Selasa, 24 September 2013

Cu Chi Tunnels : silent witness of Vietnam war

Cu Chi Tunnels merupakan tempat wajib yang harus dikunjungi apabila berhasil menginjakkan kaki di Ho Chi Minh City, Vietnam. Disini kita bisa melihat langsung terowongan terkenal yang menjadi saksi bisu dari perang antara Vietnam melawan Amerika, saya pribadi sih sudah lama tertarik dengan perang ini. Cu Chi Tunnels berjarak 70 km dari pusat kota HCMC. Cukup banyak agen yang menjual paket tour ke Cu Chi Tunnels dengan harga USD 4-5 untuk half day tour (8AM-2PM) dan USD 8-9 untuk evening tour (2PM-8PM), harga paket tour ini ga include tiket masuk ya!
Pada saat saya traveling ke HCMC, saya sudah pasti berencana untuk mengunjungi tempat bersejarah ini. Pada saat itu, teman saya menantang saya untuk tidak menggunakan paket tour, dengan kata lain kami akan menggunakan public transport di negara orang. 
Okay, I accepted the challenge :)



How to get there? (without tour)
Perjalanan dimulai dari terminal Ben Tanh yang terletak di seberang Ben Tanh market, naik bis no.13 jurusan Ben Tanh-Cu Chi dengan tarif 7000 Dong. Ga usah bingung bakalan turun dimana, karena kita turun di perhentian terakhir bis no.13 yaitu terminal Cu Chi. Perjalanan menggunakan bis no.13 ini memakan waktu sekitar 1 jam lebih, dengan kondisi bis yang nyaman, berAC dan kondisi jalan yang cukup mulus (pas buat bobo bentar! bentar aja tapi :D)
Sesampainya di terminal Cu Chi, naik bis no.79 dengan tarif 6000 Dong. Jangan lupa untuk mengatakan tujuan kita dibantu dengan membawa brosur mengenai Cu Chi Tunnels (Dia Dao Cu Chi) agar sang kondektur mengerti, jaga-jaga kalo sang kondektur can't speak english :p sayangnya, memang banyak warga disana can't speak english :( Perjalanan menuju Cu Chi Tunnels memakan waktu sekitar 30-40 menit, setelah bis keluar terminal dan melewati jalan Quad Lao 20, bis akan belok ke kanan, nah dari belokan tersebut menuju gate Cu Chi Tunnels berjarak sekitar 22 KM. Di sepanjang perjalanan terdapat beberapa plang petunjuk mengenai jarak menuju tunnels. Gate Cu Chi Tunnels terletak persis di pertigaan, setelah belok kiri dari pertigaan yang ada lampu merahnya.



Setelah menemukan gate seperti diatas, maka sampailah saya di Cu Chi Tunnels, yey! Tiket masuknya seharga 90.000 Dong sudah termasuk guide berbahasa inggris yang akan menemani dan memberi penjelasan mengenai terowongan ini. 
tiket

What is Cu Chi Tunnels?
Cu Chi Tunnels merupakan terowongan bawah tanah yang terletak di Cu Chi, memiliki panjang sekitar 250 km dengan kedalaman yang beragam. Terowongan digali dengan alat sederhana dan tangan kosong selama pendudukan Perancis di tahun 1940-an, dan selanjutnya diperluas selama Perang Vietnam pada tahun 1960 untuk memberikan perlindungan dari serangan tentara Amerika. Jalur terowongan dibuat rumit dan berliku-liku, dengan tinggi terowongan kurang dari 1 meter dan lebar tidak lebih dari 50 cm, menurut saya cukup sempit namun pas dengan ukuran orang vietnam. Dengan dibukanya Cu Chi Tunnels untuk umum/wisata, beberapa sisi terowongan diperlebar lagi dan diberi penerangan agar turis-turis berbadan besar juga bisa masuk kedalam terowongan ini.
Didalam terowongan ini terdapat ruang-ruang yang difungsikan sebagai rumah sakit, dapur umum, tempat penyimpanan senjata, tempat pertemuan dan tempat beristirahat. Meskipun kota mereka dibom, warga Cu Chi mampu melanjutkan hidup mereka di bawah tanah. Mereka tidur, makan, merencanakan serangan, berobat, berlindung bahkan mendidik anak-anak mereka di dalam terowongan.

