Jumat, 28 Juni 2013

Museum Tsunami Aceh

Masih ingat bencana tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004? Jangan ditanya, semua orang pasti tahu akan bencana dengan skala internasional tersebut, bencana yang melumpuhkan kota Banda Aceh dan sekitarnya. Untuk mengenang tragedi tersebut, maka dibangunlah Museum Tsunami Aceh yang diresmikan pada tanggal 23 Februari 2008 oleh Presiden SBY. Museum ini merupakan rancangan dari M. Ridwan Kamil, seorang dosen teknik arsitektur ITB dan baru saja terpilih menjadi walikota Bandung periode 2013-2018. Museum Tsunami Aceh terletak di Jalan Iskandar Muda (dekat dengan Blang Padang), memiliki luas 2.500 meter persegi dan terdiri dari 4 lantai. Museum ini juga berfungsi sebagai pendidikan mengenai antisipasi bencana tsunami.
Saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Museum Tsunami ini pada saat traveling ke Aceh sebulan yang lalu, dan ini adalah salah satu bangunan museum favorit saya :) Ah...andai banyak museum di Indonesia yang memiliki bangunan yang unik, tiap bulan saya pasti nge-trip ke museum.

Tampak Depan
Note it!
Setelah masuk kedalam museum, pertama-tama kita akan melalui Lorong Tsunami (Tsunami Alley), sebuah lorong sempit dan tinggi menjulang serta terdapat efek air berjatuhan melalui dinding dan juga suara gemuruh air. Yang membuat saya merinding pada saat melewati lorong ini adalah rekaman ayat suci Al-Quran yang dilantunkan oleh seseorang, sehingga membuat saya berpikir mungkin seperti inilah keadaan pada saat bencana tsunami terjadi, ketakutan, bahkan lebih parah dari ini, Allahu Akbar...

Lorong Tsunami
Setelah keluar dari Lorong Tsunami, saya sampai di Memorial Hall, dimana terdapat puluhan standing screen yang memperlihatkan puluhan slide foto keadaan pasca tsunami di Aceh. Disini terdapat banyak layar kok, jadi tidak perlu berebut dengan pengunjung lain untuk melihat foto-foto kerusakan dan kesedihan di Aceh pasca tsunami. Ruangan ini dikelilingi oleh kaca sebagai dindingnya, dan penerangannya juga remang-remang.

Selanjutnya.....menuju Sumur Doa, tempat ini berbentuk seperti cerobong, dimana di dindingnya terdapat nama-nama korban tsunami yang berhasil dikenali. Di ujung atap ruangan ini (ketinggiannya sekitar 30 meter), terdapat tulisan kaligrafi Allah. Saya sempat mendengar dari seseorang (yang mungkin seorang guide), bahwa didalam sini menggambarkan hubungan manusia dengan Allah, dan setiap manusia pasti akan kembali kepada-Nya.

Nama-nama korban tsunami
Setelah saya keluar dari Sumur Doa, saya melewati semacam lorong gelap yang berliku dan jalannya cenderung tidak rata (kadang menanjak). Di ujung lorong ini, terdapat jembatan yang dinamakan Jembatan Harapan. Di sepanjang jembatan ini, saya melihat banyak bendera dari berbagai negara yang membantu Aceh pasca tragedi tsunami. 

Jembatan Harapan & Cerobong
Hal yang saya lakukan selanjutnya adalah berkeliling museum sambil melihat foto-foto pasca tsunami, diorama, barang-barang peninggalan yang tersisa setelah tragedi tsunami, mencoba alat peraga yang berkaitan dengan gempa dan tsunami, dan sebagainya. Saya sempat menyaksikan video yang diputar pada ruangan semacam bioskop mini, video ini menayangkan kejadian pada saat tsunami berlangsung dan juga kondisi pasca tsunami (rekonstruksi Aceh).

Helikopter yang hancur akibat diterjang tsunami
Banyak hal yang bisa dilakukan di museum ini, dan juga banyak pengetahuan yang kita dapat mengenai bencana, terutama gempa dan tsunami. Menurut saya, museum ini sangat menarik secara keseluruhan, dan harus dikunjungi apabila berhasil sampai di Banda Aceh!!!

