Kamis, 17 Oktober 2013

Day 3 - HALONG BAY - Traveling to Indochina

DAY 3 – Mon, Sep 9th 2013

08.30

breakfast
Setelah sarapan dengan menu diatas ditambah pilihan minuman orange juice/coffee/tea, kami dijemput seorang guide dengan minibus untuk menuju ke Halong Bay bersama traveler lainnya. Butuh sekitar 4-5 jam untuk menuju ke Halong, ini sudah termasuk berhenti 30 menit di sebuah toko kerajinan serta oleh2. Semua kendaraan disini berjalan cukup lambat, jarang sekali saya melihat kebut-kebutan disini.

14.00
My dream come true, sampai juga di Halong Bay, saya selalu ingin kesini dari beberapa tahun yang lalu dan akhirnya kesampaian, Alhamdulillah :)

Halong Bay merupakan UNESCO world heritage site yang terletak di teluk Tonkin dan kalau dilihat di peta, letaknya di sebelah utara Vietnam, berbatasan dengan China. Untuk mengetahui lebih detil mengenai legenda di Halong Bay, serta hal-hal yang terdapat di sekitaran Halong Bay, klik disini

Guide kami berbicara bahasa inggris dengan tidak jelas, jadi seringnya kami tidak mengerti si guide cerita apaan. Untungnya si guide cukup sabar mengulang pembicaraan yang tidak dimengerti. Saya sih sedikit kesal, karena niatnya dengerin si guide cerita tentang asal mula Halong Bay, jadinya malah bingung sendiri. Skip abiss!

Selanjutnya, biarkan foto-foto ini yang bercerita...

on board
lunch menu



I love this place
seen from afar 
2 Indonesia meet 2 Nihonjin
Me & Halong Bay
the school
Sempat terjadi kerancuan saat berada disini, seharusnya paket tour yang saya beli sudah include kayak, tetapi nyatanya harus membayar lagi sebesar 20.000 dong/orang. Tapi entah kenapa, kami berdua malah memilih naik bamboo boat seharga 100.000 dong/orang, faktor utamanya sih karena guide kami cenderung memaksa untuk memilih bamboo boat. Nyesel? sudah pasti, tapi dengan naik bamboo boat saya bebas berfoto-foto dan lagi tangan ga capek untuk mendayung. skip deh!

Kami sempat masuk kedalam goa disalah satu pulau di Halong Bay, menurut saya goa tersebut tidak lagi terlihat alami dan menjadi sangat touristy. Kenapa saya bilang begitu? karena didalam goa banyak lampu sorot berwarna-warni, dan juga jalan didalam goa dibuat cenderung rata.


incoming light
the cave
I forgot the name of this cave
Sekitar jam 5 sore kami sampai lagi di Halong dan menaiki minibus (bus mini dalam arti sebenarnya) yang berbeda dengan minibus yang kami naiki pada saat berangkat tadi, tapi minibus yang ini lebih enak sih.

21.00
Kami sampai di Hanoi lagi, setelah menempuh 4 jam perjalanan dari Halong. Kami yang kelaparan, segera mencari tempat makan sebelum taksi datang menjemput untuk membawa kami ke Noi Bai Airport. Lagi-lagi kami menginap di bandara :p


our dinner
Nb : kalo mau menginap di Noi Bai Airport, sebaiknya menuju terminal kedatangan (turun satu lantai dari terminal keberangkatan), disini banyak para traveler yang beristirahat di kursi panjang.