Pada saat itu, hanya ada 4 orang yang mengikuti tour ini; saya dan teman serta couple asal Argentina. Pertama-tama kami berempat menonton film dokumenter hitam putih dengan durasi 30 menit. Film ini menceritakan bagaimana pembuatan terowongan bawah tanah, jebakan yang dibuat oleh orang Vietnam, kehidupan didalam terowongan dan taktik berperang orang-orang Vietnam melawan Amerika.
Setelah film kelar, kami dibawa oleh guide kami untuk melihat lubang persembunyian yang hanya selebar bahu ukuran orang Asia, lubang ini disamarkan oleh daun-daun kering agar tidak diketahui oleh pihak musuh.
Kemudian kami berjalan lagi untuk melihat bermacam-macam jebakan yang dibuat oleh para vietkong untuk melawan tentara Amerika. jebakan betmennya lumayan ngeri, berasa lagi di studio film perang lho -,-





Selanjutnya, sampailah kita di tunnelnya, terlebih dahulu kami diberi penjelasan singkat mengenai sejarah dan struktur Cu Chi Tunnels. Lalu kami mulai mengeksplorasi tunnels tersebut.
ruang pengobatan
ruang pertemuan

Guide : Do you like adventure?
Me : Adventure like what?
Guide : into the tunnel!
Awalnya saya pikir si guide becanda, tapi ternyata dia serius. Kamipun disuruh masuk kedalam tunnel dan diberi petunjuk untuk belok ke kiri, karena kalo belok ke kanan, "see you tomorrow!". Nah lho...
Si couple asal Argentina keliatan ragu-ragu untuk masuk ke dalam, ga ada yang punya inisiatif untuk masuk duluan, si guide ga mau ikut masuk pula (malah nunggu di ujung tunnel). Tetapi akhirnya teman sayalah yang masuk duluan (setelah saya desak, hehe). Untuk memasuki tunnel, kita harus berjalan jongkok atau merangkak, kondisi tunnel cukup sempit, pengap dengan penerangan yang remang. Bagi saya, berjalan jongkok seperti ini sedikit melelahkan karena tidak terbiasa. Gimana nasib orang-orang yang dulu bertahan hidup disini ya?
harus jalan jongkok untuk melalui tunnel ini
Diujung tour, kami berempat dipersilahkan untuk mencuci tangan kemudian disuguhi singkong rebus dengan bubuk kacang + gula sebagai cocolan, bule-bule suka banget yang beginian :D
singkong + bubuk kacang
2 Indonesian + 2 Argentinean
Disekitar kawasan ini juga terdapat penginapan, pagoda, area untuk latihan menembak (disini kita juga bisa ikutan nembak dengan membeli peluru), sungai (bisa main kayak atau sekedar naik perahu sampai HCMC), dan sepertinya masih banyak lagi. Berkunjung ke Cu Chi Tunnels terbilang seru, semuanya dikemas secara menarik dan membuat pengunjung penasaran.
Semoga postingan saya bermanfaat untuk kalian yang berencana mengunjungi Cu Chi Tunnels tanpa bantuan paket tour ya...