Selasa, 18 Juni 2013

Kulineran di Sabang

Saya suka sekali mencoba hal-hal baru, apalagi mencoba makanan khas daerah yang belum pernah saya kunjungi. Mumpung saya bisa menginjakkan kaki di Pulau Weh, atau yang biasa disebut Kota Sabang, pastinya saya menyempatkan untuk mencicipi kuliner khas pulau yang letaknya di ujung barat Indonesia ini. Inilah beberapa kuliner khas yang saya nikmati, cekidot.....

1. Sate Gurita
Kalau biasanya saya suka menikmati daging gurita didalam takoyaki, sushi, dan olahan masakan jepang lainnya, kali ini saya mencoba menikmati gurita dengan cara di sate. Yap! sate gurita adalah kuliner terkenal di Sabang, tekstur daging gurita yang kenyal membuat sate ini unik. Pada saat itu saya mencoba sate gurita yang terdapat di PUJASERA (PUsat JAjanan SElera RAkyat), ada 2 pilihan yaitu bumbu kacang atau bumbu padang, saya memilih bumbu padang. Rasanya cukup unik, tapi pas dengan lidah saya, dan yang pasti bikin nagih (apalagi kalau satenya dibumbu kacang).

Sate Gurita bumbu padang Rp 10.000

2. Mi Jalak
Mumpung lagi di Sabang, saya menyempatkan diri mampir ke Kedai Pulau Baru, yang terletak di Jalan Perdagangan 29, Kota Sabang, untuk mencicipi kuliner khas yang hanya ada ditempat ini, yaitu Mi Jalak. Mi Jalak merupakan mi berkuah bening yang dicampur dengan toge dan diatasnya ditaburi potongan daging ikan dan juga seledri. Rasanya unik dan porsinya mengenyangkan! Oiya, kita juga bisa minta ditambahkan telur setengah matang lho, yang pastinya rasanya lebih unik lagi :p


Seporsi Mi Jalak Rp 10.000

3. Mi Sedap
Mi Sedap (teman saya menyebutnya begitu) adalah versi lainnya dari Mi Jalak, tetapi dihidangkan tanpa kuah (versi saya sih). Saya menikmati mi ini di Kedai Mie Sedap yang terletak di Jalan Perdagangan 48, Kota Sabang. Rasanya enak dan (lagi-lagi) porsinya mengenyangkan (versi saya).
Seporsi Mi Sedap Rp 10.000

4. Rujak Buah
Sama seperti rujak buah pada umumnya, tapi rasanya segerr dan bikin nagih. Gimana ga nagih, pada saat itu saya makan rujak sambil menikmati Pantai Anoi Itam, hehehe. Siraman bumbu rujak yang berisi kacang uleg bercampur gula merahnya cukup banyak, ditambah taburan kacangnya ngebuat saya ngiler waktu nulis postingan ini (lebay!). Rujak ini saya nobatkan sebagai kuliner faforit saya di Sabang!
Rujak Buah Rp 6.000

5. Salak Sabang
Apa yang membedakan Salak Sabang dengan dengan salak lainnya? menurut saya, Salak Sabang memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan salak lainnya, tetapi rasanya manis. Salak ini banyak dijual di Pelabuhan Balohan, teman saya sempat beli sekilo, dan saya ikutan makan dan keterusan, hehehe :p

6. Mangga Sabang
Saya menemukan ada mangga sebesar ini ya di Sabang, gendut banget mangganya :p Yang saya tau, mangga gendut ini dijual di warung-warung di sekitar Pantai Pasir Putih. 
Giant Mango :p

Itulah beberapa makanan khas yang sempat saya coba selama di Sabang, sayangnya saya belum nyobain Bakpia Sabang dan Mi Kepiting :( Yah, semoga suatu saat saya bisa kembali menginjakkan kaki lagi di Sabang, Aamiin.

