Selasa, 09 April 2013

My Very 1st Time Visit Malaysia

The Last Day, 25 Maret 2012
Menginjak hari terakhir dan (masih) mengelilingi negeri orang, sayapun sengaja memilih untuk mengunjungi Malaysia, tepatnya di Kuala Lumpur, karena saya akan kembali ke Surabaya melalui Kuala Lumpur. Ini merupakan kali pertama saya menginjakkan kaki di Malaysia, kesan pertama untuk Kuala Lumpur adalah panas :D IMHO, KL hampir sama dengan Jakarta, hanya saja sistem transportasi umumnya lebih maju dan juga tata kotanya lebih rapi di KL.
Sekitar jam 2.00 pagi waktu KL, bis yang membawa saya dari Singapore berhenti di Terminal Bersepadu Selatan (TBS), Kuala Lumpur. Saya sempat bingung, karena saya hanya mengetahui informasi tentang Terminal Pudu Raya saja di KL, saya belum sempat mencari info soal TBS, tetapi nyatanya malam itu saya lebih memilih untuk melanjutkan tidur daripada berbingung-bingung ria. Well, awalnya saya kira, terminal ini adalah bandara mini, karena saking megahnya dan di kelilingi oleh kaca. Saya mengira TBS adalah terminal antar negara, karena saya sempat mendengar perbincangan beberapa orang yang baru saja meninggalkan Singapore. Jam 4.30 saya bangun, mandi di toilet ber-AC (alhasil, mandinya cepet-cepetan karena kedinginan) dan segera browsing bagaimana cara menuju stasiun Masjid Jamek, karena saya janjian dengan teman saya di sekitar situ. Oiya, di KL langitnya baru terang sekitar jam 7.00 pagi, sama seperti di Singapore, padahal di Indonesia jam 5.00 pagi aja uda terang ya :p
Sekitar jam 7.30 saya mulai jalan kaki menuju stasiun Bandar Tasik Selatan, lalu naik KTM Komuter kearah Rawang, dan turun di KL Sentral. Selanjutnya, saya naik LRT kelana jaya line dan turun di stasiun Masjid Jamek. Saya jadi suka naik kereta selama di Singapore dan KL, rute kereta di KL pun gampang di mengerti kok, meskipun di KL terbagi menjadi beberapa jenis kereta, seperti LRT, KTM Komuter, Monorel dan kereta menuju Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Andai di Surabaya punya public transport seperti ini juga ya :)


Ini rutenya :)
Sekitar jam 8.15 saya sampai di stasiun Masjid Jamek, dan saya sempatkan untuk sarapan dulu di sekitar situ, sambil nyari wifi gratis supaya bisa YMan dengan teman saya. Jam 9.30 teman saya, Nik Muaz, seorang WN Malaysia yang saya kenal melalui Facebook datang, dan kamipun mulai ngobrol seru tentang banyak hal. Nik Muaz juga mengantar saya berjalan-jalan di bawah langit KL yang sangat panas, so damn hot! Saya diantar Nik Muaz ke beberapa gedung kementrian yang bergaya Eropa, masjid India, dataran merdeka, central market (sambil beli oleh-oleh), KLCC, dan beberapa tempat lainnya (lupa :p maklum setahun yang lalu).