Senin, 05 Agustus 2013

Field Report Northern Andalas Trip *Summary*

Karena banyaknya request dari teman-teman pejalan mengenai berapa pengeluaran selama trip Aceh-Sumut kemarin, maka saya buatkan summary atas FRnya. Dalam postingan ini terdapat itin yang berhasil direalisasikan, dari beberapa itin yang saya dan travelmate rencanakan secara dadakan serta rincian pengeluaran. Semoga bermanfaat :)

Selasa, 7 Mei 2013
I’m a JUMPER
Surabaya - Bandung - Medan
08.15   Pesawat take off dari Bandara Juanda, Surabaya
09.20   Landing di Bandara Husein Sastranegara, Bandung
09.30   Nongkrong di Solaria, lanjut jalan-jalan di Bandung
18.50   Sampai di Bandara Husein Sastranegara, Bandung (lagi)
21.15   Pesawat take off dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung
23.30   Landing di Bandara Polonia, Medan
>>Menginap dirumah Ko Wilson, Backpacker Medan
Pengeluaran :
Airport tax Juanda                              Rp        40.000
Solaria                                                    Rp        43.000
Ojek                                                       Rp        20.000
3x Angkot (@Rp 2.500)                      Rp          7.500
Tahu Gejrot                                          Rp          6.000
AQUA + Roti @Yomart                       Rp          7.500
Airport tax Husein S                            Rp        25.000
Total Pengeluaran                     Rp     149.000

Rabu, 8 Mei 2013
Medan - Banda Aceh - Aceh Besar
07.00   Menuju bandara (by taxi)
09.40   Pesawat take off dari Bandara Polonia, Medan
10.40   Landing di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh
11.30   Sampai di Masjid Baiturrahman (by damri)
13.00   Blang Padang-Museum Tsunami-PLTD Apung
16.00   Late lunch Mi Razali
17.00   Menuju Lampu’uk, Aceh Besar
20.00   Dinner di REX
21.15   Nongkrong di Rumoh Aceh
>>Menginap dirumah Maina, teman baru di Aceh
Pengeluaran :
Taxi ke bandara (share)                      Rp        15.000
Airport tax Polonia                               Rp        35.000
Damri                                                      Rp        15.000
Motor 4 hari @55.000/2 orang         Rp       110.000
Pop Ice                                                    Rp          5.000
Mi Aceh RAZALI                                  Rp        18.000
Dinner di REX                                       Rp        20.000
Total Pengeluaran                   Rp      218.000

Kamis, 9 Mei 2013
Aceh Besar - Weh Island
09.30   Menuju Solong
11.15   Menuju Pelabuhan Ulee Lheue
14.00   Kapal ferry mulai jalan
15.35   Ferry tiba di Balohan, antri turun
17.15   Makan Mi Jalak di Kedai Pulau Baru
18.00   Sunsetan di Pantai Kasih
18.30   Menuju kota Sabang, lanjut dinner di Pujasera
>>Menginap dirumah Ka Lisa, teman baru di Weh
Pengeluaran :
Teh tarik + breakfast di Solong           Rp        20.000
Ferry ke Balohan                                   Rp        40.000
(Tiket per orang Rp 19.000, per motor Rp 21.000)
Mi Jalak                                                   Rp        10.000
Dinner sate gurita                                  Ditraktir :)
Total Pengeluaran                     Rp       70.000

Jumat, 10 Mei 2013
Around Weh Island
09.30   Pantai Pasir Putih-Tugu KM 0-Pantai Iboih & Rubiah-Pantai Gapang-Air terjun Pria Laot-Anoi Itam-Sumur Tiga-Tugu Sabang Merauke
>>Menginap dirumah Ka Lisa lagi
Pengeluaran :
Lunch di Iboih                                      Rp        10.000
Rujak buah + AQUA + Jajan              Rp        20.000
Dinner Mi Sedap                                  Rp        20.000
Total Pengeluaran                   Rp       50.000