Senin, 17 Juni 2013

Around Weh Island

I've always traveling and having experience with different cultures and different people - Laurel Clark
My dreams come true! Yap, menginjakkan kaki di pulau paling barat Indonesia adalah salah satu impian saya, dan akhirnya saya bisa mewujudkannya dibulan Mei kemarin. Saya sangat menyukai pulau ini, banyak yang masih alami disini, pantainya, hutannya, aahhh...alamnya masih alami. Suasananya juga enak, sejuk pas lewat hutan, (kotanya) gak terlalu rame bahkan cenderung sepi di beberapa tempat. Suka banget sama pulau ini, doh! mendadak pengen kesini lagi :(

How to get there?
Dari Banda Aceh, bisa pergi menuju Pelabuhan Ulee Lheue, dan menaiki kapal ferry (tarif ekonomi Rp 18.850 dan untuk motor Rp 23.700) ataupun kapal cepat (ekspress) (tarif ekonomi Rp 55.000, eksekutif Rp 65.000). Jadwal kapal menuju Pelabuhan Balohan (Weh) dan menuju Pelabuhan Ulee Lheue (Banda Aceh), sebagai berikut :

BBM teman tentang jadwal kapal
Selama berada disini, saya menginap dirumah Ka' Lisa, seorang teman yang baru saja saya kenal, yang menawari saya untuk menginap dirumahnya, LUCKY ME. Rumah ka' Lisa berada di sekitar pantai pasir putih, jauh dari kota Sabang, melewati jalan berliku, menanjak, hutan dimana-mana, dan saya bersyukur karena dengan begini saya jadi puas menikmati alamnya :) Lagi-lagi saya bisa bersosialisasi dengan warga lokal, kasih centang deh, karena tujuan saya terwujud :) Berikut adalah tempat-tempat keren di Pulau Weh yang sempat saya kunjungi.....

1. Gunung Berapi (Volcano)
Ga nyangka ternyata di Pulau Weh terdapat gunung berapi, letaknya di daerah Jaboi, jalurnya sih jarang dilewati orang, bahkan saya bilang sepi. Saya sempat bingung sewaktu tiba di lokasi, bingung dimana gunungnya, karena yang nampak adalah pemandangan seperti foto dibawah ini. Kemudian saya tersadar sendiri, mungkin inilah gunungnya, karena tidak ada lagi dataran yang lebih tinggi daripada ini. Yang membuat saya tidak betah berlama-lama disini adalah bau belerangnya yang menyengat.

Mungkin inilah gunungnya...
Belerang

2. Danau Aneuk Laot
Saya hanya melihat keindahan danau air tawar ini dari kejauhan, tidak sempat untuk mengunjunginya lebih dekat, danau ini berbatasan dengan laut. Nama Aneuk Laot diberikan karena pulau ini dikelilingi laut, tetapi kabarnya danau ini dapat mencukupi kebutuhan air bersih untuk masyarakat.

Danau Aneuk Laot
Keren :)

3. Pantai Kasih - Sabang Fair
Pantai ini terletak dekat dengan Sabang Fair, katanya sih tempat faforit untuk melihat sunset. Pantai ini juga berdekatan dengan Pantai Tapak Gajah dan Pantai Paradiso, saya sempat melewati pantai-pantai tersebut, terlihat masih natural. Kelar sunsetan, mampir ke Sabang Fair buat jajan kayanya okeh, karena di sekitar sini terdapat beberapa penjual jajanan.

Menunggu sunset
Gajadi sunsetan, mendung :(

4. Pantai Pasir Putih
Awalnya niat saya kesini adalah untuk snorkling, tetapi batal karena gerimis dan ombaknya lagi ga bagus. Alhasil saya cuma mampir bentar disini, dan melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya. Pantai Pasir Putih terlihat masih alami, sayangnya banyak kotoran yang alami  juga seperti ranting kayu, dedaunan dan tumbuhan laut.

Pantai pasir putih

5. Tugu Km 0
Sepertinya ini adalah tempat wajib yang harus dikunjungi apabila setiap orang bisa menginjakkan kaki di Pulau Weh. Terletak di Desa Iboih Ujong Ba'u, dekat dengan pantai Iboih, tetapi cukup jauh dengan Kota Sabang (mungkin sekitar 45 menit). Tugu ini adalah bangunan yang memiliki tinggi sekitar 22,5 meter dengan bentuk lingkaran. Must visit, sayangnya disini terdapat banyak coretan dari tangan-tangan usil -,- Oiya, dari sini, saya bisa melihat Laut Andaman dari kejauhan.
Saya sempat bertemu dengan pengendara motor gede, yang jauh-jauh ke Pulau Weh hanya untuk mengunjungi tugu yang merupakan penanda geografis wilayah paling barat di Indonesia ini, sore hari mereka sampai Pulau Weh, paginya langsung balik lagi ke Banda Aceh, ckckck gak capek apa?