Pengeluaran (untuk 2 orang) :
Bamboo boat @100.000                     200.000VND
Water 1,5 L                                           10.000   VND
Dinner at BBQ Chicken                        80.000  VND  +


Total Pengeluaran             290.000 VND

Minggu, 13 Oktober 2013

Day 2 - Hellooo Hanoi... - Traveling to Indochina

DAY 2 – Sun, Sep 8th 2013

08.30
Arrive in Noi Bai Airport, selanjutnya kami keluar untuk mencari transport termurah untuk menuju pusat kota Hanoi, kami sengaja menghindari taksi dengan tujuan berhemat. Kami sempat kesulitan untuk bertanya-tanya karena mayoritas warga Vietnam ga bisa berbahasa inggris, kalaupun ada yang bisa malah terdengar aneh. Setelah mondar-mandir di sekitaran arrival gate, akhirnya kami menemukan public transport yang dimaksud yaitu minibus seharga 40.000 dong/orang.
Nb : minibus ini berada di ujung kanan, setelah keluar dari arrival gate.


selamat datang di negara setir kiri :D
Setelah menempuh > 1 jam perjalanan, sampailah kami di Old Quarter yang juga merupakan backpacker area di Hanoi. Setelah turun dari minibus kami bertemu dengan orang yang menawarkan private room seharga 10 USD include breakfast, awalnya saya ragu, tapi akhirnya ngikut juga ke hotelnya. Setelah melihat langsung kondisi kamar yang bagus dan nyaman, kamipun sepakat untuk menginap disini. Kami memesan paket tour Halong Bay di hotel ini, dan juga taksi untuk mengantar kami bandara besok malamnya. 

private room (incl. breakfast) 10 USD/night
Kelar urusan di receptionist, kamipun segera mencari makan disekitar hotel, dan akhirnya pho yang merupakan kuliner khas Vietnam menjadi pilihan brunch kami.


PHO

15.00
Setelah mandi dan beristirahat sebentar, kami jalan-jalan ke Dong Xuan Market (salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Hanoi), Hoan Kiem Lake, dan kawasan Old Quarter, kami juga makan malam di KFC. Setelah kenyang, kamipun jalan-jalan lagi menikmati kota Hanoi sampai malam, sampai kaki gempor :p 


Hoan Kiem Lake in the night
gatau ini patung apa :p
disalah satu sudut jalanan Hanoi
Jujur, saya suka dengan suasana kota Hanoi yang menyenangkan, ramainya pas, banyak taman dan danau, serta kebiasaan warga sini yang suka nongkrong sambil makan kwaci, bahkan di pagi hari sekalipun.

Pengeluaran (untuk 2 orang) :
Minibus to Old Quarter @40.000       80.000 VND
Private room in Minh Toan Hotel        10          USD
Halong Bay 1 day tour @33                  66          USD
Taxi to airport                                         15          USD
Pho for lunch @35.000                         70.000  VND
Limun                                                       10.000 VND
2 water @5000                                      10.000  VND
KFC for dinner                                        93.000 VND
Water 1,5 L                                             10.000  VND  +


            Total Pengeluaran               273.000VND + 91 USD

Rabu, 09 Oktober 2013

Day 1 - Transit in Bangkok - Traveling to Indochina

DAY 1 – Sat, Sep 7th 2013

12.15


Hello Suvarnabhumi!!!
Arrive in Suvarnabhumi Airport, selanjutnya kami turun ke basement untuk naik Airport Rail Link menuju pusat kota. Terdapat 2 jenis ARL, yaitu city line yang berhenti di setiap stasiun, dan express yang hanya berhenti di Makassan dan Phaya Tai. Kami memilih untuk naik city line seharga 45 baht, turun di Makkasan, dilanjutkan naik subway menuju JJ Market atau yang lebih dikenal dengan Chatuchak weekend market (Makkasan-Chatuchak Park). Sesampainya di Chatuchak, kami makan siang di sebuah kios makanan halal, dengan memesan sticky rice+chicken wing dan yellow rice+fried chicken serta 2 mineral water.
Karena kecapean jalan-jalan di JJ Market (akibat membawa tas yang segede gaban), kamipun mencari tempat beristirahat di Chatuchak Park. Kami menyewa tikar seharga 20 baht untuk meluruskan punggung sejenak.