Sabtu, 11 Mei 2013
Weh - Banda Aceh - Aceh Besar
07.15   Menuju Hot spring, lanjut ke Balohan
08.10   Naik ferry menuju Ulee Lheue
09.45   Sampai di Ulee Lheue, breakfast sambil nunggu hujan reda
13.00   Bunongan-Kuburan Massal-Monumen Pendaratan Jepang-Pantai Ceureumen-Rumah korban tsunami-Pantai Lhoknga
17.00   Menuju Hermes Palace, janjian sama teman
18.30   Dinner di Ayam Lepas
19.30   Nongkrong di Che Yukee, sambil nunggu keberangkatan bis
20.40   Bis berangkat menuju Medan
Pengeluaran :
Ferry ke Ulee Lheue                            Rp        19.000
Breakfast di Pelabuhan                        Rp        12.000
Bensin                                                     Rp          5.000
Bis Aceh-Medan                                    Rp      140.000
Kelapa muda                                          Rp        10.000
Dinner di Ayam Lepas                         Rp         10.000
2 AQUA                                                  Rp          5.000
Total Pengeluaran                    Rp     201.000

Minggu, 12 Mei 2013
Medan - Parapat - Samosir
08.00   Sampai Medan
10.00   Menuju Terminal Amplas (by angkot)
11.00   Naik bis menuju Parapat
15.00   Sampai di Tigaraja, lanjut nyebrang ke Tuk-tuk
15.50   Check In di Carolina Cottage, and then enjoy Lake Toba!!!
Pengeluaran :
Angkot menuju Amplas                        Rp          5.000
Bis menuju Parapat                              Rp        25.000
Nyebrang ke Tuk-tuk                          Rp        10.000
Penginapan                                            Rp        90.000
Dinner + AQUA                                    Rp         25.000
Total Pengeluaran                    Rp     155.000

Senin, 13 Mei 2013
Parapat - Karo - Berastagi - Medan
10.00   Nyebrang ke Tigaraja, lanjut naik bis ke P. Siantar
14.00   Sampai di Air terjun Sipiso-piso
18.00   Menuju Medan
20.00   Dinner di Berastagi
23.00   Sampai Medan
>>Menginap dirumah Ko Wilson lagi
Pengeluaran :
Super Breakfast :p                              Rp        40.000
Nyebrang ke Tigaraja                         Rp        10.000
Angkot ke Parapat                              Rp           2.500
Bis menuju P. Siantar                          Rp          8.000
Elf menuju simpang merek                Rp        15.000
Bentor menuju Sipiso-piso/orang     Rp          5.000
Late lunch + Jajan                               Rp        20.000
Menuju Medan                                   Diantar
Total Pengeluaran                  Rp     100.500

Selasa, 14 Mei 2013
Medan - Bandung
12.30   Jalan-jalan di Kota Medan
16.30   Menuju bandara
18.30   Pesawat take off dari Bandara Polonia, Medan
20.45   Landing di Bandara Husein Sastranegara, Bandung
Pengeluaran :
Angkot 2x                                            Rp          5.500
Tiket masuk Istana Maimoon          Rp          5.000
Donasi Meriam                                   Rp          2.000
Late lunch                                           Rp        15.000
Bentor/orang                                      Rp          5.000
Airport tax Polonia                            Rp        35.000
Total Pengeluaran                  Rp      67.500


Tambahan : 
Tiket pesawat Air Asia                      Rp      298.000
BDO-MES-BDO
Tiket pesawat Garuda Indonesia     Rp      240.000
MES-BTJ

Grand Total Pengeluaran         Rp   1.549.000

Jumat, 26 Juli 2013

Hello Medan - Northern Andalas Trip Part 2

Perjalanan masih berlanjut.....
Setelah melewati sehari di Bandung, dan 4 hari di Aceh dan Pulau Weh, saya dan travelmate masih akan explore beberapa daerah di Sumatra Utara. Sebenarnya tujuan utama saya adalah mengunjungi danau terbesar di Indonesia, Danau Toba; dan juga air terjun tertinggi di Indonesia, Sipiso-piso. Perjalanan santai pun dimulai disini, inilah cerita perjalanan saya selama 3 hari Sumatra Utara...