Masjid India
Gedung Kementrian
Dataran Merdeka
Pose dulu :)
Entah apa ini namanya (lupa) :p
Me & Nik Muaz
Halaman KLCC
Iseng moto mobil balap :p
Petronas Tower
Me & Petronas Tower
Sekitar jam 15.00 siang, saya menuju KL Sentral untuk melanjutkan perjalanan saya ke bandara LCCT, karena pada hari itu sedang berlangsung balapan F1 di Sepang, saya disarankan untuk naik KLIA Ekspres jam 16.00, karena di khawatirkan jalur menuju bandara akan padat bahkan macet. Oke, waktunya berpisah dengan Nik Muaz, setelah 6 jam berkeliling KL bersama dan dia bahkan membelikan saya kaos bertuliskan "I LOVE KL", baik sekali dia, terima kasih banyak ya :)
Sekitar jam 17.15, saya telah sampai di LCCT, padahal pesawat saya masih jam 9 malam, masih 4 jam lagi -,- saya menghabiskan 3 jam di bandara untuk berkeliling LCCT, makan burger, beberapa kali membeli ice cream & milkshake, mainan IPod, dan pastinya mengamati kelakuan turis-turis di sekitar saya. Jam 20.00 saya masuk ruang tunggu pesawat, dan saya mendapat kabar bahwa pesawat saya delay, delay sampai jam 23.00 malahan, SIALLL!!! Untung di ruang tunggu ada fasilitas charge dan wifi gratis, seenggaknya saya gak mati gaya di situ.
Tepat jam 23.00, pesawat saya terbang menuju Surabaya, ini menandakan perjalanan lintas negara saya berakhir. Saya optimis suatu saat saya akan kembali kesini lagi, bahkan ke negara lainnya juga. Aamiin. Perjalanan jauh kali ini memberi banyak pengalaman buat saya, bagaimana kehidupan di luar Indonesia, dan bagaimana saya harus survive di negara orang. Alhamdulillah, saya di beri kesehatan selama perjalanan ini, dan saya juga bisa me-manage diri saya sendiri dengan cukup baik :) Baiklah...negara mana yang akan saya kunjungi selanjutnya? Tunggu postingan selanjutnya ya...

Selasa, 02 April 2013

Exploring Singapore

Heiheiii... ini merupakan kelanjutan dari postingan saya sebelumnya, masih di negara orang nih, masih di hari kedua dan ketiga berada di Singapore :) Di hari kedua ini, partner jalan saya bertambah 2 orang, sama-sama Indonesian sih, hehehe. Sama seperti hari pertama, saya belum memiliki rencana khusus untuk mengunjungi suatu tempat, saya ingin menikmati liburan ini, saya hanya berjalan dan terus saja berjalan.....
Let go... wherever my feet want to go!!!

Day 2, 23 Maret 2012
Hari ini saya resmi bangun dan menuju kamar mandi pada jam 9 pagi, setelah sebelumnya pada jam 7 pagi saya terbangun namun langit Singapore masih gelap, alhasil tidur lagi deh :D Setelah itu saya lanjut sarapan di lobi, menu sarapannya sih standar, toast bread with jam, tapi saya suka dengan selai coklatnya yang enak. Saya sarapan ditemani milo hangat yang saya refill berkali-kali (mumpung gratis :p). Entah kenapa, hari ini rasanya saya malas kemana-mana, namun semua partner jalan saya mengajak untuk berkeliling, yasudah akhirnya saya iyakan saja deh. Sekitar jam 11 siang, kami berenam menuju ke flat Mba Nadia dengan menaiki MRT serta bis, tapi sayangnya kami malah nyasar padahal baru juga semalam kesini :p Tetapi, pada akhirnya kami sampai juga ke flat Mba Nadia, dan dia sudah menyiapkan chicken rice, saya ingat sekali, sehari sebelumnya saya penasaran berat sama yang namanya chicken rice, mungkin dia ingin menjawab rasa penasaran saya, Mba Nadia baik banget sih *terharu* *bighug* Oiya, selain chicken rice juga terdapat fettucini, pasta yang bentuknya aneh, dan juga muffin :p Betah banget saya disini, wifinya itu lho yang bikin betah, maklum saya tidak membeli sim card setempat, jadinya bbm dan internetan pun bergantung pada wifi. Sebelum cabut dari rumahnya saya juga sempet dikasih seabrek kue, coklat (Mars, Milky Way, dll). Terima kasih banyak untuk jamuan siang ini Mba :)
Selanjutnya, kami berenam ditemani Mba Nadia jalan-jalan ke Orchard Rd, National Museum of Singapore, Singapore Management University, Mall, Singapore River, Asian Civilisation Museum, Merlion Park, dan juga Marina Bay.