Saya & Tugu KM 0
Berdiri tepat di titik KM 0 Indonesia *proud*

6. Pantai Iboih - Pulau Rubiah
Kedua tempat ini adalah tujuan faforit bagi siapapun yang ingin berlibur ke Pulau Weh, terutama bagi yang hobi snorkling, dan juga diving. Menurut saya pribadi, snorkling di Iboih memang keren, karena memiliki visibility yang bagus.


Please, note it!
Bening bgt khan :p
Santai di Iboih *heaven*

7. Pantai Gapang
Pantai ini letaknya tak jauh dari Pantai Iboih, dan ini merupakan pantai favorit saya di Sabang. Kenapa? karena pantai ini sepi dan memiliki garis pantai yang panjang, dengan begitu saya bisa seharian disini sambil bermain ayunan yang terdapat pada beberapa pohon besar disekitar pantai *heaven*


Pantai Gapang
Santai...lagi di pantai :p
Me & the beach :)

8. Air Terjun Pria Laot
Ternyata ada juga air terjun di Pulau Weh ini, yap! namanya Air Terjun Pria Laut. Untuk menuju kesini, harusnya kendaraan berhenti di depan menara semacam PDAM-nya Sabang. Tetapi, saya dan teman-teman saya malah nekat untuk menaiki motor melintasi jalur sempit dan jembatan kecil, dan kemudian berhenti karena jalurnya tidak bisa dilewati akibat pohon tumbang, hehehe... Setelah beberapa meter meninggalkan motor, kami melewati (bahkan naik turun) batuan terjal, serta menyebrangi sungai, SERU!!!
Air terjun ini terletak di dalam hutan, suasananya hening sekali. Kami sempat putus asa, karena tidak kunjung menemukan air terjunnya, dan juga jalurnya membingungkan, tetapi kami tetap berjalan kedepan. Hingga akhirnya, kami menemukan air terjun kecil yang cukup memukau :)

Penampakan air terjunnya...

9. Pantai Anoi Itam
Pantai Anoi Itam memiliki pasir berwarna hitam, sesuai dengan namanya. Pemandangan disini juga tidak kalah bagusnya dengan pantai-pantai lain di Sabang. Katanya sih, pasir di pantai ini lebih berat daripada pasir hitam pada umumnya, ini dikarenakan pasirnya mengandung bahan tambang jenis nikel yang tinggi dalam komposisi mineral penyusunnya. Karena pada saat itu hujan turun, maka saya tidak sempat mengabadikan dalam kamera saya, tapi saya mengabadikannya melalui ingatan saya :)

10. Pantai Sumur Tiga
Letak pantai ini lumayan dekat dengan Pantai Anoi Itam, searah jalannya. Pantai ini memiliki pasir yang putih, ombak yang cukup besar dan garis pantai yang panjang. Banyak yang bilang, disinilah kita bisa melihat sunrise yang keren, karena letak Pantai Sumur Tiga (dan Pantai Anoi Itam) yang berada di timur. Sayangnya, saya belum sempat melihat sunrise keren itu T__T Maybe, next time yaaa... Aamiin!

11. Tugu Sabang - Merauke
Tugu ini terletak didepan kantor walikota Sabang, dinamakan Tugu Sabang Merauke karena memiliki kesamaan bentuk dengan tugu yang ada di Sota, Papua. Saya kemari pada malam hari, dan tidak sempat mengabadikan dengan kamera :(

12. Hotspring
Merupakan pemandian air panas yang eksotis, karena dari sini saya bisa melihat pemandangan laut.
Sambil berendam, sambil menikmati sepoi angin laut

Yakkk....acara keliling pulau selama 3 hari 2 malam dengan menaiki motor ini sangat seru! Walaupun cuaca pada saat itu tidak mendukung, karena mendung sepanjang hari dan kadang ditemani gerimis, serta saya belum mengunjungi semua tempat keren di Weh, saya tetap bersyukur dan senang. Bersyukur dan senang karena bisa tinggal dan ditemani jalan-jalan sama ka' Lisa, dibantu dan ditraktir sama bang Hijrah (owner PIYOH), bertemu dengan banyak orang baik dan banyak mendapat informasi serta pengalaman baru. 
Semua tempat yang telah saya kunjungi di pulau ini masih teringat jelas di memori saya, bahkan warna-warna cantik alamnya. Hanya mata saya yang menjadi saksi keindahan pulau ini, karena tidak semua keindahan bisa ditangkap jelas oleh kamera. Harapan saya masih sama dengan postingan sebelumnya, semoga saya bisa menginjakkan kaki lagi di pulau ini, Aamiin.....