View Toba (from Tongging)
Day 6 Minggu, 12 Mei 2013
Medan --> Parapat --> Samosir
08.00 WIB
Kami bertiga sampai di pul bis "Sempati Star"yang terletak di Jalan Pondok Kelapa, Medan, setelah menempuh hampir 12 jam perjalanan, dan semalaman saya susah tidur karena kedinginan (gara-gara AC ngowos). Saya sempat meminta kepada 2 travelmate saya untuk istirahat sebentar di pool bis sebelum lanjut naik bis lagi menuju Parapat. Tujuan kami selanjutnya adalah Danau Toba dan Samosir, dan entah kenapa rasanya saya enggan sekali beranjak untuk naik angkot menuju terminal untuk kemudian naik bis lagi, saya hanya ingin makan-mandi-tidur. Dan saya berpikir, betapa egoisnya saya, di seberang kursi sana NK dengan sabar menunggui saya, sambil sesekali menanyakan "jam berapa mau jalan, Qee?". Okeh, mari kita lanjutkan perjalanan!

10.00 WIB
Kami baru dapat angkot menuju terminal Amplas, dan...sopir angkot disini ngawurrr bawa kendaraannya!!! -,- Setelah menempuh sejam perjalanan di jalanan yang padat, dan membayar Rp 5000, kamipun sampai di terminal Amplas. Disini saya berpisah dengan Ramdan, dia stay di Medan untuk suatu alasan, padahal dialah yang sudah pernah ke Toba, tapi yasudahlah... Maka dari sini perjalanan saya dan NK menyusuri tempat baru dimulai lagi! Kami naik bis "Sejahtera" seharga Rp 25.000 dengan durasi 3-4 jam perjalanan menuju Parapat. Jam 14.20 sampailah kami di penyebrangan Tiga Raja, disini terdapat 2 kapal dengan tujuan Tomok dan Tuktuk. Kami memilih Tuktuk sebagai tujuan kami atas saran dari teman-teman kami.


Jadwal penyebrangan

14.35 WIB
Melihat indahnya Danau Toba membuat capek dan lapar saya hilang seketika, totally falling in love with this lake! Sepanjang perjalanan menuju Samosir, saya hanya memandang dan menikmati pemandangan Toba saja :) Sekitar 20-30 menit kemudian, sampailah kami di Carolina Cottage, rencananya kami akan menginap disini. 


Carolina Cottage
Penginapan ini cukup bagus, disamping itu tarifnya juga sangat terjangkau, tarif termurah untuk kamar yg paling atas adalah Rp 75.000. Kami menyewa 2 kamar, di kamar saya terdapat balkon dan tentu saja, view langsung ke Danau Toba. Beautiful view :)


View Toba dari kamar saya

20.00 WIB
Menjelang malam, saya makan di restoran Carolina (merapel sarapan, makan siang dan juga makan malam), makanannya enak dan harganya terjangkau, ditambah koneksi wifi yang kencang, siapa yang gak betah berlama-lama disini, hehehe. 

Day 7 Senin, 13 Mei 2013
Samosir --> Karo --> Berastagi --> Medan
07.00 WIB
Bangun tidur dan rasanya gak rela banget buat beranjak dari kasur, pengen tidur sampai nanti siang. Tapi, mau gak mau saya harus bersiap-siap meninggalkan pulau ini :( Setelah mandi, berpakaian, dan packing, saya menuju ke restoran untuk menyempatkan sarapan. Saya sarapan nasi goreng sambil menikmati pemandangan danau toba dari beranda restoran, juga ditemani oleh buaian hawa dingin ala Samosir. Cukup lama saya bersantai disini menikmati lukisan sempurna sang pencipta, rasanya santai dan menenangkan. SOMEDAY, I'LL BE BACK AGAIN.