Nunggu sign buat nyebrang
Kaya di embong malang -,-
Finally, foto disini juga (norak!!!)
Gereja di Jalan Orchard
:p
The Museum
Honestly, saya lupa ini bangunan apa :(
SMU
Fanta rasa ini ga ada di Indonesia lho
The Bridge
Pencakar langit :o
Di pinggir Singapore river
Karena saat itu saya sedang datang bulan, maka nyeri di perutpun melanda, dan rasanya saya ingin segera kembali ke hostel. Saya beserta kedua partnerpun memisahkan diri dari rombongan, dan kembali ke kawasan Little India. Setelah rebahan sebentar dikasur, saya merasa baikan dan ingin jalan-jalan lagi, maka sayapun memutuskan untuk berkeliling di sekitar hostel, Mustafa Center, serta toko-toko di pinggir jalan untuk mencari barang-barang unik, oleh-oleh dan juga kulineran :D
Setelah kecapekan jalan-jalan, sayapun kembali ke hostel dan mandi air hangat, sumpah! seger banget rasanya, rasanya pengen jalan-jalan lagi, lho? :p Sebelum tidur, saya sempetin untuk ngecek socmed, bbm dan what's app :D

Day 3, 24 Maret 2012
Hari ini merupakan hari terakhir saya di Singapore, sama seperti kemarin, rutinitas pagi saya adalah mandi, sarapan dan nongkrong bentar di lobi sambil menunggu jam 11 lalu check out. Saya memutuskan untuk menitipkan tas ransel saya di hostel sampai sore, karena nanti malam saya akan pergi ke Kuala Lumpur dengan menaiki bis yang sudah saya pesan melalui resepsionis. Saya mendapat tiket bis menuju KL seharga SG$25. Sedari kemarin saya ingin jalan-jalan di Sentosa, dan sekitar jam 11 siang saya sudah siap menunggu bis jurusan harbour front di halte seberang hostel, bis ini menurunkan penumpangnya di Vivo City, salah satu mall yang lagi hits di Singapore :D selanjutnya saya menunggu bis yang akan membawa saya ke dalam Sentosa Resort World. Jika hanya masuk ke kawasan Sentosa tidak akan dikenakan tiket masuk kok, secara keseluruhan Sentosa Resort cukup menarik, sepertinya Universal Studios menjadi daya tarik utamanya. Kali ini saya berjalan-jalan hingga setiap ujungnya, entah kenapa hari ini mood jalan saya meluap-luap :p


Enaknya kemana duluan???
Sentosa Resort World terdiri beberapa zona, dan dari zona tersebut terdapat berbagai hotel (termasuk Hard Rock Hotel), Casino, berbagai restoran, pusat perbelanjaan dengan berbagai merk terkenal, Universal studios, berbagai macam pertunjukan (seperti Voyage De La Vie, Lake of Dreams, Martial Combat, dll), Marine Life Park, dan Maritime Experiential Museum & Aquarium. Ini beberapa rangkuman foto-foto narsis saya selama di sini...

Casino
Voyage De La Vie
The Cute Merlion
Universal Studios (The Globe)
Universal Studios (The Gate)
Air mancur ini bisa melebar lho
Hard Rock Cafe
Si M&M
Ga sempet masuk sini :(
candylicious
dekor permennya lucu :)
Enak kayanya nongkrong disini :p
Lake of Dreams
The other Merlion statue
Sekitar jam 3 sore, saya memutuskan kembali ke hostel untuk mengambil ransel saya, dan juga nongkrong sama bule sambil wifian, killing time sambil nungguin bis yang berangkat jam 9 malam. Sekitar jam 7 malam, saya berpindah ke foodcourt di depan Mustafa Center untuk makan malam terlebih dahulu, takut kelaparan di dalam bis ini ceritanya :p


Mustafa Centre
Menikmati senja di pinggir jalan
Dan tepat pada jam 9 malam, saya menuju markas bis yang terletak disebelah Royal Park Hotel untuk melanjutkan perjalanan menuju Kuala Lumpur. See you again, Singapore! Nice to know you... :)