15.30
Kami naik bus #29 dari depan Chatuchak Park menuju Don Mueang Airport (DMK). Setelah menempuh hampir 1 jam perjalanan, sampailah kami di LCCTnya Bangkok. Kami sempat duduk sebentar di stasiun yang terletak di seberang DMK sambil wifian, ajibb deh…di stasiun aja koneksi wifinya ngebut. Selanjutnya kami berjalan-jalan sebentar disekitar bandara, sambil mencari lapak untuk beristirahat nanti malam :D Selesai sholat, kamipun menemukan lapak yang pas untuk beristirahat. Alhamdulillah…aman untuk malam ini :)


contoh lapak salah satu travelers di DMK
Nb : 

  • kalo mau menginap di DMK, sebaiknya menuju ke terminal keberangkatan, cari musholla yang ada di paling ujung kanan, biasanya disinilah tempat para traveler menginap, termasuk saya. Jangan lupa menggunakan jaket, kaos kaki atau selimut karena berlama-lama diruangan ini akan menyebabkan kedinginan akut.
  • di DMK dan Suvarnabhumi terdapat penitipan barang harian (left baggage) di masing-masing terminal keberangkatan dan kedatangan. 

Pengeluaran (untuk 2 orang) :
Airport tax Soetta Airport 150k         300k    IDR
Railway to Makkasan @45                  90        THB
Subway Makkasan-Chatuchak @31   62        THB
Lunch + water for 2 person                  110      THB
Mangga muda/pencit                            20        THB
Sewa tikar di Chatuchak park              20        THB
Water                                                       10        THB
Bus #29 ke Don Mueang @16              32        THB
Toilet di stasiun depan DMK                3          THB
Water                                                       20        THB  +

Total Pengeluaran               367      THB + 300.000 IDR

Minggu, 29 September 2013

Traveling ke Indochina -compere-

Intro…

Awalnya saya tidak pernah membayangkan untuk menjelajah 3 negara sekaligus dalam waktu dekat ini (ditahun 2013), saya hanya bercita-cita untuk menginjakkan kaki di provinsi yang belum pernah saya datangi di wilayah Indonesia timur. Tetapi karena beberapa hal, akhirnya sayapun jadi memiliki keinginan untuk menjelajah beberapa negara di Asia Tenggara. Hal-hal tersebut adalah…
  1. Saya mendapat tiket pesawat promo Jakarta-Bangkok PP seharga IDR 850.000 dibulan April 2013, harga tersebut cukup murah untuk para traveler kere macam saya :p
  2. Kesempatan!

Awalnya, saya dan teman saya berencana untuk memilih rute Bangkok-Vientiane-Luang Prabang-Pakse-Siem Reap-Pattaya-Bangkok via darat. Tetapi sebulan sebelum keberangkatan, kami mengganti rute Bangkok-Hanoi-Ho Chi Minh-Siem Reap-Bangkok, tidak apalah kehilangan Laos, semoga ada kesempatan lain untuk traveling ke Laos. Penggantian rute tersebut didukung oleh tiket promo Bangkok-Hanoi seharga IDR 600.000 dan Hanoi-Ho Chi Minh seharga IDR 500.000 yang menurut saya murah, mengingat Hanoi letaknya sangat jauh diatas sana.

Kenapa memilih Hanoi? Sebenarnya itu special request dari saya, mumpung ada kesempatan ke Vietnam, sekalian saja ke Hanoi dan yang pasti ke Halong Bay. Yihaaa!
Untuk itinerary kami buat bersama-sama, menyenangkan saat kami membicarakan banyak tempat yang akan didatangi, entah akhirnya akan terealisasi atau tidak, yang penting optimis dulu dan cari informasi sebanyak-banyaknya.