Sunrise di Toba (by NK)
Enjoy Toba!
Me & the lake

10.00 WIB
Saya dan NK menyebrang ke Tiga raja, lanjut naik angkot menuju pul bis "Sejahtera" dengan tarif Rp 2.500. Tujuan kami selanjutnya adalah Air Terjun Sipiso-piso yang terletak di Kabupaten Karo. Untuk menuju ke air terjun tertinggi di Indonesia ini, transport yang saya naiki adalah sebagai berikut:
-Naik Bis "Sejahtera" dari pul-nya di Parapat, lalu turun di simpang dua, Siantar (tarif Rp 8.000).
-Naik Elf "Sepadan" (jurusan kabanjahe) dari simpang dua, lalu turun di pertigaan situnggaling, daerah Merek (tarif Rp 15.000)
-Naik bentor dari pertigaan situnggaling untuk menuju air terjun (tarif Rp 5.000/orang)

14.00 WIB
Kami berdua sampai di Air terjun Sipiso-piso disambut dengan hawa sejuk, serta pemandangan hijau yang indah. Setelah membayar tiket masuk Rp 4.000 dan menitipkan barang bawaan di sebuah warung, kamipun segera turun menuju air terjun. Subhanallah, pemandangannya bagus banget!


View di sebelah kiri
View di sebelah kanan
Me & the waterfall

Untuk melihat air terjun dari dekat, kami harus menuruni sekitar >300 anak tangga, jarak antar satu anak tangga ke anak tangga yang lain tinggi juga lho, maka harus hati-hati saat menuruninya. Turunnya sih gampang, naiknya itu lho yang butuh tenaga ekstra! Tapi semua itu terbayar dengan view-view yang menakjubkan :)

16.00 WIB
Kami sudah sampai diatas lagi, setelah kepayahan menaiki anak-anak tangga, sebenarnya sayalah yang payah, NK sih kuat-kuat saja, hehe. Sampai di warung, saya beristirahat sejenak, kemudian makan mi goreng sambil ngobrol dengan Bu Manda, pemilik warung Sikumbang Jati. Orangnya ramah dan suka becanda, betah deh ngobrol sama ibu yang satu ini, asal jangan dicurhatin aja :P

Barengan bu Manda
Oiya, kami berdua bertemu dengan teman baru disini, mereka juga menawari kami tumpangan ke Medan, LUCKY US! Mereka adalah Eko, Wandi, Fauzi, Joshua dan Maya yang datang dari Medan. Dengan datangnya mereka berlima, makin ramelah obrolan kami, becanda sampai sakit perut.

Jo-Wandi-Maya-Eko-Me
At new place with new friends :)


18.30 WIB
Kelar foto-foto dan menikmati view danau toba dari tongging, kami bertujuh meninggalkan Sipiso-piso menuju ibukota Sumatra Utara. Perjalanan menuju Medan cukup menyenangkan, sambil mendengar candaan dari teman-teman baru ini. Ditengah perjalanan kami sempat makan malam di Berastagi, daerah ini cukup ramai ternyata, tempatnya semacam puncak kalo di Jawa. Sebenarnya di Berastagi banyak obyek wisata yang menggiurkan untuk kunjungi, tapi sayang waktunya mepet :( Next time yaaa...

23.50 WIB
Saya dan NK diantar oleh Eko, Joshua, Wandi, dan Fauzi sampai ke rumah Ko Wilson. Makasih banyak teman baru, semoga kita bisa ketemu lagi :) You Rock!!!

Day 8 Selasa, 14 Mei 2013
Medan --> Bandung
12.00 WIB
Kami baru jalan lagi setelah bermalas-malasan dirumah Ko Wilson, tujuan kami selanjutnya adalah Istana Maimoon dan Masjid Raya Al-Mashun, dan kali ini kami ditemani oleh Adi dari Backpacker Medan (teman baru lagi :p).


Istana Maimoon
Singgasana
Masjid raya Al-Mashun
Setelah jalan-jalan setengah hari di bawah langit Kota Medan yang panas, dan makan di warung kaki lima depan masjid raya, kami berdua berpamitan kepada Adi, makasih untuk hari ini ya :) Kami naik bentor menuju Bandara Polonia dengan tarif Rp 10.000.