Sabtu, 30 Maret 2013

My Very 1st Time Visit Singapore


Postingan saya kali ini akan menceritakan salah satu pengalaman saya jalan ke luar negeri pada tanggal 22-25 Maret 2012 (maaf, lagi-lagi late post -,-), kali ini saya melakukan perjalanan ke 2 negara sekaligus, yaitu Singapore dan Malaysia. Perjalanan ini diawali karena keisengan saya hunting tiket pesawat Jogja-Singapore seharga Rp 150ribu dipertengahan tahun 2011, karena dapat akhirnya saya booking dan bayar juga (sumpah iseng!). Karena terbangnya masih Maret 2012, maka saya tidak terlalu ambil pusing tentang persiapannya, bahkan saya sempat lupa kalau punya tiket ke Singapore. Dan semakin mendekati Maret 2012 pun, saya semakin berpikir apakah akan berangkat atau tidak. Dan sayapun memutuskan untuk berangkat saja, karena tiket pulang Kuala Lumpur-Surabaya juga sudah ditangan. Saya hanya membawa uang cash Rp 1juta untuk perjalanan 4 hari 4 malam ini, yang tentunya sudah saya tukar ke dollar singapore dan ringgit. Untuk perjalanan kali ini, saya tidak terlalu repot membuat itinerary, saya membiarkan perjalanan ini mengalir saja \(´`)/ This my story, my first time visit Singapore ('̀'́)

Day 1, 22 Maret 2012
Pagi ini saya terbang ke Singapore via Yogyakarta, jadinya semalam saya menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam dari Surabaya hingga sampai di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Ini pertama kalinya saya terbang melalui bandara Adi Sucipto, tidak sebesar Bandara Juanda memang, tetapi sudah terdapat penerbangan internasional disini. Setelah melewati proses cek in, membayar airport tax sebesar Rp 100.000 dan melewati pemeriksaan imigrasi yang antriannya panjang sekaleee (maklum loket imigrasinya cuma 2), akhirnya sampai juga di waiting room, sekitar sejam saya menunggu boarding.
Jam 12 pesawat saya mendarat di Bandara Changi, Singapore, akhirnya saya menginjakkan kaki di bandara ini, impian semasa SD lho \(´`)/ Gila...bandaranya gede banget, keren banget, Kaya mall (norak deh :p). Setelah melewati proses imigrasi dan pemeriksaan barang, saya sempat bingung bakalan ngapain setelah ini, bagaimana caranya keluar bandara menuju pusat kota? Naik bis, MRT ato taksi? Tapi akhirnya saya ke vending machine untuk menukarkan uang dengan semacam kartu, yak saya naik MRT sajalah. Belum pernah memang, dan gak tau juga bakalan kemana, tapi setidaknya dicoba dulu deh. Saya memilih untuk berhenti di Bugis, karena yang saya tahu banyak penginapan murah disekitar situ, dan di stasiun Bugis inilah saya janjian dengan Mba Nadia (seorang Indonesia yang tinggal di Singapore yang saya kenal dari grup Backpacker Dunia). Selanjutnya, saya diajak Mba Nadia untuk berkeliling di wilayah Bugis street, Merlion statue, Esplanade, Museum, Clarke Quay, dan juga China Town (disini saya bertemu dengan beberapa partner jalan baru). Karena  ada partner yang mengeluh capek, akhirnya Mba Nadia kasian mungkin ngeliatnya, dia mengajak kami mampir ke flatnya untuk beristirahat sebentar dan ngemil-ngemil di daerah Hougang. Menjelang jam 7, kamipun lagi-lagi diantar dengan menaiki taxi ke Little India untuk mencari penginapan.