Saya antusias dengan perjalanan ini , karena saya akan mengunjungi beberapa negara yang belum pernah saya datangi, bertemu dengan puluhan bahkan ratusan wajah baru dari berbagai penjuru dunia, dasar sayanya yang “explorer” sih :p

Tunggu postingan saya berikutnya tentang story trip 3 negara yang cuma ngabisin kurang dari 3 juta rupiah (diluar tiket pesawat) untuk 11 hari perjalanan, menginap di 4 kota di 3 negara dan sudah termasuk oleh-oleh seabreg :D
Saya akan share story trip berdasarkan postingan harian karena memang banyak moment dan pengalaman yang menarik menurut saya, saat berada di beberapa wisata yang telah mendunia, di beberapa kota besar di 3 negara Indochina selama 11 hari.

Just wait my next post, just wait! :)

Selasa, 24 September 2013

Cu Chi Tunnels : silent witness of Vietnam war

Cu Chi Tunnels merupakan tempat wajib yang harus dikunjungi apabila berhasil menginjakkan kaki di Ho Chi Minh City, Vietnam. Disini kita bisa melihat langsung terowongan terkenal yang menjadi saksi bisu dari perang antara Vietnam melawan Amerika, saya pribadi sih sudah lama tertarik dengan perang ini. Cu Chi Tunnels berjarak 70 km dari pusat kota HCMC. Cukup banyak agen yang menjual paket tour ke Cu Chi Tunnels dengan harga USD 4-5 untuk half day tour (8AM-2PM) dan USD 8-9 untuk evening tour (2PM-8PM), harga paket tour ini ga include tiket masuk ya!
Pada saat saya traveling ke HCMC, saya sudah pasti berencana untuk mengunjungi tempat bersejarah ini. Pada saat itu, teman saya menantang saya untuk tidak menggunakan paket tour, dengan kata lain kami akan menggunakan public transport di negara orang. 
Okay, I accepted the challenge :)



How to get there? (without tour)
Perjalanan dimulai dari terminal Ben Tanh yang terletak di seberang Ben Tanh market, naik bis no.13 jurusan Ben Tanh-Cu Chi dengan tarif 7000 Dong. Ga usah bingung bakalan turun dimana, karena kita turun di perhentian terakhir bis no.13 yaitu terminal Cu Chi. Perjalanan menggunakan bis no.13 ini memakan waktu sekitar 1 jam lebih, dengan kondisi bis yang nyaman, berAC dan kondisi jalan yang cukup mulus (pas buat bobo bentar! bentar aja tapi :D)
Sesampainya di terminal Cu Chi, naik bis no.79 dengan tarif 6000 Dong. Jangan lupa untuk mengatakan tujuan kita dibantu dengan membawa brosur mengenai Cu Chi Tunnels (Dia Dao Cu Chi) agar sang kondektur mengerti, jaga-jaga kalo sang kondektur can't speak english :p sayangnya, memang banyak warga disana can't speak english :( Perjalanan menuju Cu Chi Tunnels memakan waktu sekitar 30-40 menit, setelah bis keluar terminal dan melewati jalan Quad Lao 20, bis akan belok ke kanan, nah dari belokan tersebut menuju gate Cu Chi Tunnels berjarak sekitar 22 KM. Di sepanjang perjalanan terdapat beberapa plang petunjuk mengenai jarak menuju tunnels. Gate Cu Chi Tunnels terletak persis di pertigaan, setelah belok kiri dari pertigaan yang ada lampu merahnya.



Setelah menemukan gate seperti diatas, maka sampailah saya di Cu Chi Tunnels, yey! Tiket masuknya seharga 90.000 Dong sudah termasuk guide berbahasa inggris yang akan menemani dan memberi penjelasan mengenai terowongan ini. 
tiket