17.00 WIB
Setelah check in, kami memutuskan untuk masuk waiting room, padahal pesawat kami jam 18.30 :p Sebenarnya kami masih memiliki sisa waktu sekitar satu jam lebih, tapi karena bingung mau kemana, jadinya kami hanya santai-santai di waiting room. Perasaan sedih dan senang menjadi satu, di sisi lain saya sedih karena akan mengakhiri perjalanan di Sumatra, sisi lainnya saya senang karena akan kembali ke Jawa.

20.45 WIB
Pesawat saya landing dengan mulus di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Sebenarnya masih jauh dari rumah, tapi setidaknya saya sudah sampai di daratan Jawa, haha! Di pintu kedatangan, saya sudah ditunggu oleh pacar yang rela datang dari Jakarta untuk menjemput saya :*

Akhirnya...perjalanan saya selama seminggu di Sumatra berakhir juga, sangat banyak pengalaman dan cerita yang saya dapat, tetapi tidak dapat saya jabarkan semuanya disini. Saya banyak berterima kasih kepada orang-orang baik yang saya temui dalam perjalanan saya, dan berterima kasih pada alam semesta yang selalu membantu saya baik secara langsung maupun tidak langsung.

See you on my next long trip :)

Minggu, 14 Juli 2013

Blind Trip to PENANG

Kenapa saya sebut blind trip?
Karena awalnya saya dan 9 teman saya dari BPI-Regional Surabaya berencana terbang ke Malaysia untuk menjelajah pulau-pulau keren di Kuala Trengganu, tapi sayangnya cuaca sedang tidak bersahabat dengan kami, ombak sedang besar-besarnya dikala itu. POOR US!. Kami pasrah dan mengandalkan Peter untuk merancang itin baru, serta merelakan tiket pesawat PP Kuala Lumpur-Kuala Trengganu. Tetapi Peter dengan liciknya tidak memberi tahu itin yang dibuatnya, malah sok rahasia2an -,- Saya baru mengetahui bahwa tujuan kami ke Penang (baca: Pineng), saat saya berada di bandara Juanda, menjelang keberangkatan. OK, Let's Get Lost!!!

Amel-Eni-Bryan-Peter-Me-NK-Lulu-Meryske-Lilik-Mehdia
Dok. Mehdia

Kamis, 17 Januari 2013
Kami bersepuluh berangkat menuju Kuala Lumpur dengan hasil hunting tiket promo SUB-KUL PP seharga Rp 185.000 yang kami dapat dari jauh-jauh bulan. Saking lamanya jeda antara pembelian tiket dengan keberangkatan, saya sempat ragu untuk berangkat, tapi akhirnya saya angkat ransel juga.

Jumat, 18 Januari 2013
Pada jam 00.00 waktu KL, yang lebih cepat 1 jam dari Indonesia, sampailah kami di LCCT, Kuala Lumpur, ini adalah kali kedua saya menginjakkan kaki di bandara ini. Kami segera melangkahkan kaki menuju Food Garden untuk menunggu pagi sambil beristirahat. Disini tersedia fasilitas free wifi untuk 3 jam, lumayan lah untuk killing time.
Sekitar jam 05.30, kami menaiki bis menuju Puduraya dengan tarif 8 RM. Sesampainya di depan Terminal Pudu, dengan langit KL yang masih gelap (padahal sudah jam 7 pagi), kami menunggu dan mencari bis tujuan Penang diantara warga KL yang berlalu lalang menuju sekolah dan tempat kerjanya. 15 menit kemudian, kami mendapatkan bis tujuan Penang dengan tarif nego yang alot 35 RM. Menurut saya cukup mahal, Rp 115.000 untuk 4-5 jam perjalanan. Untung bis-nya executive class, nyaman banget, jadinya saya bisa tidur selama perjalanan.
Sesampainya di Penang, kami turun di Terminal Sungai Nibong, untuk selanjutnya naik bis 401 dengan tarif 2 RM menuju Lebuh Chulia. Kami berencana untuk menginap di sekitaran Lebuh Chulia, kami mendapat penginapan seharga 20 RM per orang, dengan kondisi 5 orang untuk 1 kamarnya (Family Room). Lumayan kok disini, wifi-nya kenceng sampai ke kamar.

