, apalagi dengan cuaca yang cerah :D

Pengeluaran untuk snorkeling di Pulau Menjangan :
Sewa kapal                       Rp           435.000 (max. 10 orang)
Guide                              Rp           100.000
Kamera underwater           Rp           200.000
Parkir                              Rp               4.000
Shower                            Rp               4.000
Mask + Fin                        Rp              40.000 / orang
Life vest                          Rp              20.000 / orang
Tiket masuk                      Rp               2.500 / orang


Minggu, 06 Januari 2013

Finally, Visit KOMODO (Flores Trip Part1)

Kali ini saya bakalan share story trip saya ke FLORES, East Lesser Sunda. Siapa sih yang gatau Flores? Flores biasanya diidentikkan dengan Komodo, entah itu nama pulau atau nama hewan purbakala :D Trip kali ini saya lakukan bersama-sama dengan teman-teman Backpacker Jabodetabek. Dan merupakan perjalanan dengan total pengeluaran terbanyak, sampai-sampai sepulang dari trip ini, saya banyak makan Indomie sampai Bulan Desember datang (lebay!). Awalnya mereka berencana hanya mengunjungi Taman Nasional Komodo saja, dan saya mengetahui tentang trip ini sekitar bulan Juli. Sewaktu pertama kali dengar tentang trip ini, rasanya saya pengen langung bilang "Ikutan donk!!!", tapi saya kan barusan saja explore sulawesi, dan juga saya akan mengambil skripsi :(
Seiring waktu berjalan, dan tepatnya setelah lebaran, saya memutuskan untuk mengikuti trip ini bersama teman-teman Jabodetabek. Yap! Positif ikut, toh saya juga uda banyak kenal dengan peserta trip komodo kali ini :)

(berdiri) ki-ka : Anggi, Widi, Chris, saya, Nunik, Herman, Ramdhan, Shofa, Suging
(duduk) ki-ka : Dedy, Dimas, Dyan, Obet, Tyo
Rencana awalnya sih, saya akan naik pesawat ke Lombok dulu bersama teman2 di hari sabtu tanggal 10 November, tapi karena suatu hal, akhirnya saya tidak bisa berangkat dengan mereka. Mau gak mau, saya harus 2x naik pesawat agar saya sampai di Labuan bajo hari minggu tanggal 11 November, yang pertama pesawat Surabaya-Denpasar, selanjutnya pesawat Denpasar-Labuan Bajo. Otomatis pengeluaran untuk trip kali ini sangatlah besar, karena harga tiket pesawat Denpasar-Labuan Bajo bisa dikatakan mahal untuk backpacker macam saya ini T____T Sedangkan teman-teman lainnya, mereka mendapat kabar buruk karena penerbangan jakarta-lombok menggunakan Merpati dibatalkan. Akhirnya beberapa dari mereka berpencar ada yang naik kereta, dan ada pula yang naik pesawat menuju Bali. Dan selanjutnya, mereka bersama-sama naik kapal Pelni Tilongkabila seharga Rp 191.000 yang berangkat dari pelabuhan Benoa, Bali. Oke...biarlah itu menjadi cerita mereka, karena saya punya sendiri.....

Minggu, 11 November 2012
Pagi-pagi buta saya sudah harus menuju ke Bandara Juanda untuk terbang ke Bali dengan menggunakan flight dari Citilink jam 05.45 WIB. Penerbangan pagi adalah penerbangan yang paling menyebalkan, karena antrian pasti padat merayap. Saya tiba di Bandara Ngurah Rai sekitar jam 07.30 WITA, masih sepi bandaranya, belum banyak stand makanan yang buka, padahal perut lagi lapar-laparnya :( Satu-satunya stand yang buka adalah Dunkin Donuts, saya akhirnya memutuskan untuk sarapan disitu saja sambil menunggu flight ke Labuan Bajo. Sekitar jam 08.30 saya bertemu dengan Suging dan Shofa yang sudah berada di Bali sejak semalam. Flight saya selanjutnya menggunakan Wings Air, pada jam 10.30. Perjalanan Denpasar-Labuan Bajo memiliki durasi 1 jam 20 menit. Sekitar jam 12 siang, kami bertiga sudah mendarat di Bandara Komodo, Labuan Bajo dengan selamat, Alhamdulillah.