Ngemperrr XD
See you again, Weh!

Senin, 06 Mei 2013

Visit Genting Highland

Berada di dataran tinggi, diselimuti udara yang sejuk, ditemani kabut, jauh dari hiruk pikuk perkotaan, jauh dari tekanan pekerjaan atau sekolah, ah...pokoknya jauh dari STRESS!!! Disini tersedia berbagai macam pilihan untuk bersenang-senang, melepas penat, menjauh dari sesuatu yang tak mengenakkan, atau bahkan hanya untuk berjalan-jalan saja. Yap! Tempat yang saya maksud ini adalah Genting Highland, yang terletak di Pahang, Malaysia. Tempat ini cukup terkenal di negara saya, Indonesia, mungkin karena bagian dari Resort World.

Genting Highland
Saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Genting Highland pada saat saya pergi ke Malaysia di awal tahun ini, tepatnya setelah saya pulang dari Penang. Karena saya turis disini (yap! saya turis Indonesia), maka saya memutuskan untuk membeli tiket bis di Terminal Puduraya seharga RM 15,2 yang sudah termasuk bis ekspres Puduraya-Genting PP dan skyway PP. Entahlah, saya hanya ingin berjalan-jalan kali ini, tidak berminat menghabiskan waktu seharian untuk bermain-main. Kalau niatnya pengen main ato nyobain yang seru-seru, sebaiknya membeli tiket seharga RM 58 yang sudah termasuk bis ekspres PP, skyway PP dan tiket terusan outdoor thema park.
Pada saat itu, saya mendapat jadwal keberangkatan bis pada jam 10.00 dan kembali pada jam 16.00. Tepat jam 10.00, bis berwarna merah datang menjemput penumpangnya. Bisnya nyaman sekali, sehingga sepanjang perjalanan 70 persennya saya habiskan untuk tidur. Perjalanan dari Puduraya ke Genting memiliki durasi 1,5 hingga 2 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan, saya disuguhi pemandangan bukit keren di kanan-kiri jalan (semacam membelah bukit), pepohonan rimbun, lembah, dan tentu saja kabut! Sesampainya di skyway station, saya dan penumpang lainnya langsung menuju ke atas untuk naik gondola. Setiap gondola bisa diisi sampai 8 penumpang, dengan durasi perjalanan 15 sampai 20 menit. Informasi yang saya dapat, gondola ini memiliki jalur terpanjang di Asia Tenggara, dan tercepat di dunia.

Skyway and fog
Tepat pada jam 12.00, saya resmi menginjak Genting Highland, udaranya dingin dan berkabut pada saat itu. Genting memiliki banyak tempat menarik, seperti casino, hotel, shopping mall, dan area bermain di indoor & outdoor theme park. Disini terdapat banyak wahana yang bervariasi, dan beberapa cukup menantang. Di dalam indoor theme park juga banyak yang menarik untuk dibuat narsis-narsisan :p Cukup menyenangkan berada disini, bye STRESS for a while!

Suasana di indoor theme park
Narcism :p
Mini Liberty
Flying coaster @ outdoor theme park
Kalo kalian ada waktu untuk berkunjung ke Kuala Lumpur, sempetin deh kesini dan main seharian dengan wahana yang mirip di DUFAN, gak bakalan nyesel kok :)

Kamis, 02 Mei 2013

L'Arc~en~Ciel Concert in Jakarta

Setahun yang lalu, tepatnya 2 Mei 2012, merupakan salah satu hari yang tak terlupakan bagi saya. Tepat setahun yang lalu, band favorit saya dari Jepang, L'Arc~en~Ciel mengadakan konser untuk pertama kalinya di Jakarta. Saya yang sejak awal tahun 2012 mendengar berita ini, berencana untuk nonton konsernya, yap harus nonton! Karena ini merupakan merupakan cita-cita saya, menonton langsung konser Laruku...
Finally...My Dream Come True!