Merlion Statue
Si Merlion menghadap Marina Bay
Marina Bay dari kejauhan
Welcome to capitality
Esplanade
Esplanade
Kolam di depan Esplanade
Apartment Mba Nadia
Kami menginap di Fernloft Hostel dengan rate weekday 20SG$ permalam (sekitar Rp 146.000, rate per Maret 2012) untuk dormitory 12 bed dan sudah termasuk sarapan, saya langsung membayar untuk 2 malam. Lokasi Fernloft sangat strategis karena dekat dengan Ferrer Park station, Mustafa Center, City Square Mall, serta Sri Veeramakaliamman Temple, dan semuanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki lho :) 
Menurut saya pribadi, hostel ini cukup bersih (apalagi bathroom nya), lobinya asik, kamarnya nyaman, stafnya ramah plus cakep :p dan fasilitasnya lumayan lengkap seperti free wifi (wajib nih), pantry, mesin cuci, setrika, loker, hot shower, dan sebagainya. Cukup recommended kok :)

Penginapan saya kali ini :)

Sekitar jam setengah 9 malam, saya jalan-jalan malam sambil mencari makan di dalam Mall dan Mustafa Center, banyak makanan yang keliatannya enak, tapi saya ragu (mungkin saja mengandung babi), maka saya memutuskan untuk membeli nasi briyani seharga 5SG$ ato sekitar Rp 36.500 di depot masakan India yang terdapat label halal di etalasenya. Hari ini terasa panjang dan melelahkan, setelah kenyang, sayapun mandi dengan air hangat dan kemudian bergegas tidur.

Hal yang menarik dan berkesan di hari ini :
  1. Jalan-jalan hari ini saya tempuh dengan 25% MRT dan 75% jalan kaki, nah lho! Untungnya saya sudah terbiasa jalan kaki dengan menggendong tas ransel (ini nih keuntungan menjadi pejalan kere), kasihan partner saya, dia mengeluh capek dan merengek untuk untuk segera ke penginapan. Saya senang melihat kebiasaan warga Singapore yang mayoritas bepergian dengan jalan kaki dan menggunakan public transport, patut ditiru nih sama warga Indonesia :D
  2. Hari ini saya banyak berinteraksi menggunakan bahasa inggris, walaupun saya akui english saya tidak lancar, kebanyakan saya mengerti apa yang mereka ucapkan tapi saya bingung membalasnya :( Saya gak nyerah kok! Ini malah memotivasi saya untuk memperdalam bahasa inggris. Oiya, di Singapore mayoritas penduduknya menggunakan bahasa inggris, dan mandarin, sedangkan bahasa melayu dan india juga terkadang saya temui, namun jarang.
  3. Saya sempat takjub saat berada di bandara Changi yang sangat besar, keren dan membingungkan (karena baru pertama kesini, hehe), Soetta mah lewat :p dan juga takjub saat berada di Dhoby Ghaut station yang juga besar, tapi yang membuat saya lebih mengingat station ini adalah namanya, Dhoby Ghaut!
  4. Saya senang saat memiliki Ez-Link, semacam kartu pintar yang bisa digunakan untuk naik MRT dan Bis. Cara kerjanya gampang, kita cukup men-tap kartu tersebut di tempat yang telah disediakan ketika akan menaiki MRT dan Bis, cukup praktis daripada harus ke vending machine dahulu untuk menukar uang dengan kartu.
  5. Cuma disinilah saya makan berbagai jenis masakan india dan masakan timur tengah lainnya, bahkan saya juga merasa lebih aman makan fast food. Oiya, disini McD, KFC, Burger King, Breadtalk dan franchise terkenal lainnya menyediakan menu yang tidak terdapat di Indonesia lho, jadinya saya semangat untuk nyicipin :D Sebenarnya banyak makanan yang menggiurkan, tapi saya ragu akan status kehalalannya :(
  6. Mayoritas tempat-tempat menarik di Singapore dapat dijangkau dengan berjalan kaki, naik MRT dan naik bis; petunjuk arahnya cukup jelas, serta map dan informasi juga tersebar banyak di sudut bandara dan penginapan. Hal ini pastinya sangat memudahkan bagi wisatawan untuk berkeliling kota sendirian, bahkan untuk pengunjung pertama kali seperti saya.
  7. Hari ini saya dengan senang hati mempelajari rute MRT (Mass Rapid Transit), saya bahkan berharap MRT ini masuk Indonesia, kapan ya?

Heiho...ini baru cerita perjalanan saya di hari pertama lho, masih ada 3 hari lagi untuk diceritakan :) Semoga saya on the good mood untuk menyelesaikan sisanya ya! See you on my next post :)