Kemudian kami bertiga naik semacam mobil panther seharga Rp 50.000 (tanpa melalui proses nego) untuk mengantarkan kami mencari penginapan. Dan akhirnya, kamipun memutuskan untuk menginap di Hotel Wisata, di Jl. Sukarno Hatta yang memiliki rate harga kamar Rp 100.000 dan Rp 150.000. Penginapan ini cukup bersih kok, dan banyak warung disekitarnya, dan lagi lokasinya dekat dengan pelabuhan (bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari pelabuhan)
Penampakan kamar seharga Rp 100.000
Malamnya, kami bertiga dinner ikan bakar dan plecing kangkung (model plecingnya mirip banget sama yang di Lombok nih) di dekat pelabuhan, sambil menunggu Anggi, Dedy, Dimas, Dyan, Herman, Obet, Ramdhan dan Tyo turun dari Tilongkabila, yang dijadwalkan tiba di Labuan Bajo jam 8 malam.

menu makan malam kami, slurrpp!!!

Senin, 12 November 2012
Hari ini adalah hari yang membahagiakan \(´▽`)/ karena saya dan teman-teman akan memulai sailing trip ke Taman Nasional Komodo. Sekitar jam 8 pagi, kami bersebelas ditambah Mba Uniek, Mas Widi dan Chris Klein (seorang bule Jerman) menaiki kapal yang telah sepakat kami sewa untuk sail trip 2 hari 1 malam kedepan seharga Rp 3,5 juta. Selama perjalanan, kami mengisi waktu dengan berfoto-foto, main UNO, sambil beberapa kali mengeluh kelaparan karena belum sarapan :p

pertandingan UNO dikala itu :p
narsis di kapal :D
Membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk menuju destinasi pertama kami, yaitu Pulau Rinca \(´▽`)/ Pulau Rinca merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo (TNK), yang berada di sebelah barat Pulau Flores, yang memiliki luas sekitar 198 km persegi. Populasi komodo terbanyak berada di pulau ini, dibandingkan dengan jumlah di Pulau Komodo. Titik tertinggi di Pulau ini adalah Gunung Oro, dengan ketinggian 670 MDPL.

Dermaga Loh Buaya, pintu masuk Pulau Rinca
gerbang Pulau Rinca-nya keren ya....
Me-Anggi-Dimas-Dedy
"A WORLD HERITAGE SITE"
foto bareng om ranger
rute trekking-nya
belum masuk hutan, komodonya uda sebanyak ini
^,^b
view klimaks long trekking
Kelar trekking, saya buru-buru mencari tempat duduk untuk selonjoran. Jujur ya, trekking kali ini merupakan salah satu yang terberat, karena saya dan teman-teman mengambil rute yang paling panjang, berdurasi sekitar 1 setengah sampai 2 jam. Sebenernya bukan lamanya trekking ataupun medannya yang cukup naik turun yang saya permasalahkan, tapi panasnya itu loh...panas banget! Apalagi sedikit tempat berteduh, tapi tetep donk ya, harus tetep dinikmati, karena perjalanan masih panjang :)


ini pas lagi ngadem, tapi msh aja panas -,-
Setelah beristirahat sebentar, lalu saya kembali ke kapal, teringat akan jadwal makan pertama yaitu setelah mengunjungi Pulau Rinca :p Dan beneran, gak lama setelah saya naik kapal, satu persatu menu makan siang mulai disajikan di meja. Ini penampakannya...


LUNCH
Selanjutnya kami menuju Pink Beach, untuk snorkling, sayangnya arusnya kencang dan berombak, jadinya snorklingnya gak puas deh :( tapi cukup menikmati pantai pasir merahnya ato pantai yang cenderung pink jika terkena hempasan air laut.


ini loh... Pink Beach!
Malamnya, kami semua menginap di sekitar Pulau Kalong, lagi-lagi saya berada di suasana seperti ini, setelah terakhir saya menikmati suasana malam Tanjung Bira di Bulan Juli kemaren. Tidur dalam buaian angin laut, ditemani bisikan ombak dan ratusan bintang yang menerangi *heaven*