Why I like L'Arc~en~Ciel?
Singkat saja ya, awal mula saya menyukai Laruku akibat ketertarikan saya tentang Jepang (tepatnya sejak SMP), terutama kebudayaan, anime dan entertainmentnya. Kemudian saya memiliki seorang teman baru yang hobinya ngasih saya pv dan mp3 L'Arc~en~Ciel, dan dari sinilah saya mengikuti Laruku (bahkan saya punya album indie-nya). Musik mereka bervariasi, cenderung rock, nge-beat bahkan ada juga yang mellow, semuanya bisa diterima oleh telinga saya. Saya memiliki banyak alasan untuk menyukai band ini, mungkin next time saya akan menjabarkannya satu persatu :)





What happened on May 2nd, 2012?
Saya tiba di Jakarta menjelang dhuhur, dijemput oleh teman-teman dari sesama komunitas backpacker. Saya sempat diajak makan, jalan-jalan dan merasakan kemacetan Jakarta, fiuh. Dan sorenya, sampai juga saya di kawasan Senayan, memang sih konsernya masih beberapa jam lagi, tapi saya harus menukar voucher dengan tiket terlebih dahulu dan menemui beberapa teman yang telah menunggu saya. Jam 20.00 masih lama, sayapun menghabiskan waktu dengan mengobrol, mengelilingi stand, makan dan bengong! Pada jam 18.30, banyak orang yang telah membuat barisan untuk memasuki pintu utama, dan saya termasuk di dalamnya. Saya mendapat tempat di depan, pasti nanti bisa melihat mereka dari dekat *excited*. Saya berdiri lama sekali, hampir 2 jam, sempat gerimis, sambil menunggu, tapi kali ini dengan antusias.

8.10 PM
Hyde muncul dalam video pembukaan konser di layar super besar, yap! konser ini memiliki multimedia yang sangat keren, big screen digital yang super jernih juga sangat keren hingga akhir konser. Dan akhirnya... Hyde, Tetsu, Ken dan Yuki muncul di atas panggung, saya makin excited, inilah yang saya tunggu-tunggu sejak lama.
Ibara No Namida adalah lagu pembuka di konser ini, performance Hyde terlihat enerjik, ah...bakal tak terlupakan ini. Setiap mereka membawakan lagu-lagunya, visualisasi pada back drop selalu berubah tema, tata lampunya juga keren, KAKKOI...

Daftar lagu yang dibawakan oleh L'Arc~en~Ciel :
1. Ibara No Namida
2. Chase
3. Goodluck My Way
4. Honey
5. Drink It Down
6. Revelation
7. Hitomi No Jyunin
8. XXX
9. Fate
10. Forbidden Lover
11. My Heart Draws A Dream
12. Seventh Heaven
13. Drivers High
14. Stay Away
15. Ready Steady Go
16. Anata
17. Fourth Avenue Cafe
18. Link
19. Niji
Hyde
Tetsu
Ken
Yukihiro
Secara keseluruhan, konser ini sangat keren! 2 jempol untuk Marygops sebagai promotornya, panggungnya juga keren, yah walaupun tidak semegah panggung saat Laruku konser di Jepang :) Para personil juga berusaha sebaik mungkin untuk menampilkan performance keren mereka dan berinteraksi dengan penonton menggunakan Bahasa Indonesia. 
Jika suatu saat Laruku datang lagi ke Indonesia, saya pasti akan nonton konsernya lagi, pertanyaannya kapan mereka kesini lagi???

Kamis, 25 April 2013

Field Report Sulawesi 2012 *Summary*


Saya mendapat banyak request mengenai biaya long trip saya selama Explore Sulawesi di Bulan Juli 2012 kemarin, dan mumpung saya ada waktu, saya buatkan ringkasan FR Explore Sulawesi kemarin ya J Saya melakukan perjalanan ini selama 12 hari, dari tanggal 8 hingga 19 Juli 2012, ada 4 propinsi yang saya kunjungi, yaitu Sulawesi Utara; Gorontalo; Sulawesi Tengah; dan Sulawesi Selatan. Ini merupakan long trip terbaik saya di tahun 2012, banyak sekali pengalaman serta kejadian tak terlupakan. Berikut ringkasan yang saya buat, semoga bermanfaat :)