What is Cu Chi Tunnels?
Cu Chi Tunnels merupakan terowongan bawah tanah yang terletak di Cu Chi, memiliki panjang sekitar 250 km dengan kedalaman yang beragam. Terowongan digali dengan alat sederhana dan tangan kosong selama pendudukan Perancis di tahun 1940-an, dan selanjutnya diperluas selama Perang Vietnam pada tahun 1960 untuk memberikan perlindungan dari serangan tentara Amerika. Jalur terowongan dibuat rumit dan berliku-liku, dengan tinggi terowongan kurang dari 1 meter dan lebar tidak lebih dari 50 cm, menurut saya cukup sempit namun pas dengan ukuran orang vietnam. Dengan dibukanya Cu Chi Tunnels untuk umum/wisata, beberapa sisi terowongan diperlebar lagi dan diberi penerangan agar turis-turis berbadan besar juga bisa masuk kedalam terowongan ini.
Didalam terowongan ini terdapat ruang-ruang yang difungsikan sebagai rumah sakit, dapur umum, tempat penyimpanan senjata, tempat pertemuan dan tempat beristirahat. Meskipun kota mereka dibom, warga Cu Chi mampu melanjutkan hidup mereka di bawah tanah. Mereka tidur, makan, merencanakan serangan, berobat, berlindung bahkan mendidik anak-anak mereka di dalam terowongan.

Pada saat itu, hanya ada 4 orang yang mengikuti tour ini; saya dan teman serta couple asal Argentina. Pertama-tama kami berempat menonton film dokumenter hitam putih dengan durasi 30 menit. Film ini menceritakan bagaimana pembuatan terowongan bawah tanah, jebakan yang dibuat oleh orang Vietnam, kehidupan didalam terowongan dan taktik berperang orang-orang Vietnam melawan Amerika.
Setelah film kelar, kami dibawa oleh guide kami untuk melihat lubang persembunyian yang hanya selebar bahu ukuran orang Asia, lubang ini disamarkan oleh daun-daun kering agar tidak diketahui oleh pihak musuh.
Kemudian kami berjalan lagi untuk melihat bermacam-macam jebakan yang dibuat oleh para vietkong untuk melawan tentara Amerika. jebakan betmennya lumayan ngeri, berasa lagi di studio film perang lho -,-





Selanjutnya, sampailah kita di tunnelnya, terlebih dahulu kami diberi penjelasan singkat mengenai sejarah dan struktur Cu Chi Tunnels. Lalu kami mulai mengeksplorasi tunnels tersebut.
ruang pengobatan
ruang pertemuan

Guide : Do you like adventure?
Me : Adventure like what?
Guide : into the tunnel!
Awalnya saya pikir si guide becanda, tapi ternyata dia serius. Kamipun disuruh masuk kedalam tunnel dan diberi petunjuk untuk belok ke kiri, karena kalo belok ke kanan, "see you tomorrow!". Nah lho...
Si couple asal Argentina keliatan ragu-ragu untuk masuk ke dalam, ga ada yang punya inisiatif untuk masuk duluan, si guide ga mau ikut masuk pula (malah nunggu di ujung tunnel). Tetapi akhirnya teman sayalah yang masuk duluan (setelah saya desak, hehe). Untuk memasuki tunnel, kita harus berjalan jongkok atau merangkak, kondisi tunnel cukup sempit, pengap dengan penerangan yang remang. Bagi saya, berjalan jongkok seperti ini sedikit melelahkan karena tidak terbiasa. Gimana nasib orang-orang yang dulu bertahan hidup disini ya?
harus jalan jongkok untuk melalui tunnel ini
Diujung tour, kami berempat dipersilahkan untuk mencuci tangan kemudian disuguhi singkong rebus dengan bubuk kacang + gula sebagai cocolan, bule-bule suka banget yang beginian :D
singkong + bubuk kacang
2 Indonesian + 2 Argentinean
Disekitar kawasan ini juga terdapat penginapan, pagoda, area untuk latihan menembak (disini kita juga bisa ikutan nembak dengan membeli peluru), sungai (bisa main kayak atau sekedar naik perahu sampai HCMC), dan sepertinya masih banyak lagi. Berkunjung ke Cu Chi Tunnels terbilang seru, semuanya dikemas secara menarik dan membuat pengunjung penasaran.
Semoga postingan saya bermanfaat untuk kalian yang berencana mengunjungi Cu Chi Tunnels tanpa bantuan paket tour ya...