Selasa, 13 November 2012
Damn!!! saya kesiangan, saya gagal sunrise-an karena keasyikan tidur :( Sekitar jam 7 pagi, kami tiba di Pulau Komodo, pulau utama dari Taman Nasional Komodo, dan saya baru dibangunkan saat kapal sudah berlabuh, kebayang ga tuh gimana buru-burunya -,- Ga cuci muka, ga ganti baju, belum sempet sarapan pisang goreng yang katanya enak, buru-buru ambil perlengkapan buat dibawa turun ke pulau, jalan cepet sambil make sunblock, haish...besok-besok mesti aware nih masalah beginian!!!
Pulau Komodo terletak di ujung barat provinsi NTT, memiliki luas keseluruhan 390 km persegi. Menurut saya pribadi, komodo lebih banyak terlihat di Pulau Rinca daripada Pulau Komodo, tapi view landscape disini juga ga kalah keren kok dengan Pulau Rinca :)

akhirnya kesampaian foto disini :)
Hello, Komodo!
so close with deers
the forest
view dari atas bukit
sweep panorama Komodo Island
Sulphurea Hill
Me & Komodo :p
Dermaga Pulau Komodo
Selesai trekking, kami masih berjalan-jalan di sekitar Pulau Komodo untuk melihat-lihat cinderamata yang kebanyakan berupa kaos dan patung komodo mulai dari ukuran kecil hingga besar. Puas berkeliling, kamipun kembali ke kapal untuk makan siang...

menu lunch kali ini
Suasana seru terjadi saat makan siang, hujan turun, angin bertiup kencang (sampai2 jemuran kami hampir beterbangan :p), dan juga laut sedang bergejolak :p (air laut dlm keadaan ga tenang maksudnya). Saya banyak melihat di sekitar saya, pusaran air baik itu yang kecil maupun yang besar, sepertinya harus pinter2 nyari tempat buat snorkling nih! Kelar makan siang, kami langsung snorkling untuk yang pertama kalinya dihari ini, spot kali adalah Manta Point, sayangnya saya ga punya kamera underwater, jadi ga ada foto buat dipamerin deh (no pic = hoax ga berlaku disini!)
Selanjutnya, kami mengunjungi Pulau Kanawa. Pulaunya keren banget, apalagi kalau naik ke atas bukit, view disekitar pulau bisa terlihat semua 360 derajat. Pulau ini tidak berpenghuni, tetapi telah lama disewa oleh warga negara Italy yang menjadikan pulau ini sebagai resor, miris dengernya :(
Laut lagi ga bersahabat saat itu, sehingga butuh waktu yang lama bagi kapal untuk bersandar di dermaga kecil Kanawa. Jadwal snorkling juga harus dibatalkan, karna arusnya lagi kenceng :( Kami hanya bisa berjalan-jalan disekitar pulau, dan naik keatas bukit untuk melihat view sekitar yang keren...Subhanallah.

sweep panorama dari atas bukit
KANAWA
view dari atas bukit (lagi)
me & Kanawa
Yang terakhir, kami mengunjungi Pulau Bidadari, sama kerennya seperti Pulau Kanawa. Pulau ini dibeli dan dikelola oleh warga negara Inggris, terdapat beberapa tulisan dilarang memasuki pulau, maka kamipun tidak bisa bebas mengeksplor pulau ini. Lagi-lagi saya merasa miris mengetahui pulau seindah ini dimiliki oleh warga asing :( Kegiatan saya disini adalah snorkling, pemandangan bawah lautnya cukup keren, jenis ikannya lebih bervariasi dari Pink Beach, mengingatkan saya saat snorkling di Togean.
Puas snorkling, kami langsung naik kapal untuk kembali ke Labuan Bajo, karena besoknya masih ada perjalanan panjang menuju Taman Nasional Kelimutu :)

Rincian Biaya 11-13 November 2012 :
Airport tax Bandara Juanda                                                     Rp     40.000
Airport tax Bandara Ngurah Rai                                                Rp     40.000
Sarapan                                                                                 Rp     30.000
Iuran mobil                                                                            Rp     17.000
Hotel wisata, 11 November                                                     Rp     50.000
Dinner Ikan bakar dekat Pelabuhan                                           Rp     20.000
Iuran sewa kapal                                                                     Rp   250.000
Dinner depan hotel                                                                 Rp     15.000
Hotel wisata, 13 November                                                     Rp     50.000
Uang masuk TNK & Lain2                                                         Rp      50.000
         Total Pengeluaran selama 3 hari                                     Rp    562.000