Minggu, 8 Juli 2012
Surabaya - Manado - Tomohon
10.00     Pesawat berangkat dari Bandara Int. Juanda, Sidoarjo (dalam WIB)
13.00     Pesawat sampai di Bandara Int. Sam Ratulangi, Manado (dalam WITA)
15.00     Sampai terminal dan naik angkot ke Tomohon
16.15     Sampai di Danau Linow
17.30     Kembali ke Manado
19.00     Sampai di Manado dan jalan-jalan keliling kota
20.00     Kembali ke rumah host
Pengeluaran :
Airport tax Juanda                                           Rp          40.000
Bis Manado-Tomohon PP @Rp 6.000                   Rp          12.000
Angkot Tomohon-Linow PP @Rp 3.000               Rp            6.000
Total Pengeluaran                                          Rp         58.000

Senin, 9 Juli 2012
Manado - Bitung - Lembeh
08.00     Naik bis menuju Bitung di Terminal Pal 2
09.30     Sampai di Terminal Tangkoko, Bitung
10.20     Sampai di Dermaga
10.50     Menyeberang dengan kapal sewaan ke Lembeh
11.15     Sampai di Lembeh Resort
11.50     Sampai di Pasir putih
13.45     Sampai di Dermaga, mencari ojek
14.10     Sampai di Tandurusa
15.45     Sampai Terminal Tangkoko dan naik bis menuju Manado
17.30     Tiba di Manado, istirahat
20.00     Membeli tiket taksi gelap ke Gorontalo di Jl.Kartini
21.00     Makan malam
22.15     Nongkrong bareng anak punk Manado
24.00     Kembali ke rumah host
Pengeluaran :
Bis Manado-Bitung PP @Rp 7.500                      Rp           15.000
Angkot Term-Dermaga                                    Rp             2.500
Sewa Kapal (Rp 200.000:2)                              Rp         100.000
Tiket masuk pasir putih                                  Rp             5.000
Ojek Dermaga-Tandurusa                                Rp             5.000
Tiket masuk Tandurusa                                   Rp             5.000
Ojek Tandurusa-monumen                               Rp           10.000
Angkot monument-terminal                             Rp             2.500
Angkot term.Pal2-Boulevard                            Rp             2.500
Dinner di Mc Donald                                        Rp           35.000
Total Pengeluaran                                         Rp        182.500

Selasa , 10 Juli 2012
Manado - Gorontalo
08.00     Dijemput taksi gelap
13.00     Makan siang di Kotamobago
18.30     Sampai di Pelabuhan Kota Gorontalo
21.00     Kapal Tuna Tomini meninggalkan Gorontalo
Pengeluaran :
Taksi gelap ke Gorontalo                                 Rp         100.000
Lunch Ikan Bobara                                           Rp          25.000
KMP Tuna Tomini (kelas ekonomi)                     Rp          63.000
Dinner di kapal                                               Rp          12.000
Total Pengeluaran                                         Rp       200.000

Rabu, 11 Juli 2012
Gorontalo - T.N Togean
09.00     Tiba di Pulau Wakai, naik katinting ke Waleakodi
13.15     Tiba di Pulau Waleakodi, ishoma
15.20     Snorkling
19.00     Makan malam lanjut bermain kartu
Pengeluaran :
Menginap di Waleakodi                                    Rp        125.000
Share cost katinting ke Waleakodi                    Rp        100.000
Total Pengeluaran                                          Rp       225.000

Kamis, 12 Juli 2012
T.N Togean - Ampana
04.45     Meninggalkan Waleakodi
07.00     Naik kapal Puspita sari
15.00     Tiba di Ampana
16.30     Jalan-jalan, ishoma
22.30     Bis meninggalkan Ampana
Pengeluaran :
Kapal Puspita Sari                                            Rp          50.000
Bis Ampana-Makassar                                        Rp        180.000
Ojek                                                               Rp           3.000
Lunch nasi ayam & aqua                                    Rp         20.000
Dinner sate ayam                                             Rp           8.000
Camilan                                                          Rp          10.500
Total Pengeluaran                                          Rp       271.500