Penginapannya!
Roommatenya!
Setelah cek in dan beres-beres, kami pun berangkat (lagi) menuju Komtar, semacam halte atau terminal yang letaknya dekat dengan mall. Kami menaiki bis 101 bertarif 2,7 RM menuju Pantai Batu Feringgi, yak...Peter, kami padamu!

Penampakan Batu Feringgi
us!


Malamnya, sebelum kembali ke penginapan, kami makan malam terlebih dahulu di sekitaran Lebuh Chulia, cukup banyak PKL yang berjualan dan banyak pula turis-turis yang berlalu lalang disini. Dalam perjalanan pulang, kami sempat melewati Love Lane, daerah yang terkenal akan banci-bancinya, sama aja dengan banci di Surabaya menurut saya, hahaha...

Malam itu, @ Lebuh Chulia
Oiya, kalo soal makanan seharian ini saya banyak makan di tempat yang penjualnya India, karena takut kena jebakan betmen makan B2. Maklum, saya menginap di daerah little india dan china town, dan hanya depot-depot masakan Indialah yang memasang label halal. Sekali makan saya hanya membayar 4-5,5 RM, tergantung lauk pauk yang kita pilih.

Sabtu, 19 Januari 2013
Pagi Pulau Pinang...
Kata Peter, hari ini kami akan berkeliling ke Han Jiang Temple, Mahariamman Temple, Old Church, Esplanade, bangunan-bangunan tua di Georgetown serta Kek Lok Si Temple. Woohoo...kemana-mana jalan kaki, sambil bawa ransel dan berpanas-panasan, karena di Penang memang panas. Seru dan capek jadi satu dalam perjalanan hari terakhir kami disini. Selanjutnya, biarkan foto-foto dibawah ini yang bercerita...


Sarapan di restoran masakan India
Han Jiang Temple
ini lho PETER
Mahariamman Temple
Narsis di Old Church
Esplanade
Narsis dalam bus :p
Kek Lok Si Temple
Awesome temple!!!
Sekitar jam 17.00 kami naik bus menuju ke Kuala Lumpur dengan tarif per orang 35 RM. Sebelumnya beberapa dari kami sempat survey di Komtar untuk mencari bis dan membandingkan tarif bis yang satu dengan lainnya. Lagi-lagi proses nego diperlukan agar kami bisa mendapat tarif semurah mungkin, dan 35 RM adalah tarif deal termurah antara kami dan pihak bis. Perjalanan kembali ke KL kali ini cukup lama, 5 jam lebih, karena lama berhenti di terminal dan pom Petronas, sepertinya sopir-sopir disini gampang lelah ya. Kami sampai di Terminal Puduraya pada jam 22.20, dan langsung jalan cepat untuk mengejar LRT di Plaza Rakyat, untuk menuju bukit bintang.

How's my blind trip? Not bad, really! Ternyata seru juga jalan seperti ini, tidak tau akan kemana, bagaimana caranya kesana, dan kami dengan instant-nya mempelajari itu semua. Disini peta, internet dan warga lokal sangat berperan besar dalam memberikan informasi kepada kami, jangan pernah takut bertanya disini, ga bisa ngomong bahasa inggris, ada yang bisa ngomong melayu kok, asal jangan bertanya ke orang-orang berwajah chinese ya, kebanyakan dari mereka hanya mengerti bahasa mandarin. Saya tidak kapok dan akan mencobanya lagi pada perjalanan yang lainnnya. See you on my next blind trip!!!