Senin, 05 Agustus 2013

Field Report Northern Andalas Trip *Summary*

Karena banyaknya request dari teman-teman pejalan mengenai berapa pengeluaran selama trip Aceh-Sumut kemarin, maka saya buatkan summary atas FRnya. Dalam postingan ini terdapat itin yang berhasil direalisasikan, dari beberapa itin yang saya dan travelmate rencanakan secara dadakan serta rincian pengeluaran. Semoga bermanfaat :)

Selasa, 7 Mei 2013
I’m a JUMPER
Surabaya - Bandung - Medan
08.15   Pesawat take off dari Bandara Juanda, Surabaya
09.20   Landing di Bandara Husein Sastranegara, Bandung
09.30   Nongkrong di Solaria, lanjut jalan-jalan di Bandung
18.50   Sampai di Bandara Husein Sastranegara, Bandung (lagi)
21.15   Pesawat take off dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung
23.30   Landing di Bandara Polonia, Medan
>>Menginap dirumah Ko Wilson, Backpacker Medan
Pengeluaran :
Airport tax Juanda                              Rp        40.000
Solaria                                                    Rp        43.000
Ojek                                                       Rp        20.000
3x Angkot (@Rp 2.500)                      Rp          7.500
Tahu Gejrot                                          Rp          6.000
AQUA + Roti @Yomart                       Rp          7.500
Airport tax Husein S                            Rp        25.000
Total Pengeluaran                     Rp     149.000

Rabu, 8 Mei 2013
Medan - Banda Aceh - Aceh Besar
07.00   Menuju bandara (by taxi)
09.40   Pesawat take off dari Bandara Polonia, Medan
10.40   Landing di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh
11.30   Sampai di Masjid Baiturrahman (by damri)
13.00   Blang Padang-Museum Tsunami-PLTD Apung
16.00   Late lunch Mi Razali
17.00   Menuju Lampu’uk, Aceh Besar
20.00   Dinner di REX
21.15   Nongkrong di Rumoh Aceh
>>Menginap dirumah Maina, teman baru di Aceh
Pengeluaran :
Taxi ke bandara (share)                      Rp        15.000
Airport tax Polonia                               Rp        35.000
Damri                                                      Rp        15.000
Motor 4 hari @55.000/2 orang         Rp       110.000
Pop Ice                                                    Rp          5.000
Mi Aceh RAZALI                                  Rp        18.000
Dinner di REX                                       Rp        20.000
Total Pengeluaran                   Rp      218.000

Kamis, 9 Mei 2013
Aceh Besar - Weh Island
09.30   Menuju Solong
11.15   Menuju Pelabuhan Ulee Lheue
14.00   Kapal ferry mulai jalan
15.35   Ferry tiba di Balohan, antri turun
17.15   Makan Mi Jalak di Kedai Pulau Baru
18.00   Sunsetan di Pantai Kasih
18.30   Menuju kota Sabang, lanjut dinner di Pujasera
>>Menginap dirumah Ka Lisa, teman baru di Weh
Pengeluaran :
Teh tarik + breakfast di Solong           Rp        20.000
Ferry ke Balohan                                   Rp        40.000
(Tiket per orang Rp 19.000, per motor Rp 21.000)
Mi Jalak                                                   Rp        10.000
Dinner sate gurita                                  Ditraktir :)
Total Pengeluaran                     Rp       70.000