Jumat, 13 Juli 2012
Poso - Luwu Timur - Palopo
07.00     Beristirahat di Poso
14.00     Makan siang di Luwu Timur (share)
20.00     Makan malam di Palopo (share)
Pengeluaran :
Lunch & Dinner                                                 Rp         27.500
Infaq                                                                Rp          5.000
Total Pengeluaran                                            Rp       32.500

Sabtu, 14 Juli 2012
Pangkep - Maros
03.00     Tiba di Pangkep, rumah host, istirahat
11.00     Menuju rammang-rammang
19.00     Malam mingguan di alun-alun Pangkep
Pengeluaran :
Kapal ke Rammang2                                           Rp       50.000
Total Pengeluaran                                            Rp      50.000

Minggu, 15 Juli 2012
Pangkep - Maros
10.00     Menuju Bandara
10.45     Sampai Bandara Int. Sultan Hasanuddin
12.00     Kembali ke rumah host
Pengeluaran :
Angkot Pangkep-Maros                                        Rp        3.000
Angkot Maros-Pangkep                                        Rp        3.000
Dunkin Donuts                                                    Rp      36.000
Total Pengeluaran                                            Rp     42.000

Senin, 16 Juli 2012
Pangkep - Makassar
11.00     Kongkow bareng teman lama
19.00     Kongkow bareng teman2 Backpacker Makassar
21.00     Kembali ke rumah host
Pengeluaran :
Angkot Pangkep-Daya                                         Rp        3.000
Angkot Daya-Mtos                                              Rp        3.000
Nonton Spiderman                                             Rp       20.000
Lunch                                                               Rp       36.000
Angkot Mtos-Panakkukang 2x                               Rp         6.000
Angkot Daya-Maros                                            Rp         3.000
Total Pengeluaran                                            Rp      71.000

Selasa, 17 Juli 2012
Pangkep - Makassar - Bulukumba
13.00     Berangkat ke Terminal Malengkeri
15.00     Tiba di Terminal Malengkeri, menunggu mobil ke Bira
17.00     Mobil berangkat ke Tanjung Bira
23.00     Tiba di penginapan (Tanjung Bira)
Pengeluaran :
Angkot ke Malengkeri 3x                                     Rp       11.000
Mobil ke Tanjung Bira                                         Rp       60.000
Total Pengeluaran                                            Rp      71.000

Rabu, 18 Juli 2012
Tanjung Bira
Seharian enjoy Tanjung Bira dan sekitarnya J
Pengeluaran :
Breakfast                                                          Ditraktir
Lunch & jajan & aqua                                         Rp      15.000
Dinner                                                              Rp      20.000
Penginapan 2 malam                                          Free            .
Total Pengeluaran                                            Rp     35.000

Kamis, 19 Juli 2012
Bulukumba - Makassar - Surabaya
05.00     Dijemput mobil untuk menuju Makassar
11.00     Sampai di Makassar
Pengeluaran :
Mobil Bira-Makassar                                           Rp      75.000
Angkot Malengkeri-Rotterdam                             Rp       3.000
Damri ke Bandara                                              Rp      15.000
Jajan seharian                                                  Rp      30.000
Airport tax Sultan Hasanuddin                             Rp      40.000
Total Pengeluaran                                           Rp    163.000

Tambahan :
Tiket Pesawat SUB-MDC Lion Air                        Rp     510.000
Tiket Pesawat UPG-SUB Citilink                         Rp      79.000

Grand Total Pengeluaran                                Rp  1.990.500

Yap! Dengan uang kurang dari 2juta rupiah, saya sudah bisa menjelajah 4 propinsi di Pulau Sulawesi selama 12 hari, naik pesawat lagi untuk PP Surabaya-Sulawesi. Murah kan? Bagi saya dan beberapa traveler low budget lainnya ini termasuk murah :)
Banyak yang bilang, explore Indonesia timur itu mahal, menurut saya memang transport di Sulawesi ini cukup mahal (transportasi antar propinsi), harga makanan disini juga tidak semurah di Jawa. Alhamdulillah saya bisa mengakali harga-harga selangit ini dengan numpang nginap dirumah kenalan atau teman, share makanan dengan travelmate, dan hal lainnya. 
Jadi, jangan takut untuk menjelajah bagian timur Indonesia ya :)