Jumat, 10 Mei 2013
Around Weh Island
09.30   Pantai Pasir Putih-Tugu KM 0-Pantai Iboih & Rubiah-Pantai Gapang-Air terjun Pria Laot-Anoi Itam-Sumur Tiga-Tugu Sabang Merauke
>>Menginap dirumah Ka Lisa lagi
Pengeluaran :
Lunch di Iboih                                      Rp        10.000
Rujak buah + AQUA + Jajan              Rp        20.000
Dinner Mi Sedap                                  Rp        20.000
Total Pengeluaran                   Rp       50.000

Sabtu, 11 Mei 2013
Weh - Banda Aceh - Aceh Besar
07.15   Menuju Hot spring, lanjut ke Balohan
08.10   Naik ferry menuju Ulee Lheue
09.45   Sampai di Ulee Lheue, breakfast sambil nunggu hujan reda
13.00   Bunongan-Kuburan Massal-Monumen Pendaratan Jepang-Pantai Ceureumen-Rumah korban tsunami-Pantai Lhoknga
17.00   Menuju Hermes Palace, janjian sama teman
18.30   Dinner di Ayam Lepas
19.30   Nongkrong di Che Yukee, sambil nunggu keberangkatan bis
20.40   Bis berangkat menuju Medan
Pengeluaran :
Ferry ke Ulee Lheue                            Rp        19.000
Breakfast di Pelabuhan                        Rp        12.000
Bensin                                                     Rp          5.000
Bis Aceh-Medan                                    Rp      140.000
Kelapa muda                                          Rp        10.000
Dinner di Ayam Lepas                         Rp         10.000
2 AQUA                                                  Rp          5.000
Total Pengeluaran                    Rp     201.000

Minggu, 12 Mei 2013
Medan - Parapat - Samosir
08.00   Sampai Medan
10.00   Menuju Terminal Amplas (by angkot)
11.00   Naik bis menuju Parapat
15.00   Sampai di Tigaraja, lanjut nyebrang ke Tuk-tuk
15.50   Check In di Carolina Cottage, and then enjoy Lake Toba!!!
Pengeluaran :
Angkot menuju Amplas                        Rp          5.000
Bis menuju Parapat                              Rp        25.000
Nyebrang ke Tuk-tuk                          Rp        10.000
Penginapan                                            Rp        90.000
Dinner + AQUA                                    Rp         25.000
Total Pengeluaran                    Rp     155.000

Senin, 13 Mei 2013
Parapat - Karo - Berastagi - Medan
10.00   Nyebrang ke Tigaraja, lanjut naik bis ke P. Siantar
14.00   Sampai di Air terjun Sipiso-piso
18.00   Menuju Medan
20.00   Dinner di Berastagi
23.00   Sampai Medan
>>Menginap dirumah Ko Wilson lagi
Pengeluaran :
Super Breakfast :p                              Rp        40.000
Nyebrang ke Tigaraja                         Rp        10.000
Angkot ke Parapat                              Rp           2.500
Bis menuju P. Siantar                          Rp          8.000
Elf menuju simpang merek                Rp        15.000
Bentor menuju Sipiso-piso/orang     Rp          5.000
Late lunch + Jajan                               Rp        20.000
Menuju Medan                                   Diantar
Total Pengeluaran                  Rp     100.500

Selasa, 14 Mei 2013
Medan - Bandung
12.30   Jalan-jalan di Kota Medan
16.30   Menuju bandara
18.30   Pesawat take off dari Bandara Polonia, Medan
20.45   Landing di Bandara Husein Sastranegara, Bandung
Pengeluaran :
Angkot 2x                                            Rp          5.500
Tiket masuk Istana Maimoon          Rp          5.000
Donasi Meriam                                   Rp          2.000
Late lunch                                           Rp        15.000
Bentor/orang                                      Rp          5.000
Airport tax Polonia                            Rp        35.000
Total Pengeluaran                  Rp      67.500


Tambahan : 
Tiket pesawat Air Asia                      Rp      298.000
BDO-MES-BDO
Tiket pesawat Garuda Indonesia     Rp      240.000
MES-BTJ

Grand Total Pengeluaran         Rp   1.549.000